Selasa dalam Pekan Khusus Adven, 22 Desember 2015

1Sam 1: 24-28  +  Mzm  +  Luk 1: 46-56





Lectio

 

Pada waktu itu berkatalah Maria: "Jiwaku memuliakan Tuhan,  dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,  sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia,  karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus.  Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia.  Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya;  Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah;  Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa;  Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya,  seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya."

Dan Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya.

 

 



Meditatio

 

'Jiwaku memuliakan Tuhan,  dan hatiku bergembira', kata Maria dalam alunan pujian kepada Tuhan Allah. Karena apa dia memuliakan Tuhan?  'Karena Allah, Juruselamatku,  sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya'. Maria sungguh sadar bahwa segala yang baik dan indah yang dinikmati hanya karena Allah, dan malah keberanian kita merundukkan diri di hadapanNya akan membuat kita benar-benar orang yang berbahagia. Benarlah apa yang dikatakan Elizabet kemarin: 'berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana'. Hanya orang-orang yang percaya kepada Allah akan menikmati kehendak Tuhan yang menyelamatkan itu. Hanna pun pernah mengalami hal yang indah dan mempesona dengan terkabulnya doa yang dipanjatkannya. Imannya membuat dia juga berani berkata hanya karena doa, semuanya dapat terjadi dengan indahnya.  Dengan jujur Hanna mengakui:  'akulah perempuan yang dahulu berdiri di sini dekat tuanku untuk berdoa kepada TUHAN.  Untuk mendapat anak inilah aku berdoa, dan TUHAN telah memberikan kepadaku, apa yang kuminta dari pada-Nya.  Maka aku pun menyerahkannya kepada TUHAN; seumur hidup terserahlah ia kiranya kepada TUHAN' (1Sam 1: 24-26). Iman membuat segala-galanya indah pada waktunya.

'Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia,  karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus'. Kejujuran seorang Maria memang benar-benar patut dibanggakan. Semua yang dinikmatinya hanya karena Tuhan Allah; dan semua itu juga akan dinikmati oleh orang-orang yang percaya kepada Allah. Dari Allah yang dipercayainya, menurut Maria,   'rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia.  Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya;  Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah;  Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa;  Ia menolong Israel, hamba-Nya'.  Semua akan dikerjakan Allah. Segala yang tidak terpikirkan oleh banyak orang, akan dilakukan Allah, hanya karena kasihNya yang menyelamatkan itu. Semuanya telah diprogramkan sendiri oleh Allah semenjak semula. Segalanya akan dijadikan  adanya  'karena mengingat rahmat-Nya,  seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya'. Iman Abraham yang menarik hati Allah akan dilanjutkan Allah sendiri dalam diri setiap orang. Allah akan mengundang dan mengundang setiap orang percaya kepadaNya. Sekali lagi, walau Allah tetap tidak mau memaksa setiap orang untuk percaya kepadaNya. Allah tidak mau mencabut akal budi dan kehendak bebas yang telah diberikan kepada setiap orang.

'Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya;  Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah;  Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa;  Ia menolong Israel, hamba-Nya'.  Semuanya itu dilaksanakan sendiri oleh Allah dalam diri Yesus Kristus. Tuhan Allah tidak berspekulasi. Allah tidaklah pandai membuat program kerja. Segala yang dijanjikanNya semenjak dahulu kala dibuktikan dan dinyatakan dalam diri Yesus Kristus PuteraNya. Inilah Natal yang hendak kita rayakan nanti.

Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya.

 

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kami bersyukur atas rahmat  dan belas kasihMu kepada kami, kiranya kami semakin diteguhkan dalam iman dan semakin berani memuliakan Engkau. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia'.

 

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening