Jumat dalam Pekan Adven II, 11 Desember 2015


Yes 48: 17-19  +  Mzm 1  +  Mat 11: 16-19

 

 

 

Lectio

Pada waktu itu bersabdalah Yesus:  'dengan apakah akan Kuumpamakan angkatan ini? Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya: kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung.  Karena Yohanes datang, ia tidak makan, dan tidak minum, dan mereka berkata: Ia kerasukan setan.  Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya'.

 

 

 

Meditatio

'Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya: kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung', kata Yesus kepada orang-orang yang mendengarkanNya. Mengapa Yesus berkata begitu?  'Karena Yohanes datang, ia tidak makan, dan tidak minum, dan mereka berkata: ia kerasukan setan.  Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa'. Yesus berkata demikian, karena memang mereka mempunyai gambaran yang kuat tentang orang lain, bukan karena keberadaan dan peran orang yang bersangkutan, orang yang mereka lihat dan dengar, melainkan berdasar pada gambaran yang mereka miliki. Mereka melihat orang lain berdasar kesan mereka sendiri terhadao orang tu, dan bukannya berdasar kenyataan yang mereka lihat. Inilah egoisme orang-orang yang sejaman dengan Yesus Kristus. Mereka tidak mau tahu dengan karya penyelamatan Allah. Allah bertindak ini dan itu diacuhkan mereka, malah menuduh Allah bertindak tidak sebagaimana adanya.  'Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya'. Allah tidak berhenti karena penolakan umatNya, Allah tetap melakukan program kerja sebagaimana ditentukanNya sendiri. Segala yang dilakukan Yesus Anak Manusia tidak akan berubah. Aku datang hanya untuk melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku.

Allah tetap melanjutkan karyaNya walau ditolak oleh kedegilan hati umat, orang-orang yang dikasihNya. Padahal terang-terangan Allah pernah bersabda: 'Akulah TUHAN, Allahmu, yang mengajar engkau tentang apa yang memberi faedah, yang menuntun engkau di jalan yang harus kautempuh. Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti,  maka keturunanmu akan seperti pasir dan anak cucumu seperti kersik banyaknya; nama mereka tidak akan dilenyapkan atau ditiadakan dari hadapan-Ku' (Yes 47: 18-19). Sekarang malah Yesus dengan kelemah lembutanNya mengajak setiap orang untuk datang kepadaNya: datanglah keadaKU, kamu semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan membri kelegaaan kepadamu.

Sebanarnya maukah Tuhan mencabut kecenderungan insani  dalam diri umatNya, agar dengan segera umatNya menikmati sukacita ilahi? Bukankah Allah juga tidak akan berteriak-teriak mengajak umatNya? Bukankah semua umatNya akan beroleh selamat adalah kehendakNya? Apakah kalau Allah tidak mau mencabut itu berarti Allah memberi kebebasan bagi setiap orang untuk menikmati keselamatan? Apakah Allah memang membiarkan ada orang-orang yang tidak bertahan ketika AnakNya datang untuk kedua kalinya dalam kekuasan dan kemuliaan? Sepertinya begitu.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, di masa adven ini kiranya kami semakin tekun dalam merenungkan sabdaMu. Kiranya kami tidak mudah berputar-putar hanya pada diri kami sendri, melainkan semakin terbuka hanya kepadaMu. Amin.

 

 

 

Contemplatio

'Hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya'.

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening