Hari Raya Santa Perawan Maria dikandung tanpa dosa, 8 Desember 2015

Kej 3: 9-15  +  Ef 1: 3-6  +  Luk 1: 26-38

 

 

 

Lectio

Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret,  kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.  Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau."  Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu". Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.  Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,  dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan."

Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?"  Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.  Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu.  Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil."  Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

 

 

 

Meditatio

'Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau'. Kabar sukacita yang disampaikan seorang malaikat ini kepada Maria, mengandaikan Maria memang sudah dalam keadaan ber'rahmat'. Tuhan selalu menyertai dirinya. Walau jujur Maria sendiri tidak menyadarinya, sehingga sempat membuat Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Kapan mulai penyertaanNya? Apakah tidak di saat datangnya malaikat itu, Maria baru mendapatkan karunia yang indah? Bisa saja. Namun, apakah Tuhan  Allah tidak melakukan segala sesuatu secara terencana? Apakah sabda ini dilakukan secara mendadak? Apakah Tuhan Allah selalu melakukan segala sesuatu tanpa rencana, mengingat Dia mahakuasa dan penuh kemuliaan? Allah yang melakukan sesuatu secara mendadak tanpa persiapan mengandaikan Allah yang otoriter dan mau menyenangkan diriNya sendiri. Apakah kita mengerti Tuhan Allah seperti itu? Bila kita mengamini hal itu, berarti kita juga adalah anak-anak Allah yang egois dan mau menangnya sendiri.

'Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.  Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,  dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan'.  Inilah karunia indah yang hendak diterima Maria. Dia akan mengandung dan melahirkan Yesus, Anak Allah yang Mahatinggi, sebab memang Dia adalah seorang Raja agung dan mulia.

'Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah', kata malaikat itu ketika Maria bertanya bagaimana semuanya itu terjadi. Bukankah dia masih seorang diri, belum menikah?  'Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?'. Tuhan Allah akan atur segala-galanya. Allah akan bekerja secara nyata dalam diri RohNya yang kudus. Apakah dengan demikian, Allah memang berkarya secara mendadak?  Namun tak dapat disangkal, Allah tidak mau karyaNya dikalahkan oleh maut. 'Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya' (Kej 3: 5), menunjukkan program keselamatan akan tetap dilanjutkan dan memuncak pada perempuan muda yang dinubuatkan itu. Sebab dialah perempuan, yang mengandung Anak Allah yang datang ke dunia.

'Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu', jawab seorang Maria kepada malaikat itu. Apakah Maria mengerti semua yang dikatakan sang Malaikat? Sepertinya belum ditangkap semua. Namun Maria mengamini sabda dan kehendak Tuhan. Maria seperti terbiasa untuk memilih yang terbaik bagi hidupnya. Maria sepertinya terbiasa mengamini hukum Taurat yang dipelajari dan didengarkannya, sehingga ketika malaikat berbicara kepadanya, tidaklah sulit untuk mengamininya.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kiranya kamipun belajar untuk berpasrah diri dan menyerahkan hidup ini dalam bimbinganMu, karena Engkaulah sang kehidupan yang mampu melakukan segala-galanya. Ya Yesus, dampingi dan teguhkanlah iman kami kepadaMu.

Santa Perawan Maria, doakanlah kami. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu',

 

 

 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening