Sabtu dalam Pekan Adven II, 12 Desember 2015

Sir 48: 1-11  +  Mzm 80  +  Mat 17: 10-13

 

 

 

Lectio

Pada suatu kali murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: "mengapa ahli-ahli Taurat berkata bahwa Elia harus datang dahulu?"  Jawab Yesus: "Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu  dan Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka."  Pada waktu itu mengertilah murid-murid Yesus bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis.

 

 

 

Meditatio

Pada suatu kali murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: "mengapa ahli-ahli Taurat berkata bahwa Elia harus datang dahulu?". Mengapa para murid bertanya demikian? Kapan mendengar apa yang dikatakan para ahli Taurat? Apakah mereka mendengar langsung dari para ahli Taurat, atau kata orang saja?  Jawab Yesus: "memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu  dan Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka". Penegasan  Yesus membenarkan apa yang dikatakan para ahli Taurat, yang memang mereka pelajari dari nubuat para nabi. Elia sudah datang dan mendapatkan perlawanan dari orang-orang yang ada di sekitarnya. Mereka semua bertindak demikian, karena memang mereka menggambarkan kejadian nabi dan semua orang yang diutus Allah sesuai dengan kemauan mereka, dan bukannya kemauan Allah, Penyelamat.  Pada waktu itu mengertilah murid-murid Yesus bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis. Mereka begitu mudah menanggap keterangan Yesus. Apakah karena penyataan Yesus sendiri bahwa Yohanes itu adalah Elia, sebagaimana pernah dikatakanNya sendiri? (Mat 11).

Elia memang mempunyai nama harum dalam diri umat Israel. Penampilan  nabi Elia itu 'bagaikan api, yang perkataannya laksana obor membakar.  Atas firman Tuhan langit dikunci olehnya, dan api diturunkannya sampai tiga kali.  Dalam olak angin berapi engkau diangkat, dalam kereta dengan kuda-kuda berapi.  Engkau tercantum dalam ancaman-ancaman tentang masa depan untuk meredakan kemurkaan sebelum meletus, dan mengembalikan hati bapa kepada anaknya serta memulihkan segala suku Yakub.  Berbahagialah orang yang telah melihat dikau, dan yang meninggal dengan kasih mereka, sebab kamipun pasti akan hidup pula' (Sir 48).

"Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka", tambah Yesus kepada para murid. Derita Anak Manusia tentunya lebih hebat daripada nabi lainnya. Namun secara sengaja memang itu semuanya diterima, karena memang itulah yang menjadi kehendak Bapa bagi AnakNya yang tunggal. Dia diserahkan kepada orang-orang yang dikasihiNya, dan membiarkan AnakNya terpaku pada salib. Sang Anak Manusia juga sadar, bahwa cawan itu tidak dibiarkan berlalu begitu saja daripadaNya. Yesus berani menerima cawan yang diberikan Bapa kepadaNya. Semuanya dilakukan sang Anak Manusia guna menjadi tebusan bagi seluruh umatNya.

Namun kedatanganNya kembali kelak, bukan lagi dalam derita dan salib, melainkan dalam kemuliaan semarak, karena memang pada waktu itulah semua orang yang merindukan keselamatan akan menikmatinya dengan penuh syukur.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, berilah kami kerendahan hati dalam persiapan menyambut kedatanganMu, berani melepaskan keduniawian dan datang kepadaMu serta semakin mengerti kehendak Bapa yang menyelamatkan. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka".

 

 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening