Sore Menjelang Pesta Natal, 24 Desember 2015

Yes 62: 1-5  +  Kis 13: 22-25  +  Mat 1: 18-25

 

 

 

Lectio

Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibuNya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umatNya dari dosa mereka." Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" yang berarti: Allah menyertai kita. Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya, tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus.

 

 

 

Meditatio

Pada waktu Maria, ibuNya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Bagaimana hal itu bisa terjadi? Dalam injil Lukas dikisahkan bahwa Maria mempertanyakan hal tersebut, karena memang dia belum bersuami; Maria baru bertunangan dengan Jusuf dan mereka belum hidup sebagai pasangan suami istri. Namun Maria adalah seorang pemberani. Dia melakukan kemauan Tuhan Allah, walau tidak dimengerti apa yang harus dilakukan dan diterimanya. Maria menerima segala itu, karena memang dia mengenal Allah, yang dengan tetap dirasakan pengenalannya itu dalam keterbatasan dan kelemahan.

Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. Mengapa Jusuf  berniat menceraikan Maria dengan diam-diam? Bukankah mereka belum terikat dalam sebuah perkawinan? Walau tak dapat disangkal, dalam adat Yahudi sebelum pasangan terikat dalam sebuah perkawinan, mereka lebih dahulu bertunangan,  dan hal itu merupankan peristiwa sah dan resmi, dan sudah diakui secara umum, sehingga apabila tidak berlanjut pada perkawinan,  maka pemutusan pertunangan tersebut  tetap melalui perceraian;  dan si gadis berpredikat  gadis janda  dalam adat Yahudi.  Suatu keputusan yang bijaksana, Jusuf  tidak mau nama Maria dipermalukan di kemudian hari.  Yusuf  mau dan hendak bertindak bijak. Namun apakah itu bias dimnegerti juga oleh khalayak umum, meninggalkan seorang perempuan tanpa ada pesan-pesan damai?  

Ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata:  'Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus'.  Malaikat menyebut Jusuf sebagai anak Daud. Mengapa bukan anak Yakub? Apakah ingin memperlihatkan bahwa Jusuf adalah keturunan raja? Nama keluarga sepertinya amat berpengaruh juga dalam kebersamaan hidup. Malaikat atas nama Allah meminta Yusuf untuk menerima Maria menjadi istrinya, sebab  dia  akan melahirkan seorang anak melalui karya Roh Kudus, yaitu atas campur tangan Allah sendiri. Maria mengangdung, bukan karena kemauannya sendiri seperti Elizabet, atau pun seperti Hanna. Allah tidak memaksa Yusuf menerima kehendakNya. Allah hanya meminta dan meminta. Mengapa malaikat tidak mengatakan, bahwa engkau harus mengambil Maria, karena 'dari keturunannya Daud, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Allah telah membangkitkan Juruselamat bagi orang Israel, yaitu Yesus' (Kis 13: 23), dan kamulah yang mewakili Daud hambaKu?

'Ia akan melahirkan Anak laki-laki, dan engkau akan menamakan Dia Yesus'. Maria akan melahirkan seorang Anak laki-laki, dan Jusuf sebagai kepala keluarga wajib memberikan nama untuk Anak tersebut. Yusuf dlibatkan dalam pemberian nama, sebab Anak yang dilahirkan itu adalah Tunas Daud, sebagaimana dinubuatkan dalam Perjanjian Lama. Mengapa dinamakan Yesus? Apakah itu Nama yang istimewa karena Anak tersebut dikandung oleh Roh Kudus?  Benar! Yesus adalah nama yang banyak dipakai di jaman itu, dalam bahasa Yunani yang artinya Juruselamat. Anak itu dalah Yesus,  karena Dialah yang akan menyelamatkan umatNya dari dosa mereka. Semua ini adalah kehendak Allah, Jusuf diminta untuk menerimanya. Kehendak Allah yang mengundang Jusuf dan Maria untuk turut ambil bagian dalam karya penyelamatan Allah. Yesus yang adalah Allah yang menjadi manusia dan menyelamatkan. Dia datang dan ada melalui keberanian Jusuf dan Maria, yang mana keduanya berkata-kata hal yang sama hanya dengan cara berbeda, bahwasannya 'aku ini hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataanMu itu' (Luk 1: 38).

Maria berani menerima kehendak Tuhan, sebagaimana pernah dikehendaki Allah sendiri, bahwasannya   seorang anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel,  yang berarti:  Allah menyertai kita. Malaikat dalam mimpi itu memberi keterangan panjang lebar tentang kemauan baik Allah, yang memang seuanya demi semata-mata keselamatan umat manusia tu sendiri. Yusuf diundang untuk menjadi tanda keselamatan

Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Jusuf taat kepada apa yang Tuhan perintahkan kepadanya karena ia seorang yang tulus hati, yang tidak mau mempermalukan calon istrinya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya, tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus. Jusuf sungguh seorang yang berjiwa besar dan mulia dengan melakukan semua yang dikehendaki Allah.

Rencana Allah dalam karya penyelamatan umat manusia dijabarkan semuanya dalam diri Maria dan Jusuf. Kasih Allah yang besar diwujudkan dalam diri Yesus Kristus yang kita nantikan kedatanganNya. Natal, sang Imanuel telah tiba.

 

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kami bersyukur atas rahmat kasihMu yang begitu besar dalam hidup kami. Kiranya kami semakin dimampukan dalam mengamini sabdaMu, seperti Maria yang berani mengatakan  aku ini hamba Tuhan terjadilah padaku menurut perkataanMu. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel  yang berarti: Allah menyertai kita'.








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening