Sabtu dalam Pekan Adven I, 5 Desember 2015

Yes 30: 19-26  +  Mzm 147  +  Mat 9:35 – 10:1.6-8

 

 

Lectio

Pada waktu Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.  Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu."

Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan. KataNya kepada mereka: 'pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat'.

 

 

 

Meditatio

Pada waktu Yesus berkeliling ke semua kota dan desa. Yesus masuk keluar kota dan desa, tiada istilah lelah bagi dirinya.  Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. Pewartaan kabar sukacita dan karya penyembuhan dipandangNya sebagai satu kesatuan. Bukankah kabar sukacita itu bukan sekedar perasaan, tetapi benar-benar kenyataan yang memang harus dirasakan secara insani? Karya pewartaan Yesus menarik banyak orang. Banyak orang datang dan membawa orang-orang sakit untuk disembuhkanNya.  Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. Kawanan domba tanpa gembala memang mengandaikan tercerai-berainya mereka. Tidak ada yang diikuti, tidak ada suara yang mereka dengar. Tidak ada yang memanggil mereka.

'Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit', kata Yesus kepada para muridNya. 'Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu'. Para murid diajak untuk ikut terlibat memikirkan dan bertanggungjawab atas terbatasnya para pekerja untuk kebun anggur, atau terbatas para gembala untuk kawanan domba yang besar jumlahnya. Jumlah kawanan dan tuaian tidak seimbang dengan keberadaan para gembala dan pekerja kebun anggur. Apakah Yesus tidak mau mengutus langsung para gembala dan para pekerjaNya? Bukankah semuanya itu demi umat yang kudus, milikNya sendiri? Apakah permintaan Yesus ini juga bisa diartikan agar sang Empunya tuaian tidak mendatangkan pekerja asing dari luar daerah, yang mungkin memakan biaya yang relatif tinggi? Mengapa kita tidak langsung bersikap mandiri?

Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan. Apakah Yesus dengan memberi mereka kuasa kepada murid-muridNya ini hendak meneguhkan bahwa barangsiapa mau bekerja untuk kebun anggur atau sebagai gembala bagi kawanan domba akan mendapatkan bantuan yang sama daripadaNya? Yesus tidak hanya meminta orang-orang untuk mendapatkan para pekerja kebun anggur, tetapi Dia akan mendampingi dan melayani mereka. Yesus tidak membiarkan mereka bekerja sendirian. KataNya kepada mereka: 'pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel'. Mengapa Israel dan bukannya segala makhluk yang hidup, sebagaimana dikatakanNya sendiri, seperti yang dikutip oleh Markus?  Israel memang adalah umat pilihan Allah semenjak semula, tentunya sangat wajarlah kalau mendapatkan prioritas dalam karya pelayanan; walau tak dapat disangkal  Yesus tak segan-segan berkata: 'Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu' (Mat 21: 43). Semuanya bisa terjadi bila umat yang dipilihNya tidak menaruh perhatian kepadaNya, sang Pemilik Kebun Anggur, sang Empunya tuaian.

Israel menjadi pilihanNya, sebab Allah sendiri pernah mengatakan: 'sungguh, hai bangsa di Sion yang diam di Yerusalem, engkau tidak akan terus menangis. Tentulah Tuhan akan mengasihani engkau, apabila engkau berseru-seru; pada saat Ia mendengar teriakmu, Ia akan menjawab.  Dan walaupun Tuhan memberi kamu roti dan air serba sedikit, namun Pengajarmu tidak akan menyembunyikan diri lagi, tetapi matamu akan terus melihat Dia' (Yes 30: 19-20).

'Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat'. Pesan Yesus ini kiranya semakin cocok dikenakan kepada setiap orang yang merindukan keselamatan, yang merindukan kedatanganNya kembali kelak di akhir jaman.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kami bersyukur atas panggilanMu pada kami dalam misiMu di dunia ini, melalui tugas pelayanan kami masing-masing, dengan membawa kabar sukacita kepada sesama. Dampingi dan teguhkanlah kami selalu, ya Yesus. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat'.

 

 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening