Rabu dalam Pekan Khusus Adven, 23 Desember 2015

Mal 3: 1-4  +  Mzm 25  +  Luk 1: 57-66





Lectio

 

Pada waktu itu genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin dan ia pun melahirkan seorang anak laki-laki.  Ketika tetangga-tetangganya serta sanak saudaranya mendengar, bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia.  Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya, tetapi ibunya berkata: "Jangan, ia harus dinamai Yohanes."  Kata mereka kepadanya: "Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian." Lalu mereka memberi isyarat kepada bapanya untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya kepada anaknya itu.  Ia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini: "Namanya adalah Yohanes." Dan mereka pun heran semuanya.  Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah.  Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea.  Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: "Menjadi apakah anak ini nanti?" Sebab tangan Tuhan menyertai dia.

 

 

 



Meditatio

 

Pada waktu itu genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin dan ia pun melahirkan seorang anak laki-laki.  Ketika tetangga-tetangganya serta sanak saudaranya mendengar, bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia.  Segala yang pernah dikatakan malaikat kepada Zakharia bahwa 'banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu' (Luk 1: 14), benar-benar terjadi. Kelahiran Yohanes membuat banyak orang heboh dan berkata-kata tentang dia. Di manakah Zakharia? Apakah dia juga ikut bersukacita? Tentunya, hanya saja dia tidak membuka suara, karena suaranya dibuat hilang oleh malaikat Gabriel.

Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya.  Bukankah seorang ayah memang benar-benar berperan dalam keluarga? Nama Zakharia tentunya harus tercantum dalam nama sang anak, karena dia adalah seorang imam yang mengalami kasih Allah, dan banyak orang mengetahui peristiwa yang terjadi saat itu. Tetapi ibunya berkata: 'jangan, ia harus dinamai Yohanes'. Ya benar,  'namanya adalah Yohanes', sahut Zakharia yang meneruskan nama anaknya di sebuah batu tulis. Zakharia memberi kepastian nama itu mengingat sabda Gabriel sendiri kepada dirinya. Yohanes adalah pemberian Allah kepada umatNya, walau tak dapat disangkal 'tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian'.

Pemberian nama Yohanes berarti Zakharia sejak saat itu mengamini sabda Allah secara penuh. Zakharia mengamini sabda Allah dengan hati, maka seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah. Kata-kata hati lebih menyelamatkan daripada kata-kata bibir yang seindah apapun.  Kelahiran Yohanes semakin membuat dunia gempar adanya. Sebab pemberian nama itu membuat  semua orang yang tinggal di sekitarnya ketakutan, dan malah segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea.  Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: 'menjadi apakah anak ini nanti,  sebab tangan Tuhan menyertai dia'.

Apakah memang kedatangan seorang utusan Tuhan mengakibatkan kehebohan di antara umatNya?  'Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu.  Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah'  (Mal 4: 5-6). Apakah kehebohan Yohanes memenuhi kriteria sebagaimana yang dinubuatkan oleh Maleakhi? Kelahiran utusan Allah memang banyak mendatangkan kehebohan umatNya, tetapi tidaklah demikian dengan kelahiran sang Al Masih. Tidak banyak orang yang mengetahui. Dia malah diasingkan. Dia hanya didapat oleh para gembala. Hanya saja memang para malaikat sendiri yang heboh dan ribut menyanyikan pujian Gloria in Excelsis Deo. Kelahiran Yesus memang tidak bersuara.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, bantulah kami agar dapat melihat segala peristiwa dari iman dan memahami kehendakMu, bukan sibuk dengan yang bersifat lahiriah. Sebab hanya sabda dan kehendakMu yang mendatangkan keselamatan bagi kami. Amin

 

 

Contemplatio

'Tangan Tuhan menyertai dia'.

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening