Rabu dalam Pekan Adven II, 9 Desember 2015

Yes 40: 25-31  +  Mzm 103  +  Mat 11: 28-30

 

 

 

Lectio

Pada waktu tu bersabdalah Yesus: 'marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.  Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan'.

 

 

 

Meditatio

Pada waktu tu bersabdalah Yesus: 'marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat'. Siapakah yang dimaksudkan dengan yang letih lesu dan berbeban berat? Apakah termasuk kaum Farisi dan para ahli Taurat? Apakah mereka itu adalah orang-orang miskin dan berkekurangan? Atau memang adakah orang yang kaya raya tetapi letih lesu dan berbeban berat. Bukankah mereka selalu bersenang-senang? Yang jelas mereka yang segar bugar dan merasa diri kuat dan perkasa, tidak dipanggilNya.  'Aku akan memberi kelegaan kepadamu'. Yesus memanggil mereka sepertinya karena ingin membantu dan menolong mereka. Yesus akan memberi kelegaan dan penghiburan. Kelegaan yang bagaimana yang dimaksudkanNya? Tentunya tidak seperti yang diberikan oleh dunia. Kalau seperti yang diberikan dunia, apa gunanya para murid, dan kita semua mengikuti Dia? Ada sesuatu yang indah dan mulia yang diberikanNya.

Apakah Yesus berkata demikian, karena memang Dialah Allah yang hendak menyatakan sungguh kasih Allah kepada umatNya, yang pernah berkata: 'Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. Orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah?' (Yes 40: 29-31). Dengan ajakanNya itu Yesus hendak mengatakan, bahwa memang Dia datang hendak menjabarkan, menyatakan dan membuktikan bahwa Allah itu benar-benar maharahim adaNya. Dia penuh kasih dan sayang.

'Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan'. Yesus tidak memberikan beban, yang tidak disentuhNya sendiri, sebagaimana banyak dilakukan oleh kaum Farisi dan ahli-ahli Taurat, yang memang suka memberi beban kepada orang lain. Yesus sendiri telah memanggul kuk kehidupan, dan Dia mengajak orang untuk menikmatinya. Makanya Yesus berani berkata: belajarlah dari padaKU, karena memang Yesus sendiri telah melakukannya bagi kita. Barangsiapa mau mengikuti Aku, tetapi tidak mau menyangkal diri, memikul salib dan mengikuti Aku, tidak layak menjadi muridKu. Yesus malah mau mengajarkannya bagaimana memikulnya. Yesus sendiri dengan jujur mengatakan Aku ini lemah lembut dan rendah hati. Dia bukan hendak menyombongkan diri, karena memang Dia mau mengajarkannya kepada orang lain. Malah barangsiapa berani memikul kuk yang diberikanNya, jiwa seseorang akan merasa tenang dan damai.  'Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan'. Kuk mana yang diberikan Yesus itu benar-benar enak dan ringan? Mari kita ingat-ingat, kita yang biasa memanggul kuk yang diberikan Kristus, kita yang biasa menghayati firmanNya, mana yang membuat kita terasa ringan dan enak?

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, lewat sabdaMu ini Engkau mengajak kami untuk datang, tinggal dan belajar bersama Engkau, menikmati kasihMu itu di dalamnya sehingga kami mendapatkan ketenangan dan kedamaian bagi jiwa kami. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan'.

 

 

 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening