Selasa dalam Pekan Adven III, 15 Desember 2015

Zef 3: 3-13  +  Mzm 34  +  Mat 21: 28-32

 

 

 

Lectio

Pada suatu kali Yesus memberi pengajran ini: 'apakah pendapatmu tentang ini: Seorang mempunyai dua anak laki-laki. Ia pergi kepada anak yang sulung dan berkata: Anakku, pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur.  Jawab anak itu: Baik, bapa. Tetapi ia tidak pergi.  Lalu orang itu pergi kepada anak yang kedua dan berkata demikian juga. Dan anak itu menjawab: Aku tidak mau. Tetapi kemudian ia menyesal lalu pergi juga. Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?" Jawab mereka: "Yang terakhir." Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah.  Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya. Tetapi pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal percaya kepadanya. Dan meskipun kamu melihatnya, tetapi kemudian kamu tidak menyesal dan kamu tidak juga percaya kepadanya."

 

 

 

Meditatio

'Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki. Ia pergi kepada anak yang sulung dan berkata: anakku, pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur.  Jawab anak itu: baik, bapa, tetapi ia tidak pergi.  Lalu orang itu pergi kepada anak yang kedua dan berkata demikian juga, dan anak itu menjawab: aku tidak mau, tetapi kemudian ia menyesal lalu pergi juga. Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?', tanya Yesus kepada para imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi. Sebuah pertanyaan yang indah. Apakah mereka mengerti perumpamaan yang disampaikan kepada mereka?  Jawab mereka: 'yang terakhir'. Pintar juga mereka, yang dengan jelas mengerti dan memahami apa yang menjadi isi pertanyaan itu. Namun apakah mereka mengerti maksud yang disampaikan Yesus dalam perumpamaan itu? Minimal mereka mengerti bahwa setiap orang harus kommit dengan apa yang telah dikatakan dan dijanjikannya sendiri. Katakan ya kalau memang kita siap melakukan, dan katakan tidak kalau memang kita tidak mau melakukannya. Ketegasan seseorang tampak dalam keselarasan antara kata-kata dan perbuatan.

'Aku berkata kepadamu', tegas Yesus kepada mereka semua,  'sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah'. Wow! Pahit juga penyataan Yesus kepada mereka. Mengapa Yesus berkata demikian?  'Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya', malah kalian anggap sebagai orang kerasukan, karena dia tidak makan dan tidak minum,  'tetapi pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal percaya kepadanya'. Mereka kaum pendosa mendapatkan sukacita, karena mereka begitu antusias menyambut kedatangan Kristus. Tidaklah demikian dengan para imam kepala, sebab  'meskipun kamu melihatnya, tetapi kemudian kamu tidak menyesal dan kamu tidak juga percaya kepadanya'.  Mereka bangga dan bergembira dengan kedatangan sang Al Masih. Orang-orang yang masuk ke dalam Kerajaan Allah adalah mereka yang  menerima Yesus Kristus dengan sukacita. Kiranya ucapan Paulus kembali hendaknya kita ingat:  'bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: bersukacitalah!  Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat!' (Fil 4: 4-5).

Kita bukanlah orang-orang seperti tua-tua bangsa Yahudi dan para imam kepala. Kiranya kita harus semakin yakin, bahwa kita adalah 'sisa-sisa Israel itu. Mereka tidak akan melakukan kelaliman atau berbicara bohong; dalam mulut mereka tidak akan terdapat lidah penipu; ya, mereka akan seperti domba yang makan rumput dan berbaring dengan tidak ada yang mengganggunya'  (Zef 3: 13). Kiranya segala keindahan dan kenikmatan hidup yang kita rasakan mampu membuat kita selalu bersukacita bersama Kristus, yang akan datang kembali ke tengah-tengah kita.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, di masa Adven ini mampukan kami untuk semakin dapat bersyukur atas rahmat kasihMu dan bersukacita dalam menantikan kedatanganMu. Terlebih lagi sukacita tersebut dapat dinikmati juga oleh orang lain. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah'.                

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening