Senin dalam Pekan Adven II, 7 Desember 2015


Yes 35: 1-0  +  Mzm 126  +  Luk 5: 17-26

 

 

 

Lectio

Pada suatu hari ketika Yesus mengajar, ada beberapa orang Farisi dan ahli Taurat duduk mendengarkan-Nya. Mereka datang dari semua desa di Galilea dan Yudea dan dari Yerusalem. Kuasa Tuhan menyertai Dia, sehingga Ia dapat menyembuhkan orang sakit. 

Lalu datanglah beberapa orang mengusung seorang lumpuh di atas tempat tidur; mereka berusaha membawa dia masuk dan meletakkannya di hadapan Yesus.  Karena mereka tidak dapat membawanya masuk berhubung dengan banyaknya orang di situ, naiklah mereka ke atap rumah, lalu membongkar atap itu, dan menurunkan orang itu dengan tempat tidurnya ke tengah-tengah orang banyak tepat di depan Yesus. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia: "Hai saudara, dosamu sudah diampuni."  Tetapi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi berpikir dalam hatinya: "Siapakah orang yang menghujat Allah ini? Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?"  Akan tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu pikirkan dalam hatimu?  Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, dan berjalanlah?  Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" -- berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu --: "Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!"  Dan seketika itu juga bangunlah ia, di depan mereka, lalu mengangkat tempat tidurnya dan pulang ke rumahnya sambil memuliakan Allah.

Semua orang itu takjub, lalu memuliakan Allah, dan mereka sangat takut, katanya: "Hari ini kami telah menyaksikan hal-hal yang sangat mengherankan."

 

 

 

Meditatio

Pada suatu hari ketika Yesus mengajar, ada beberapa orang Farisi dan ahli Taurat duduk mendengarkan-Nya. Mereka datang dari semua desa di Galilea dan Yudea dan dari Yerusalem. Mereka semua sepertinya terperangah terhadap Yesus. Dia mengajar dengan penuh kuasa dan wibawa. Kuasa Tuhan menyertai Dia, sehingga Ia dapat menyembuhkan orang sakit. Yesus tidak semata-mata tampil sebagai seorang Nazaret, walau memang Dia adalah seorang Nazaret, tetapi Dia benar-benar menyatakan bahwa Dialah memang Orang yang dinanti-nantikan banyak orang.

Lalu datanglah beberapa orang mengusung seorang lumpuh di atas tempat tidur; mereka berusaha membawa dia masuk dan meletakkannya di hadapan Yesus. Itulah realitas kehidupan. Ingin mendapatkan kesembuhan, dan ada Dia yang mampu menyembuhkan, ternyata masih ada aneka halangan, bukan dari orang-orang sana, melainkan dari mereka yang sama-sama hendak mendengarkan Dia. Keberadaan sesama saja memang bisa menjadi halangan  kita untuk menjumpai Dia. Mereka tidak bersalah, mereka tidak bermaksud menghalang halangi kita untuk berjumpa dengan Dia.  Karena mereka tidak dapat membawanya masuk berhubung dengan banyaknya orang di situ, naiklah mereka ke atap rumah, lalu membongkar atap itu, dan menurunkan orang itu dengan tempat tidurnya ke tengah-tengah orang banyak tepat di depan Yesus. Mereka benar-benar orang-orang yang kreatif, dan tak kehabisan akal. Anak-anak dunia memang lebih pandai,daripada anak-anak terang.  Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia: 'hai saudara, dosamu sudah diampuni'.  Mengapa Yesus hanya memuji orang lumpuh itu?  Bukankah semua itu bisa terjadi karena sahabat-sahabatnya? Kenapa Yesus tidak memuji mereka yang menghantarnya? Apakah karena dia orang lumpuh ini yang lebih membutuhkan uluran tanganNya, maka Yesus memuji dirinya?

Tetapi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi berpikir dalam hatinya: 'siapakah orang yang menghujat Allah ini? Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?'. Bila memang mereka, para ahli Taurat dan orang-orang Farsi, belum mengenal Dia, maka layaklah mereka berpikir demikian. Dan memang benar, hanya Allah yang dapat mengampuni dosa-dosa umatNya. Namun, bila memang mereka sudah mengenal Yesus Mesias, sungguh keterlaluan mereka.  Akan tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada mereka: 'apakah yang kamu pikirkan dalam hatimu?  Manakah lebih mudah, mengatakan: dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: bangunlah, dan berjalanlah?'. Yesus memang sepertinya sengaja melakukan sesuatu yang lebih dari biasanya. Orang lumpuh itu, tak dapat disangkal, hanya meminta kesembuhan, tetapi dia mendapatkan juga rahmat keselamatan. Yesus selalu memberikan segala sesuatu secara melimpah.  'Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa'. Tanpa menyebut siapakah diriNya, Yesus menyatakan siapakah diriNya. Yesus tidak pernah berkata  Aku adalah, melainkan Inilah Aku. Sebab Dia tidak menegaskan sebuah nama sebutan, melainkan sikap dan tindakan. Yesus tidak menyebutkan subyek, melainkan selalu predikat.   Berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: 'kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!'. Yesus benar-benar menunjukkan belaskasih dan pengampunan. Dia pun tidak mencari orang-orang untuk mendukung karyaNya. Dia tidak memanggil setiap orang menjadi muridNya. Yesus menyuruh orang yang tadinya lumpuh untuk bangun, dan segera pulang. Yesus sungguh mahamurah.  Dan seketika itu juga bangunlah ia, di depan mereka, lalu mengangkat tempat tidurnya dan pulang ke rumahnya sambil memuliakan Allah.

Semua orang itu takjub, lalu memuliakan Allah, dan mereka sangat takut, katanya: 'hari ini kami telah menyaksikan hal-hal yang sangat mengherankan'.  Semuanya itu mengingatkan nubuat Yesaya akan datang sang Almasih dengan mengatakan: 'pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka. Orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai; sebab mata air memancar di padang gurun, dan sungai di padang belantara;  tanah pasir yang hangat akan menjadi kolam, dan tanah kersang menjadi sumber-sumber air; di tempat serigala berbaring akan tumbuh tebu dan pandan'  (Yes 35: 6-9). Hal yang indah dan mengagumkan tentunya juga akan semakin kita nikmati kelak di hari kedatanganNya kembali yang membawa mahkota kehidupan. Dia akan datang dalam awan gemawan dan diiringi dengan kekuasaan dan kemuliaanNya. Ada baiknya kita ambil bagian dalam kedatanganNya itu.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, teguhkanlah kami dalam menghadapi pelbagai rintangan yang menghalangi kami untuk datang kepadaMu, agar kami dapat menikmati berkat dan keselamatan yang hanya berasal daripadaMu.

Santo Ambrosius, doakanlah kami. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Ketahuilah, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa'.

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening