Pesta Pertobatan Saulus, 25 Januari 2016

Kis 22: 3-16  +  Mzm 117  +  Mrk 16: 15-18

 



 

Lectio

Pada suatu kali, Yesus berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.  Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.  Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,  mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."

 

 

Meditatio

'Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk', tegas Yesus kepada para muridNya. Tentunya perintah yang sama inilah yang juga disampaikan kepada kita, hanya mungkin berbeda pengucapan, gaya bahasa, terjemahan, dan bahkan isinya. Saulus pun juga menerima perintah seperti itu, bahkan dalam peristiwa yang amat menggetarkan, sampai-sampai buta matanya. Dalam kebutaannya, di mendapatkan penegasan: 'Saulus, saudaraku, bukalah matamu dan melihatlah!  Allah nenek moyang kita telah menetapkan engkau untuk mengetahui kehendak-Nya, untuk melihat Yang Benar dan untuk mendengar suara yang keluar dari mulut-Nya. Engkau harus menjadi saksi-Nya terhadap semua orang tentang apa yang kaulihat dan yang kaudengar.  Bangunlah, berilah dirimu dibaptis dan dosa-dosamu disucikan sambil berseru kepada nama Tuhan!' (Kis 22). Paulus tidak disuruh memberitakan Injil memang, tetapi dia hanya diminta untuk menyampaikan apa yang didengar dan dilihatnya. Dia diminta juga bukan bersharing tentang pengeaman pribadinya, melainkan segala yang didengar dan dilihatnya dalam Kristus Tuhan.

Apa yang dilihat dan didengar Paulus? Minimal yang tersurat dalam  Kisah para Rasul itu adalah jawaban Yesus sendiri ketika dia Paulsus bertanya:  siapakah Engkau, Tuhan, yakni: 'Akulah Yesus, orang Nazaret, yang kauaniaya itu'. Memang setelah perbincangan itu Paulus buta, tetapi dia menikmati yang indah dan mulia. Kalaa Simon dan Andreas dijadikan penjala manusia, tidaklah demikian dengan Saulus. Sebagaimana Saulus yang adalah 'seorang Yahudi, lahir di Tarsus di tanah Kilikia, tetapi dibesarkan di kota ini; dididik dengan teliti di bawah pimpinan Gamaliel dalam hukum nenek moyang kita, sehingga aku menjadi seorang yang giat bekerja bagi Allah', demikianlah tugas perutusannya nanti. Dia bukan penjala dengan segala kemampuan yang dimiliki. Paulus adalah seorang pewarta kitab suci yang handal, karena kemampuannya yang selalu diamati oleh Gamaliel. Pengajaran Paulus tentunya berdasarkan ilmu yang dipelajari, tetapi telah diperbaharui oleh pengenalannya akan Yesus Kristus yang kini telah mengutusnya sendiri.

Celakalah aku, jika aku tidak mewartakan Injil, kesadaran inilah yang akhirnya menjiwai Paulus dalam hidupnya. Tiada hidup tanpa pewartaan akan sabda Allah. Bertobatnya Paulus mengingatkan kita semua untuk selalu siap sedia mewartakan sabda dan kehendak Tuhan, sebab bukankah Allah menghendaki semua orang beroleh selamat. Kalau hari ini adalah penutupan pekan doa sedunia, kembali kita diingatkan bahwa Kristus yang telah mendirikan GerejaNya yang satu, kudus, katolik dan apostolik meminta agar kita semua menjadi tanda keselamatan bagi dunia.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, Engkau memanggil Saulus dalam peristiwa yang menggemparkan. Engkau memang mengubah secara radikal jiwa dan budinya. Kami mohon, ya Yesus, semoga kami pun selalu siap menikmati panggilan hidup kami sebagaimana adanya.

Santo Paulus, doakanlah kami selalu. Amin.

 

 

 

Contemplatio

               'Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk'.

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening