Jumat dalam Pekan Biasa I, 15 Januari 2016


1Sam 8: 4-22  +  Mzm 89  +  Mrk 2: 1-12

 



Lectio

Suatu hari waktu Yesus datang lagi ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah.  Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintu pun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka,  ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang.  Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring.  Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!"  Tetapi di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya:  "Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?"  Tetapi Yesus segera mengetahui dalam hati-Nya, bahwa mereka berpikir demikian, lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu?  Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" -- berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu --:  "Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!"  Dan orang itu pun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: "Yang begini belum pernah kita lihat."

 

 

 

Meditatio

Setelah Yesus menyelesaikan perjalananNya yang pertama berkeliling ke daerah-daerah di sekitar Galilea dengan mengajar dan menyembuhkan yang sakit,  datanglah  lagi Yesus ke Kapernaum, maka tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah.  Di rumah siapakah Yesus waktu itu, apakah yang dimaksud penulis di sini adalah rumah Petrus, sebagaimana kunjungan sebelumnya dikatakan, bahwa Yesus menyembuhkan ibu mertua Petrus dan banyak orang sakit di bawa ke situ untuk disembuhkan? Di mana Yesus berada, di situ pasti banyak orang berdatangan untuk mendengar pengajaranNya maupun mengharapkan rahmat kesembuhan. Dia selalu terdengar, karena Dia selalu memberikan yang terbaik bagi umatNya.  Pada waktu itu datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintu pun tidak. Yesus rupanya menjadi Tokoh utama dalam pembicaraan pada waktu itu.

Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka,  ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang.  Baik kali persaudaraan mereka. Hidup bela rasa benar-benar telah mereka hayati bersama. Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. Membayangkan situasi ramai seperti itu, untuk lewat saja sulit, apalagi menggotong orang lumpuh. Sungguh luar biasa rasa solidaritas dan kesungguhan hati mereka yang ingin berjumpa dengan Yesus. Mereka bahkan naik ke atap, membongkar atap rumah dan menurunkan si orang lumpuh. Bukanlah suatu pekerjaan yang tidak mudah! Tetapi mereka begitu yakin dan percaya dengan bertemu Yesus akan mendapatkan belas kasihanNya bagi teman mereka yang sakit.  Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: 'hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!'.  Mengapa Yesus tidak memuji ke empat orang penggotong itu yang sudah bekerja keras membawa si lumpuh? Tetapi malahan berkata pada si lumpuh: hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni ? Yesus hanya berkata kepada orang lumpuh itu, karena memang dialah yang membuat keempat orang lain mempunyai semangat perjuangan yang sama. Keberadaan orang lumpuh mendatang berkat bagi sesamanya. Siapa orang lumpuh ini dan sudah berapa lama dia lumpuh, tidak diceritakan.  

Di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya:  'mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?'.  Dalam pandangan orang Yahudi jika seseorang menderita, semuanya itu diakibatkan  karena dosa yang telah dilakukannya. Apakah karena pandangan ini, maka Yesus mengampuni dosa orang lumpuh itu, dan bukan menyembuhkannya?   Yesus yang mengetahui dalam hati-Nya, bahwa mereka berpikir demikian, lalu Ia berkata kepada mereka: 'mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu?  Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa'. Yesus tidak berkata-kata tentang siapakah diriNya, melainkan Yesus mengatakan diriNya dengan sikap dan tindakan nyata. Yesus berkata-kata dalam tindakanNya bahwa Allah Tuhan hadir di tengah-tengah kalian.   'Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!', tegas Yesus kepada orang lumpuh itu. Tidak hanya dosa yang diampuni tetapi juga diselamatkan, orang lumpuh itu tidak hanya sembuh jasmaninya tetapi secara rohani juga disembuhkan. Yesus memberikan secara sempurna kepada setiap orang yang berani datang kepadaNya. Yesus menjadikan segala-galanya baik adanya, dan terlebih selamat semuanya.  Orang itu pun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu. Apakah dia sempat mengucapkan terima kasih kepada Yesus? Demikian juga kempat orang yang mengangkat tandu orang yang tadinya lumpuh itu? Iman memang penuh perjuangan. Tanpa perjuangan, tanpa perbuatan iman akan sia-sia adanya.

'Yang begini belum pernah kita lihat', seru banyak orang yang melihat dan merasakan keagungan ilahi.  Keteguhan hati dan iman ke empat orang dan juga si lumpuh menyebabkan orang-orang Yahudi takjub, mereka belum pernah melihat peristiwa seperti itu. Nama Yesus semakin dimuliakan. Yesus, Anak Manusia yang berkuasa mengampuni dosa, Dialah Penguasa yang memiliki segala-galanya. Hanya dalam Dialah ada keselamatan dan kehidupan.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, teguhkanlah iman, kami agar sungguh percaya dan hanya berharap kepadaMu, sebab Engkaulah Penyelamat yang sanggup memberi segalanya bagi kami. Kiranya melalui kami orang lainpun mengalami kasihMu dan namaMu semakin dipermuliakan. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!'.

 

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening