Kamis dalam Pekan Khusus Adven, 24 Desember 2015

2Sam 7: 1-5  +  Mzm 89  +  Luk 1: 67-79





Lectio

 

Pada waktu itu juga Zakharia, ayahnya, penuh dengan Roh Kudus, lalu bernubuat, katanya:  "Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya,  Ia menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita di dalam keturunan Daud, hamba-Nya itu,  seperti yang telah difirmankan-Nya sejak purbakala oleh mulut nabi-nabi-Nya yang kudus   untuk melepaskan kita dari musuh-musuh kita dan dari tangan semua orang yang membenci kita,  untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada nenek moyang kita dan mengingat akan perjanjian-Nya yang kudus,  yaitu sumpah yang diucapkan-Nya kepada Abraham, bapa leluhur kita, bahwa Ia mengaruniai kita,  supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepada-Nya tanpa takut,  dalam kekudusan dan kebenaran di hadapan-Nya seumur hidup kita.  Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya,  untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka,  oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita, Surya pagi dari tempat yang tinggi,  untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera."

 

 



Meditatio

 

'Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya', seru Zakharia yang melantunkan pujian kepada Tuhan Allah Israel.   'Ia menumbuhkan sebuah tanduk keselamatan bagi kita di dalam keturunan Daud, hamba-Nya itu,  seperti yang telah difirmankan-Nya sejak purbakala oleh mulut nabi-nabi-Nya yang kudus   untuk melepaskan kita dari musuh-musuh kita dan dari tangan semua orang yang membenci kita,  untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada nenek moyang kita dan mengingat akan perjanjian-Nya yang kudus,  yaitu sumpah yang diucapkan-Nya kepada Abraham, bapa leluhur kita, bahwa Ia mengaruniai kita,  supaya kita, terlepas dari tangan musuh, dapat beribadah kepada-Nya tanpa takut,  dalam kekudusan dan kebenaran di hadapan-Nya seumur hidup kita'. Zakharia tidak berkata-kata tentang anaknya, melainkan tentang sebuah Tanduk keselamatan yang akan muncul di tengah-tengah umatNya. Dia datang bukan datang dari jauh di sana, melainkan Dia ada dan datang dari keturunan Daud, hambaNya. Seperti dikatakan Maria, Zakharia juga menegaskan bahwa segala sesuatu itu telah menjadi kehendak Allah sejak awal dunia, sejak purbakala.

'Dan engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan, untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya',  sambung Zakharia yang berbicara tentang anaknya. Dia anaknya itu hanya akan mempersiapkan datangnya Tuhan. Zakharia tahu, bahwa anaknya bukanlah Dia yang akan datang. Anaknya hanya untuk mempersiapkan datangNya Dia yang dinanti-nantikan. Apakah kesadaran Zakharia ini muncul karena dia tahu, bahwa anaknya memang jawaban Tuhan akan keinginan hatinya akan lahirnya seorang anak? Tidak mungkinlah anak yang dimintanya ini adalah seorang Mesias? Adakah pemahaman seperti itu dalam diri Zakharia.  Dia yang akan datang itu harus dipersiapkan, sebab Dia itu memang Tuhan Allah. Anaknya itu ditugaskan  'untuk memberikan kepada umat-Nya pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan dosa-dosa mereka,  oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita, Surya pagi dari tempat yang tinggi,  untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan dan dalam naungan maut untuk mengarahkan kaki kita kepada jalan damai sejahtera'. Pewartaan Yohanes nanti adalah pewartaan dan pembaptisan tobat, yang semuanya ini harus mengkondisikan setiap orang untuk menerima kedatangan Sang Surya Pagi.

Tanpa adanya pertobatan hati memang Natal akan terasa kosong dan hampa, hanya sekedar pesta ramai-ramai dan tepuk tangan, dan tetap membiarkan Yesus lahir di palungan, dan bukannya di dalam keluarga dan hati kita. Natal mengingatkan kita agar kita berani memberikan tempat yang nyaman bagi Yesus dalam keluarga kita. Dia datang. Immanuel, maka kita berikan kesempatan tinggal di dalam hati kita.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kiranya di masa pertobatan ini kami sungguh-sungguh mempersiapkan diri, khususnya hati kami, dalam menyambut kedatanganMu dengan penuh syukur dan sukacita. Sebab telah datang bagi kami sang Immanuel, Penyelamat dunia. Amin

 

 

Contemplatio

'Anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan, untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya'.

 







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening