Jumat dalam Pekan Biasa II, 21 Januari 2016

1Sam 24: 3-21  +  Mzm 57  +  Mrk 3: 13-19

 



 

Lectio

Pada suatu kali, naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan mereka pun datang kepada-Nya.  Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil  dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan.  Kedua belas orang yang ditetapkan-Nya itu ialah: Simon, yang diberi-Nya nama Petrus,  Yakobus anak Zebedeus, dan Yohanes saudara Yakobus, yang keduanya diberi-Nya nama Boanerges, yang berarti anak-anak guruh,  selanjutnya Andreas, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas, Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot,  dan Yudas Iskariot, yang mengkhianati Dia.

 

 

Meditatio

Pada suatu kali, naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan mereka pun datang kepada-Nya. Mengapa harus di atas bukit? Bukankah Yesus banyak menjumpai para muridNya di pinggir danau?  Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil  dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan. Dua belas orang dipilihNya sepertinya mengikuti keduabelas suku Israel, sebab bukankah Israel baru, yakni komunitas yang didirikanNya adalah Israel baru, yakni orang-orang yang menikmati keselamatan. Tugas mereka amat jelas menyertai Yesus dan memberitakan Inijl.

Menyertai Yesus tentunya bagi para murid yang hidup di jamanNya, tetapi sebaliknya bagi kita orang-orang yang percaya kepadaNya, malah Dia sendiri mendampingi dan menyertai kita. Yesus sendiri menegaskan kepada kita semua: 'kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.  Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,  dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman' (Mat 2b: 18-20). Kita diminta untuk selalu berani mewartakan Injil Allah. Celakalah Aku jika aku tidak mewartakan Injil, seruan Paulus dalam suratnya yang pertama kepada umat di Korintus. Lalu bagaimana dengan kuasa mengusir setan? Apakah juga diberikan kepada setiap orang yang ambil bagian di dalam karya pewartaan? Tidak semua memang. Namun tak dapat disangkal, Yesus telah membagikan semua karuniaNya itu melalui RohNya yang kudus kepada setiap orang, yang mana yang satu berbeda dengan lainnya, yang memang semuanya diminta untuk saling meneguhkan satu sama lain. Karunia diberikan untuk membagun jemaat dan kepentingan bersama (1Kor 12). Kebanggaan akan karunia Allah tetapi menutup diri akan pembangunan hidup menggereja adalah sikap egois, yang pada akhirnya akan mengalihkan perhatian seseorang dari Allah kepada yang bukan Allah.

Kedua belas orang yang ditetapkan-Nya itu ialah: Simon, yang diberi-Nya nama Petrus,  Yakobus anak Zebedeus, dan Yohanes saudara Yakobus, yang keduanya diberi-Nya nama Boanerges, yang berarti anak-anak guruh,  selanjutnya Andreas, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas, Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot,  dan Yudas Iskariot, yang mengkhianati Dia. Kita mungkin masih ingat akan panggilan Simon dan Andereas, Yakobus dan Yohanes, serta Matius, si Lewi. Apakah Injil tidak menceritakan panggilana pribadi dari para rasul lainnya?  Mengapa Yesus memanggil Filipus, Bartolomeus, Tomas, Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot,  dan Yudas Iskariot? Itu hak Yesus sendiri. Yesus tahu isi hati mereka. Kehendak Yesus pasti menyelamatkan. Setelah kita membaca segala kekurangan para murid,  kita memang baru bertanya-tanya mengapa Yesus memilih mereka dan bukan yang lain? Logika kita memang selalu bermain dan bermain. Hidup ini memang tidak cukup dengan mutualisme. Hidup ini harus lebih dari itu. Kerahiman dan belaskasih itulah yang kiranya harus mewarnai hidup kita ini. Daud yang adalah orang terdakwa dan harus dibinasakan tidaklah membunuh Saul, walau kesempatan itu ada. Hidup Saul terletak di tangan Daud. Aku tidak mau menodai orang yang terurapi oleh Allah (1Sam 24). Daud bertindak demikian, karena dia memiliki kerahiman ilahi dalam dirinya. Kerahiman Allah dinyatakan oleh Daud dalam hidupnya. Tentunya Yesus Kristus sendiri  lebih dari Daud. Dia  adalah Wajah Kerahiman Allah.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kami mudah mengukur segala sesuatu dengan diri kami, bahkan kalau bisa seluruh kenyataan hidup ini seperti keinginan kami. Ajarilah kami, ya Tuhan, denga kerahimanMu agar kami semakin mengerti realitas hidup ini, terlebih dalam menampilkan diri seperti Engkau. Amin.

 

 

 

Contemplatio

          Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil  dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan.

 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening