Pesta santo Fransiskus Xaverius, 3 Desember 2015


1Kor 9: 16-23  +  Mzm 117  +  Mrk 16: 15-20

 

 

Lectio

Pada waktu itu juga bersabdalah Yesus kepada para muridNya: 'pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.  Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,  mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."

Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

 

 

 

Meditatio

'Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk', tegas Yesus kepada para muridNya. Injil harus diwartakan kepada segala makhluk, entah hidup atau mati, entah manusia, hewan atau pun tanam-tanaman. Kenapa kepada segala makhluk, bukan hanya kepada umat manusia yang mempunyai akal budi dan kehendak bebas? Bukankah yang mengharapkan keselamatan juga hanya kita manusia? Apakah karena memang Tuhan Allah mencintai segala ciptaanNya, maka semua perlu diselamatkan?  'Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum'.  Semua diselamatkan, tetapi dengan mengandaikan adanya kepercayaan dan baptisan, maka tentunya makhluk hidup di sini yang dimaksudkan adalah seluruh umat manusia saja. Percaya dan dibaptis berarti percaya dan menyatukan diri denganNya. Umat yang percaya kepada Tuhan adalah orang-orang yang menyatukan diri sebagai umat Allah, yang menghendaki kedamaian dan keadilan bagi semua, yakni semua orang yang menyatakan diri sebagai umat milik Allah. Inilah tanda-tanda umat yang percaya kepada Allah, yakni mereka semua yang menghendaki keselamatan. Maka mereka yang tidak percaya tentunya mereka yang tidak menginginkan keselamatan, sebab keselamatan hanya terjadi dalam Tuhan Allah.

Bila pembaptisan adalah tanda yang menyatukan seluruh umat manusia, mengapa seringkali kita masih membedakan agama dan beda Gereja? Itulah kelemahan kita manusia. Sebab dari sudut pandang Tuhan Allah, orang-orang yang diselamatkan bukanlah berdasarkan agama dan Gereja, melainkan hanya semata-mata kepercayaan yang menyatukan setiap orang di hadapanNya. Aku sebagai Tuhan tidak memandang kalian berdasarkan agamanya,mungkin seperti itulah kata Tuhan kelak di akhir jaman.

'Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,  mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh'.  Hebat kali memang orang-orang yang percaya kepadaNya. Apakah semua orang yang percaya sekarang mempunyai tanda seperti yang dikatakan Yesus tadi? Orang-orang yang percaya kepadaNya kiranya dapat mempunyai pelbagai karunia seperti itu, sebab bukankah bagi Tuhan tidak ada yang mustahil? Bukankah juga Allah menghendaki semua orang bahagia dan beroleh selamat?

Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. Yesus terangkat ke surga , karena memang Dialah Allah yang menjadikan manusia. Allah tinggal di tengah-tengah umatNya. Dia duduk di sebelah kanan Allah, karena memang Allah dan Anak Manusia itu Satu. Mereka itu adalah Dia. Dialah Tritunggal Allah yang mahakudus. Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya. Para murid pergi mewartakan sabda dan kehendak Tuhan. Namun tak dapat disangkal, banyak orang yang percaya kepada Tuhan Allah karena pewartaan para Rasul, ikut ambil bagian dalam karya pewartaan kabar keselamatan. Satu di antaranya adalah sang Fransiskus Xaverius. Dia adalah seorang yang getol dalam mewartakan sabda dan kehendak Tuhan.

Mengapa Fransiskus begitu getol mewartakan Injil? Dia bersemangat mewartakan Injil, tentunya karena Yesus Kristus sendiri yang dicintainya, yang dikaguminya, dan yang dipercayainya, bahwa Dialah satu-satunya sang Penyelamat. Karena cintanya itulah , maka dia ingin juga semua orang bisa menikmati keselamatan yang luhur dan mulia itu. 'Jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil. Dan inilah sukacitaku, bahwasannya aku boleh memberitakan Injil tanpa upah, dan bahwa aku tidak mempergunakan hakku sebagai pemberita Injil' (1Kor 9- 16-18).

Kita orang-orang beriman di pesta santo Fransiskus juga diajak bergembira atas keselamatan yang dilimpahkan kepada kita, dan kita pun tentunya harus berani berbagi keselamatan juga dengan sesama.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kami yang telah Kau selamatkan lewat pembaptisan, kiranya semakin berani dalam memberitakan InjilMu kepada setiap orang, agar semakin banyak lagi orang yang mengalami Engkau dan diselamatkan.

Santo Fransiskus Xaverius, doakanlah kami. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum'.  

 

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening