Kamis sesudah Penampakan Tuhan, 7 Januari 2016

1Yoh 4:19 – 5:4  +  Mzm 72  +  Luk 4: 14-22

 



Lectio

Suatu hari dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Dan tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu.  Sementara itu Ia mengajar di rumah-rumah ibadat di situ dan semua orang memuji Dia.  Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.  Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis:  "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku  untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang."

Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya.  Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya."  Dan semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya.

 

 

 

Meditatio

Suatu hari dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Dan tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu.  Sementara itu Ia mengajar di rumah-rumah ibadat di situ dan semua orang memuji Dia.  Yesus tampil dengan hebatnya. Dia tidak mencari muka. Dia hanya melakukan segala yang dikehendaki Bapa yang mengutusNya.  Banyak orang memuji berarti ada sesuatu yang indah yang disampaikan dan diajakan kepada mereka.

Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab. Dia mendapat kesempatan, kemungkinan besar Dia sudah mempunyai nama di tengah-tengah kaumNya. Bukankah semenjak usia duabelas tahun Dia sudah mulai bercengkerama dengan para ahli kitab?  Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya. Mengapa kita Yesaya yang diberikan kepadaNya? Sepertinya sudah ada kalender liturgi pada waktu itu. Adanya kalender liturgy mengarahkan kita untuk semakin cepat mengenal Allah Tuhan, dan dengan tepat kita menemukan ayat-ayat kitab suci sebagaimana kebutuha n hidup kita.

Setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis:  'Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku  untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang'. Tugas perutusan yang disampaiakan berisikan sukacita, bukan bagi mereka orang-orang yang mapan dan berkedudukan, mekainkan mereka yang miskin dan tertindas, orang-orang sakit dan malang. Apakah yang dimaksudkan juga termasuk orang-orang berdosa, karena memang itu adalah hamba-hamba dosa? Ataukah hanya lebih pada orang-orang yang tertindas dalam sosio-ekonomis? Tak dapat disangkal, orang-orang yang membutuhkan dan berpengharapan adalah mereka yang dapat menikmati sukacita dan kegembiraan itu.

Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya.  Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: 'pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya'. Secara sengaja Yesus mengenakan bahwa genaplah teks yang dibacakanNya itu, karena memang Dialah Orang yang dinanti-nantikan banyak orang. Yesus sadar akan tugas perutusanNya. Yesus tahu, bahwa Dialah Tabib yang yang dinanti-nantikan oleh  mereka yang sakit, dan bukannya oleh orang-orang sehat. Dialah Mesias yang memang akan membebaskan umat manusia dari kuasa dosa. Yesus sadar bahwa diriNyalah adalah Mesias Kristus, yang disampaikan para malaikat kepada para gembala. DiriNyalah Sang Raja Yahudi yang dicari oleh ketiga orang majus dari Timur. Dialah yang akan menjadi bahan perbantahan bagi banyak orang. Dialah segala-agalanya bagi seluruh mat manusia. 

Semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya. Karena memang Dialah sang Sabda itu sendiri. Apakah kita juga termasuk orang-orang yang membenarkan kata-kataNya? Apakah kita juga termasuk orang-orang yang kagum dan heran akan sabdaNya? Tentunya!  Bukankah  'perintah-perintah-Nya itu tidak berat?' (1Yoh 5). Mari kita nikmati sabdaNya yang menyelamatkan itu.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, jadikanlah kami orang-orang yang mengasihi sabdaMu. Sebab sabdaMu itu sebenarnya tidak membebani hidup kami. SabdaMu itu tidak berat. Namun sabdaMu itu kami rasakan berat dan tidak mengenakkan, karena kami sudah terbiasa dalam kedagingan diri kami, yang mudah mencari kepuasan diri.

Yesus, hidupilah kami dengan sabdaMu.

 

 

 

 

Contemplatio

               Semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya. .

 

 

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening