Minggu dalam Pekan Biasa III, 24 Januari 2016

Neh 8: 3-5  +  1Kor 12: 12-30  +  Luk 4: 14-21

 



Lectio

Pada suatu kali, dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Dan tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu. 

Sementara itu Ia mengajar di rumah-rumah ibadat di situ dan semua orang memuji Dia.  Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.  Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis:  "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku  untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang."  Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya.  Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya."

 

 

Meditatio

Pada suatu kali, dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Peristiwa pembaptisan Yesus memang menarik hati banyak orang. Semua orang mengetahui bahwa Dialah Kristus, Tuhan, yang hanya kepadaNyalah Bapa berkenan. Suara itu semakin meneguhkan setiap orang untuk percaya kepadaNya. Penyataan itulah yang sepertinya membuat banyak orang mencari dan mencari Dia. Perginya Yesus ke bukit seorang diri sepertinya sebuah retret pribadi yang mendalam sebelum memulai tugas perutusanNya yang penuh tantangan. Apakah juga perutusanNya itu disadariNya sebagai seekor Anak Domba ke tengah-tengah serigala? Kedatangan Yesus diketahui banyak orang, maka  tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu.

Sementara itu Ia mengajar di rumah-rumah ibadat di situ dan semua orang memuji Dia. Yesus mengajar dalam kuasa Roh Kudus.  Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat. Mengapa Dia kembali berkunjung ke Nazaret, kampung halamanNya? Mungkinkah Yesus mempunyai kebanggaan terhadap Nazaret kota di mana diriNya dibesarkan? Ketika Yesus berdiri hendak membaca dari Alkitab, Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya. Kenapa diberikan kepadaNya kitab Yesaya. Apakah memang kalender liturgy pada waktu itu sudah ada?  Setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, sengaja Yesus mecari teks itu sepertinya, di mana ada tertulis:  'Roh Tuhan ada pada-Ku'. Penegasan Yesus ini sepertinya hendak menyatakan kembali peristiwa yang telah dilakukanNya di sungai Yordan. Yesus sadar bahwa Dia berkarya dalam Roh Tuhan. Roh Tuhan ada dalam diriNya  'oleh sebab Ia telah mengurapi Aku'. Roh Kudus dicurahkan dalam diriNya, sebagaimana ditampakkan dalam rupa burung merpati. Sekali lagi Yesus sadar akan hal itu.

Dia datang ke dunia dalam kuasa Roh Kudus, pertama  'untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin'.  Dia datang mewartakan sabda Tuhan bukan untuk mereka yang cerdik pandai, ataupun untuk orang-orang kaya. Mengapa? Sebab orang-orang miskin itu mewakili orang-orang yang membutuhkan penghiburan hidup, yang merindukan sukacita, tidaklah demikian dengan mereka orang-orang kaya, cerdik pandai yang merasakan penghiburan dunia ini dengan nikmatnya. Mereka tidak membutuhkan apa-apa lagi. Kedua, 'Ia telah mengutus Aku  untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas'. Orang-orang buta, tawanan dan tertindas adalah mereka yang terikat oleh system hidup ragawi atau sruktural, sehingga tidak dapat menikmati hidup ini dengan indahnya. Bukankah Tuhan menciptakan segala sesuatu dengan indahnya? (Kej 1). Yesus datang hendak memberi hidup baru dan indah adanya. Mereka akan dilepaskan dari aneka belenggu-belenggu kehidupan tadi. Ketiga, Yesus datang  'untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang'. Artinya segala yang dijanjikan oleh Tuhan melalui nabi Yesaya (Yes 61) kini telah terealisasi. Kedatangan Yesus membuktikan janji Tuhan yang membawa sukacita bagi seluruh umat manusia. Aku datang sekarang ini hendak memenuhi janji Tuhan sang Pencipta sendiri.  'Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya', tegas Yesus. Itulah sepertinya yang hendak dikatakan Yesus dengan mengutip kitab Yesaya ini.

Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya.   

Di awal tahun 2016 ini, pertama, berdasar pengalaman kita di tahun-tahun sebelumnya, khususnya 2015 kemarin, beranikah kita mengamini sabda Tuhan hari ini sebagaimana yang diucapkan orang Israel ketika sabda Tuhan dikumandangkan? (Neh 8). Amin. Amin. Kami percaya!  Kita rasakan sungguh bahwa kehadiran Tuhan Yesus membawa sukacita dan penghiburan bagi kita? Hidup kita lebih baik dan indah dari tahun-tahun sebelumnya? Apakah kita merasakan kehadiran Yesus dalam hidup kita?

Kedua, berdasar surat rasul Paulus kepada umat di Korintus (12: 14-30), merasa sungguhkah kita sebagai anggota tubuh Kirstus? Merasakan sungguh bahwa kita adalah anggotanya berarti kita merasakan kehadiranNya, karena memang kita adalah anggota-anggota tubuhNya. Apakah kita saling melengkapi, meneguhkan dan menyempurnakan satu sama lain? Saling mengakui keberadaan dan peran orang lain?

Apakah kita mempunyai pribadi yang begitu menuntut, sehingga kita tidak berani mengamini, bahwa Kristus hadir di tengah-tengah kita? Apakah kita hanya membayangkan bahwa kehadiran Kristus hanya kita rasakan keadaan sorak-sorai?

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kami bersyukur atas rahmat kasihMu yang begitu besar, khususnya di tahun 'Kerahiman Illahi' ini, kiranya kami semakin merasakan kehadiranMu dalam hidup kami. Sehingga kamipun mampu berbagi dengan mengasihi sesama kami. Amin

 

 

Contemplatio

'Ia telah mengutus Aku  untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas'.          

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening