Malam Natal, Pujilah Tuhan, 25 Desember 2015

Yes 9: 1-6  +  Tit 2: 11-14  +  Luk 2:1-14

 

 

 

Lectio

Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia. Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria. Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri. Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya, yang sedang mengandung. Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.

Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan. Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan." Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya: "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepadaNya."

 

 

Meditatio

Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia. Untuk apa kaisar Agustus memerintahkan mendaftar semua orang di seluruh dunia? Daerah mana saja yang menjadi kekuasaan kerajaan Romawi waktu itu? Seluruh dunia yang dimaksudkannya adalah daerah-daerah yang menjadi kekuasaannya? Namun inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria. Rupa-rupanya ini adalah sensus penduduk yang pertama kali dilakukan Kirenius di Syria. Yudea adalah bagian dari wilayah Syria. Ada kemajuan hidup berpolitik yang dikerjakan kaisar Agustus. Para pejabat pemerintah memang hanya satu tugasnya, yakni mensejahterahkan masyarakat.

Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri. Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud. Pada jaman itu tempat asal usul  nenek moyang suku-suku  tua amat dihormati. Mereka harus ingat dari mana mereka berasal, dan daerah asal menjadi referensi bagi setiap orang. Maka Jusuf yang adalah keturunan Daud kembali ke Betlehem, kota tempat leluhurnya itu untuk mendaftarkan diri bersama-sama dengan Maria, tunangannya, yang sedang mengandung.  Maria harus mengikuti Yusuf, karena dunia patriakhal hanya menghormati kaum adam. Kaum lelaki harus mendapatkan perhatian pertama. Yusuf sadar sungguh, bahkan tentunya bangga diri sebagai keturunan raja Daud. Apakah Yusuf sadar,bahwa isterinya sedang berbadan dua dan tetap mengajaknya untuk pergi ke Betlehem? Apakah Yusuf sadar bahwa bukankah perempuan dalam keadaan hamil tua harus banyak istirahat, supaya tidak terjadi kontraksi urat syarat dalam tubuhnya?  Padahal perjalanan dari Nazaret ke Betlehem kira-kira 120 km.

Ketika mereka sampai di Betlehem tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin, Dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan. Janganlah kita berpikir penginapan yang seperti sekarang ini, yang paling sederhana sekalipun, tetapi penginapan pada jaman itu adalah tempat persinggahan bagi para musafir yang masih sangat primitif. Semacam pondok dan tentunya ada tempat makan untuk ternak juga para musafir. Di tempat makan ternak itulah, yakni palungan, bayi Yesus yang baru lahir dibaringkan. Apakah Yesus lahir di kandang atau gua seperti kebanyakan pemahaman kita, di Injil tidak pernah disebutkan bahwa Yesus lahir di kandang atau gua. Namun jelas di suatu tempat yang kurang layak,  karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.  Adanya palungan menandakan Yesus hadir ketiga kalinya di dunia ini adalah di palungan, tempat makan ternak.  Yesus pertama kali hadir pertama kalinya ada dalam hati Maria, dan yang kedua dalam rahimnya yang kudus. Apakah peristiwa ini melambangkan akan terjadinya penolakan bagi Yesus, kehadiran yang ditolak dan tidak diterima bangsaNya sendiri?

Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. Gembala adalah orang-orang yang hidupnya sederhana, yang oleh orang Yahudi tidak dihormati, dianggap orang kelas rendahan; sebaliknya mereka menganggap dirinya sendiri  baik. Namun justru di antara para gembala yang dianggap rendah tersebut itulah, dan bukannya para imam kepala khususnya,  berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan. Malaikat adalah utusan Allah, justru hadir di antara para gembala. Mengapa pilihan para malaikat jatuh kepada para gembala? Bukankah kaum Farisi, para ahli Taurat dan tua-tua bangsa lebih mewakili bangsa Israel, umat pilihan Allah?  

'Jangan takut', tegas para malaikat. Kalau mereka takut, amatlah wajar. Lain soal, kalau mereka itu para imam yang biasa tinggal di bait Allah, sebagaiamana dinikmati oleh Zakharia.  Sungguh tidak wajar. Jangan takut,  'sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa'.  Kesukaan itu adalah  'hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud'. Sungguh mengagumkan amanat Allah pertama disampaikan kepada orang-orang yang sederhana, bahwa akan lahir seorang Juruselamat. Segala yang pernah dinubuatkan para nabi, hari ini benar-benar terjadi, bahwa sang Imanuel datang ke tengah-tengah umatNya. Dia tidak berdiam diri di sana. Dia datang ke tengah umatNya untuk menyelamatkan mereka semua. Dia lahir dan bukan dijadikan. Dia sehakikat dan Allah Bapa dan menjadi manusia, sama seperti seperti kita semua, kecuali dalama hal dosa.

'Inilah tandanya bagimu: kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan'.  Inilah kesulitan bagi banyak orang untuk menerima Yesus Kristus sebagai Allah yang menjadi manusia.  Padahal sebagaimana yang dinubuatkan: Dia yang lahir itu akan hadir dalam keagungan dan semarak.  Pada Dia tampak  'lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini' (Yes 9: 5-6). KenyataanNya tidakla demikian.  KehadiranNya tidak membawa tanda-tanda keajaiban; dan tidaklah seperti yang dialami Yohanes Pembaptis di saat kelahiranya. Di satu pihak, dinyatakan Kristus Tuhan lahir, tetapi dilain pihak hanya dinyatakan pada seorang bayi terbaring di palungan. Kelahiran Yesus terjadi secara kontroversial.

'Tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya: "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepadaNya." Kelahiran seorang bayi biasanya disambut dengan penuh sukacita oleh keluarganya, tetapi khusus bayi Yesus  disambut dengan puji-pujian para malaikat surgawi.  Sungguh kita dapat merasakan betapa sederhananya kelahiran Anak Allah tersebut, yang mau menjadi sama seperti kita, agar dapat memahami hidup kita sebagai manusia biasa, kasihNya yang begitu besar datang bukan sebagai Raja yang gagah perkasa, tetapi dengan kesederhanaanNya untuk orang-orang sederhana yang mau menerima Dia.  Namun tak dapat disangkal, bahwa 'kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata'. Dia lahir dan datang untuk kita, malah sengaja 'Dia menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik' (Tit 2: 13).

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, buatlah hati kami penuh kesederhanaan agar layak menyambut kedatanganMu, dan dapat bersyukur karenanya. Sebab Engkaulah sang Penyelamat yang datang dan rela berkorban demi keselamatan kami. Amin

 

 

Contemplatio

'Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan'.



 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening