Jumat dalam Pekan Adven I - 4 Desember 2015

Yes 29: 17-24  +  Mzm 27  +  Mat 9: 27-31

 

 

Lectio

Pada waktu ketika Yesus meneruskan perjalanan-Nya dari sana, dua orang buta mengikuti-Nya sambil berseru-seru dan berkata: "Kasihanilah kami, hai Anak Daud."  Setelah Yesus masuk ke dalam sebuah rumah, datanglah kedua orang buta itu kepada-Nya dan Yesus berkata kepada mereka: "Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?" Mereka menjawab: "Ya Tuhan, kami percaya."  Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: "Jadilah kepadamu menurut imanmu."  Maka meleklah mata mereka. Dan Yesus pun dengan tegas berpesan kepada mereka, kata-Nya: "Jagalah supaya jangan seorang pun mengetahui hal ini."  Tetapi mereka keluar dan memasyhurkan Dia ke seluruh daerah itu.

 

 

 

Meditatio

Pada waktu ketika Yesus meneruskan perjalanan-Nya dari sana, dua orang buta mengikuti-Nya sambil berseru-seru dan berkata: 'kasihanilah kami, hai Anak Daud'. Hal menarik sungguh, ada dua orang buta terus mengikuti Yesus dan berseru-seru: kasihanilah kami, hai Anak Daud.  Dari mana mereka tahu bahwa Yesus adalah Anak Daud? Apa mereka mendengar dan mendengar dari cerita banyak orang? Apakah memang mereka telah mempelajari juga tentang Kitab Suci Perjanjian Lama, bahwasannya kelak akan datang seorang Anak Daud? Yang menarik lagi tentunya adalah mereka berjalan cepat mengikuti Yesus. Bukankah mereka orang-orang buta? Bukankah seringkali Yesus bersama rombongan berjalan dengan agak cepat? Setia kali mereka orang-orang yang mengkuti Yesus,  mendampingi dan menuntun kedua orang buta itu. Dan kedua orang buta itu dengan gesitnya juga berjalan, seperti orang-orang lain. 

Setelah Yesus masuk ke dalam sebuah rumah, datanglah kedua orang buta itu kepada-Nya.  Mengapa Yesus membiarkan mereka berjalan cukup jauh? Dan mengapa Yesus tidak segera menyembuhkan mereka, sebagaimana yang pernah kita dengar dalam cerita pengalaman Bartimeus? Apakah Yesus lupa akan sabdaNya sendiri: mintalah kamu akan mendapat, ketuklah pintu akan dibukakan?  Tega sekali, Yesus membiarkan orang buta itu berjalan jauh, sembari berteriak dan berteriak kepadaNya. Namun kedua orang buta itu tidak putus asa. Sambil tertatih-tatih mereka berdua dengan jerih payah mengikutiNya. Walau agak lambat, sampai juga kiranya mereka di rumah, tempat mana Yesus tinggal. Rumah siapa itu?  Yesus berkata kepada mereka: 'percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?'. Pertanyaan yang benar-benar menantang kedua orang buta itu. Mereka yang percaya masih dimurnikan kembali kepercayaan mereka. Apakah Yesus meragukan iman kepercayaan mereka? Apakah iman mereka belum sebesar biji sesawi? Inilah nasib  orang yang percaya kepada Yesus. Kita sudah sering berseru dan berseru, bahkan tak jarang harus menderita seperti kedua orang buta itu, Yesus masih bertanya dan bertanya kepada kita.

Mereka menjawab: 'ya Tuhan, kami percaya'. Jawaban inilah yang diperlukan Tuhan Yesus. Iman kepercayaan, dan bukannya keinginan untuk mendapatkan kesembuhan. Tuhan Yesus membutuhkan iman kepercayaan umatNya; dan itulah yang disampaikanNya kepada para murid dalam tugas perutusan mereka sebagaimana yang kita renungkan di hari pesta santo Fransiskus kemarin pergilah dan wartakanlah Injil. Barangsiapa percaya, dia akan selamat; dan dan yang tak percaya akan dihukum. 

Mendengar jawaban itu, Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: 'jadilah kepadamu menurut imanmu'.  Maka meleklah mata mereka. Iman kepercayaan mendatangkan keselamatan. Iman mendatangkan kesembuhan.  

Yesus pun dengan tegas berpesan kepada mereka, kata-Nya: 'jagalah supaya jangan seorang pun mengetahui hal ini'.  Tetapi mereka keluar dan memasyhurkan Dia ke seluruh daerah itu.bolehkan hal itu disebut sebuah pelanggaran yang tidak mendatangkan maut, sebagaimana tersurat dalam Kitab Suci?

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, jadikanlahkami orang-orang yang setia dalam bermohon. Kuatkanlah iman kepercayaan kami, agar kami juga tidak mudah putus asa.

Ya Yesus, kuduskanlah jiwa raga kami, agar kami siap menyambut kedatanganMu untuk kedua kalinya yang menyelamatkan itu. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Ya Tuhan, kami percaya'.

 

 

 

              



 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening