Minggu dalam Pekan Adven II, 13 Desember 2015

Zef 3: 14-18  +  Fil 4: 4-7 +  Luk 3: 10-18

 

 

 

Lectio

Pada suatu kali orang banyak bertanya kepada Yohanes:  "jika demikian, apakah yang harus kami perbuat?"  Jawabnya: "Barangsiapa mempunyai dua helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya, dan barangsiapa mempunyai makanan, hendaklah ia berbuat juga demikian."  Ada datang juga pemungut-pemungut cukai untuk dibaptis dan mereka bertanya kepadanya: "Guru, apakah yang harus kami perbuat?"  Jawabnya: "Jangan menagih lebih banyak dari pada yang telah ditentukan bagimu."  Dan prajurit-prajurit bertanya juga kepadanya: "Dan kami, apakah yang harus kami perbuat?" Jawab Yohanes kepada mereka: "Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu."  Tetapi karena orang banyak sedang menanti dan berharap, dan semuanya bertanya dalam hatinya tentang Yohanes, kalau-kalau ia adalah Mesias,  Yohanes menjawab dan berkata kepada semua orang itu: "Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia yang lebih berkuasa dari padaku akan datang dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.  Alat penampi sudah di tangan-Nya untuk membersihkan tempat pengirikan-Nya dan untuk mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung-Nya, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan."  Dengan banyak nasihat lain Yohanes memberitakan Injil kepada orang banyak.

 

 

 

Meditatio

Pada suatu kali orang banyak bertanya kepada Yohanes:  'apakah yang harus kami perbuat?'. Menarik juga, bahwasannya mereka bertanya dan bertanya untuk hidup lebih baik.  Jawabnya: 'barangsiapa mempunyai dua helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya, dan barangsiapa mempunyai makanan, hendaklah ia berbuat juga demikian'. Orang diajak untuk berani berbagi dengan sesamanya, terlebih bagi mereka yang menderita.  

Ada datang juga pemungut-pemungut cukai untuk dibaptis dan mereka bertanya kepadanya: 'Guru, apakah yang harus kami perbuat?'. Mengapa para pemungut bertanya juga? Apakah tidak cukup dengan pernyataan Yohanes sebelumnya? Apakah mereka merasa sebagai pemula, apalagi mengingat posisi mereka yang terkena cap sebagai kaum pendosa?  Jawab Yohanes:  'jangan menagih lebih banyak dari pada yang telah ditentukan bagimu'. Pernyataan Yohanes ini benar-benar mengantarkan akan kesalahan terbesar dari para pemungut, yang sepertinya mengambil untung yang sebesar-besarnya dari para kreditur. Mereka tidak ubahnya sebagai lintah darat. Pertobatan berarti meninggalkan seluruh cara hidup lama, yang memberi kepuasan dan kenyamanan diri.   

Demikian juga prajurit-prajurit bertanya kepadanya: 'dan kami, apakah yang harus kami perbuat?'. Mengapa mereka bertanya dan bertanya? Apakah mereka sadar akan tindak kekerasan yang mereka lakukan?  Apakah mereka selalu bermain senjata?  Jawab Yohanes kepada mereka: 'jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu'. Para prajurit tampaknya sering memeras rakyat, dan bertindak semena-mena, karena merasa mempunyai senjata.  

Tetapi karena orang banyak sedang menanti dan berharap, dan semuanya bertanya dalam hatinya tentang Yohanes, kalau-kalau ia adalah Mesias. Kehadiran Mesias memang menjadi kerinduan setiap orang, karena memang Dialah Penyelamat. Dialah sang Empunya kehidupan. Mereka merindukan sang Mesias, karena memang Mesias itu adalah 'TUHAN Allahmu yang hadir nyata sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai,  seperti pada hari pertemuan raya', yang dengan tegas berjanji: 'Aku akan mengangkat malapetaka dari padamu, sehingga oleh karenanya engkau tidak lagi menanggung cela.  Sesungguhnya pada waktu itu Aku akan bertindak terhadap segala penindasmu, tetapi Aku akan menyelamatkan yang pincang, mengumpulkan yang terpencar dan akan membuat mereka yang mendapat malu menjadi kepujian dan kenamaan di seluruh bumi'  (Zef 3: 17-19). Sungguh wajarlah, kalau semua orang merindukan kehadiranNya.   Yohanes menjawab dan berkata kepada semua orang itu: 'Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia yang lebih berkuasa dari padaku akan datang dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak'. Dengan jujur Yohanes mengatakan siapakah dirinya; dan sekaligus dia menegaskan bahwa Dia yang akan datang itu lebih agung dan mulia. Dibandingkan dengan Dia yang akan datang, dirinya seorang yang sungguh-sungguh tidak layak di hadapannya. Banyak orang mengagung-agungkan dirinya, tetapi Yohanes tetap mengarahkan pada Dia yang akan datang itu.  'Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.  Alat penampi sudah di tangan-Nya untuk membersihkan tempat pengirikan-Nya dan untuk mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung-Nya, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan'. Baptisan Yesus adalah baptisan keselamatan, sebab memang bukan sekedar pengucuran atau pencelupan seseorang ke dalam air, melainkan pengudusan dalam darah sang Penyelamat yang mengurbankan diriNya. Seseorang yang dibaptis malah disatukan dalam Tritunggal Bapa, Putera dan Roh Kudus. Baptislah mereka dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus.  

Dengan banyak nasihat lain Yohanes memberitakan Injil kepada orang banyak.

Kita bukanlah orang-orang yang menantikan kedatangan Yesus di 2000 tahun lalu. Kita malah orang-orang yang menikmati karya penyelamatanNya itu yang memang telah diawali secara kasat mata dalam kehadiranNya dalam sejarah manusia, dalam kehidupan sehari-hari. Kita bukan orang-orang yang menanti-nantikan, tetapi kita adalah orang-orang yang menikmati keselamatanNya itu. Namun tak dapat disangkal, kita adalah orang-orang yang menanti-nantikan kedatanganNya kembali dalam kemuliaan dan kuasa. Paulus menegaskan : 'bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!  Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat!' (Fil 4: 4-5). Paulus menegaskan demikian sebab sukacita di dalam Allah adalah ciri khas dari setiap orang-orang yang menikmati keselamatan Allah. Orang-orang yang menikmati kehadiran Allah.

Masa Adven adalah kesempatan bagi kita untuk latihan bersukacita selalu bersama Dia.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, bantulah kami dengan terang Roh KudusMu, agar dengan setia menantikan kedatanganMu yang kedua dengan penuh sukacita dan pengharapan; dan sukacitaMu itu kami ungkapkan dalam kasih terhadap sesama. Amin.

 

 

 

Contemplatio

               'Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia yang lebih berkuasa dari padaku akan datang dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak'.

 

 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening