Kamis dalam Pekan Khusus Adven, 17 Desember 2015

Kej 49:8-10 + Mzm 72 +  Mat 1: 1-17

 

 

 

Lectio

Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya, Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram, Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon, Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai, Isai memperanakkan raja Daud. Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria, Salomo memperanakkan Rehabeam, Rehabeam memperanakkan Abia, Abia memperanakkan Asa, Asa memperanakkan Yosafat, Yosafat memperanakkan Yoram, Yoram memperanakkan Uzia, Uzia memperanakkan Yotam, Yotam memperanakkan Ahas, Ahas memperanakkan Hizkia, Hizkia memperanakkan Manasye, Manasye memperanakkan Amon, Amon memperanakkan Yosia, Yosia memperanakkan Yekhonya dan saudara-saudaranya pada waktu pembuangan ke Babel. Sesudah pembuangan ke Babel, Yekhonya memperanakkan Sealtiel, Sealtiel memperanakkan Zerubabel, Zerubabel memperanakkan Abihud, Abihud memperanakkan Elyakim, Elyakim memperanakkan Azor, Azor memperanakkan Zadok, Zadok memperanakkan Akhim, Akhim memperanakkan Eliud, Eliud memperanakkan Eleazar, Eleazar memperanakkan Matan, Matan memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus. Jadi seluruhnya ada: empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus.

 

 

Meditatio

Inilah silsilah Yesus Kristus. Apakah tidak membosankan dengan menyajikan daftar nama yang panjang dalam pembukaan Injil? Tentunya tidak, bagi orang Yahudi, merupakan hal yang umum untuk memulai cerita kehidupan seseorang, untuk menemukan kemurnian asal usulnya, apalagi di sini silsilah tentang Yesus, bahwa Yesus benar-benar  anak Daud, anak Abraham. Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya, Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram, Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon, Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai, Isai memperanakkan raja Daud. Dari Abraham sampai Daud itu 14 generasi, bahwa Abraham itu bapa bangsa dan Daud adalah seorang raja terbesar bangsa Yahudi yang mempersatukan bangsa Israel pada waktu itu, yang dari keturunannya dinubuatkan akan lahir seorang Mesias.

Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria, Salomo memperanakkan Rehabeam, Rehabeam memperanakkan Abia, Abia memperanakkan Asa, Asa memperanakkan Yosafat, Yosafat memperanakkan Yoram, Yoram memperanakkan Uzia, Uzia memperanakkan Yotam, Yotam memperanakkan Ahas, Ahas memperanakkan Hizkia, Hizkia memperanakkan Manasye, Manasye memperanakkan Amon, Amon memperanakkan Yosia, Yosia memperanakkan Yekhonya dan saudara-saudaranya pada waktu pembuangan ke Babel. Ada apa sebenarnya ditegaskan dari Daud sampai pembuangan ke Babel yang jumlahnya juga 14 generasi? Apakah hanya kebetulan? Yang terpenting di sini adalah, bahwa surutnya kejayaan bangsa Israel dengan peristiwa pembuangan ke Babel ini membuat bangsa Israel semakin merindukan kedatangan seorang Mesias yang akan membebaskan mereka.

Sesudah pembuangan ke Babel, Yekhonya memperanakkan Sealtiel, Sealtiel memperanakkan Zerubabel, Zerubabel memperanakkan Abihud, Abihud memperanakkan Elyakim, Elyakim memperanakkan Azor, Azor memperanakkan Zadok, Zadok memperanakkan Akhim, Akhim memperanakkan Eliud, Eliud memperanakkan Eleazar, Eleazar memperanakkan Matan, Matan memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.

Jadi seluruhnya ada: empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus. Dari silsilah tersebut lahirlah Yesus, sebagai pemenuhan dari nubuat tentang kedatangan Mesias itu. Dialah yang akan membebaskan tidak saja bangsa Israel, tetapi seluruh umat manusia dari perbudakan dosa.

Yang terpenting dari pembagian 3 tahap generasi ini adalah mau menunjukkan, bahwa itulah perjalanan iman yang dialami oleh manusia; kebesaran/kekuasaan, keterpurukan dan mendapatkan kembali kemuliaannya lewat penebusan Yesus Kristus di kayu salib.

Yesus ternyata masuk dalam sejarah keselamatan yang sepertinya direncanakan Tuhan Allah. Kita katakan yang sepertinya, karena lepas dari rencana dan program Allah, sejarah itu sungguh nyata sebagai garis lurus yang terarah dan melalui orang-orang tertentu, dan bukannya setiap orang. Setiap orang dapat menikmati rahmat dan kasih Allah melalui orang-orang yang terpilih dan ditunjuk Tuhan Allah, walau tak dapat disangkal orang-orang yang dipilih Tuhan seringkali tidak sesuai dengan gambaran kita. Ingat ibu dari Salomo, atau Tamar, atau bahkan isteri  Ishak sendiri yang mendahulukan  Yakob daripada Esau, dan banyak lain yang ternyata orang-orang yang tidak kudus semenjak kecil telah dipilih oleh Tuhan Allah.

Yesus masuk dalam sejarah orang-orang terpilih karena peran Yusuf. Dia tidak banyak bicara tetapi benar-benar mau menerima Maria sebagai pasangan hidupnya, karena dikehendaki Allah. Dia menerima bayi, yang bukan 'miliknya' itu menjadi buah hati dalam hidupnya. Keberanian menerima kehendak Allah memang menantang tradisi dan budaya, dan kebiasaan setempat. Namun Yusuf mengutamakan kehendak da kemauan Allah yang memang sering bertentangan dengan logika insani.

Silsilah Yesus dalam sejarah manusia menunjukkan bahwa Dia Anak Manusia itu ada di tengah-tengah umatNya. Dia adalah Allah, tetapi amat menghormati sejarah umatNya, masuk dalam realitas ruang dan waktu yang diatasiNya. Dia mengatasi ruang waktu, tetapi mau mengalir dalam ruang dan waktu. Itulah Allah yang inkarnasi dalam hidup manusia. Kehadiran Allah dalam sejarah manusia memang sulit dimengerti bagi setiap orang yang mengandalkan kekuatan insani. Kita dalam segala katanya tentunya harus menggunakan kekuatan akal budi dan energi yang kita miliki, tetapi akan sempurna dan berdaya guna karya kita kalau memang kita mau melibatkan Allah dalam setiap karya pelayanan kita. Imanuel adalah spiritualitas Natal yang menyadarkan, bahwa kita tidak sendirian dalam berkarya. Ada Tuhan dan menyertai kita. Allah tidak pernah membiarkan umatNya sendiri berkarya.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, bantulah kami agar semakin menghayati kehadiranMu yang membawa keselamatan, agar kami setia dan teguh dalam menantikan kedatanganMu. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Hadirlah Tuhan Yesus menyelamatkan kami'.

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening