Jumat dalam Pekan Biasa III, 29 Januari 2016

2Sam 11: 1-17  +  Mzm 51  +  Mrk 4: 26-34

 



 

Lectio

Suatu hari  Yesus berkata kepada mereka: "beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah,  lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu.  Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu.  Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba."

Kata-Nya lagi: "Dengan apa hendak kita membandingkan Kerajaan Allah itu, atau dengan perumpamaan manakah hendaknya kita menggambarkannya?  Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi. Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya."

Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu Ia memberitakan firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka,  dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka, tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri.

 

 

 

Meditatio

'Kerajaan Allah itu seumpama orang yang menaburkan benih di tanah,  lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu.  Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu.  Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba'. Kerajaan Allah itu tumbuh dan berkembang. Makin dipelajari seseorang semakin dimengerti, karena memang tidak ada yang tersembunyi yang tidak akan diceritakan. Keberanian orang mendengarkan sabdaKerajaan Allah akan membuat seseorang mengenalnya. Kerajaan Allah sendiri memang amat sulit dihitung secara matematis. Tumbuhnya pun sulit dilihat seperti tumbuh-tumbuhan yang berkembang. Namun tak dapat disangkal, Kerajaan Allah akan dapat dinikmati semakin hari semakin indahnya bagi setiap orang yang membiarkan Dia tumbuh  dan berkembang.

'Kerajaan Allah  itu juga seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi. Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya'. Tumbuh dan berkembangNya Kerajaan Allah akan dinikmati oleh seseoranag yang membiarkanNya bertumbuh, bahkan orang-orang yang ada di sekitarnya dapat merasakan dan menikmatiNya.

Tanpa disadari banyak orang ingin seperti burung-burung itu, yang ingin selalu tinggal dan menikmati rimbunan pohonan sesawi, tetapi tidak pernah mau menanam dan merawat tumbuhan sesawi agar tumbuh dan berkembang. Apakah keinginan untuk bersikap dan bertindak, seperti burung-burung yang tidak mau menanam, membuat seseorang lupa daratan sebagaimana yang dilakukan oleh Daud ketika berdiri di sotoh rumahnya? (lih 2Sam 11). Nilai usaha atau perjuangan dari setiap pribadi memang sungguh-sungguh bermakna daripada hanya sekedar menerima tanpa adanya usaha. Tak jarang pemberian yang memanjakan mematikan daya juang seseorang yan memang telah dimilikinya.

Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu Ia memberitakan firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka,  dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka, tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri. Orang-orang yang terpilih di mana pun memang selalu mendapatkan keistimewaan, demikian juga para muridNya; tentunya juga kita semua bila memang mau menikmati keterpilihan kita sebagai saudara dan saudari Yesus.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, jadikanlah kami orang-orang yang setia membiarkan KerajaanMu tumbuh dalam diri dan keluarga kami. Sebab kami percaya dalam kuasaMu kami akan menikmati yang indah dan baik yang sesuai dengan kehendakMu sendiri.

 

 

 

Contemplatio   

Kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri.

 

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening