Kamis dalam Pekan Biasa II, 28 Januari 2016

2Sam 7: 18-30  +  Mzm 132  +  Mrk 4: 21-25

 



 

Lectio

Suatu hari  Yesus berkata kepada mereka: "Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian.  Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap.  Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!"

Lalu Ia berkata lagi: "Camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadamu.  Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya."

 

 

 

Meditatio

'Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian'. Sebuah perumpamaan yang kiranya amat mudah dimengerti. Apakah para murid semua mengertinya?  Yesus memang akan selalu berbicara dengan perumpamaan, tetapi tak dapat disangkal, dalam setiap pengajaranNya Yesus pun juga berbicara terus terang tentang KerajaanNya. Semua misteri keselamatan akan disampaikan kepada setiap orang yang mendengarkan. Tuhan Allah menyampaikan sabda dan kehendakNya memang bukan untuk diriNya sendiri, bahkan disembunyikannya dari umatNya, sebaliknya semua itu dinyatakan agar setiap orang dapat menikmati sukacita bersamaNya.  'Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap'. Semua akan dinyatakan oleh Yesus; tentunya akan dimengerti oleh orang-orang yang berani menaruh perhatian kepada sabda dan kehendakNya.  'Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!', tegas Yesus. Mendengarkan sabda Tuhan sepertinya wajib hukumnya bagi setiap orang yang percaya kepadaNya, bagi setiap orang yang merindukan keselamatan. Misteri keselamatan tidak akan dimengerti terus bagi setiap orang yang tidak menaruh perhatian kepadaNya. Sebab bagaimana mungkin mereka mengerti kalau memang tidak mau mendengarkannya? Yesus pernah juga mengingatkan hal ini kepada Maria dan Marta, di mana mendengarkan sabda adalah sebuah pilihan hidup.

'Lakukanlah segala sesuatu yang telah Engkau janjikan kepada kami ya Tuhan' (2Sam7: 26). Kata-kata Daud inilah yang juga kiranya harus kita ucapkan dalam menanggapi sabda dan kehendakNya. Janji Tuhan akan semakin kita nikmati kalau memang kita semakin berani membuka diri dan siap menerimanya dengan penuh sukacita. Terjadilah kepadaku menurut perkataanMu. Sebuah ungkapan iman yang lebih tegas lagi, sebagaimana pernah dikumandangkan oleh Maria, bunda kita.

'Camkanlah apa yang kamu dengar!',  tambah Yesus. 'Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadamu'. Apa yang kamu kehendaki orang melakukan kepadamu, lakukanlah itu terlebih dahulu kepada orang lain; demikian juga sebaliknya, apa yang tidak kita kehendaki orang melakukan untuk kita, hendaknya kita tidak melakukannya bagi mereka. Inilah relasi mutualisme yang saling menguntungkan dalam hidup bersama. Namun tak dapat disangkal, kita dapat menerimanya lebih banyak, entah yang kita kehendaki ataupun tidak. Keberanian kita berbuat baik dan berbagi kasih akan membuat kita hidup dalam kasih. Hidup tak akan berkekurangan.  'Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya'.

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, mendengarkan sabdaMu adalah suatu pilihan bagi siapapun yang menginginkan keselamatan. Kiranya kamipun semakin tekun dalam mendengarkan sabdaMu, dan berani berbagi kasih terhadap sesama yang kami jumpai.

Santo Tomas Aquino, doakanlah kami. Amin

 

 

Contemplatio   

'Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!'

 

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening