Rabu dalam Pekan Biasa I, 13 Januari 2016

1Sam 3: 1-10  +  Mzm 40  +  Mrk 1: 29-39

 



Lectio

Sekeluarnya dari rumah ibadat itu Yesus dengan Yakobus dan Yohanes pergi ke rumah Simon dan Andreas. Ibu mertua Simon terbaring karena sakit demam. Mereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus.  Ia pergi ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya Ia membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya. Kemudian perempuan itu melayani mereka.  Menjelang malam, sesudah matahari terbenam, dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan.  Maka berkerumunlah seluruh penduduk kota itu di depan pintu.  Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia.  

Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana. Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Dia;  waktu menemukan Dia mereka berkata: "Semua orang mencari Engkau." Jawab-Nya: "Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang."  Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan.

 

 

Meditatio

Sekeluarnya dari rumah ibadat itu, Yesus dengan Yakobus dan Yohanes pergi ke rumah Simon dan Andreas. Ada apa dan mengapa mereka singgah ke rumah Simon? Apakah memang rumah mereka berdekatan dengan rumah ibadat itu, apalagi satu arah dengan tujuan mereka hendak pergi?  Ibu mertua Simon terbaring karena sakit demam. Mereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus. Kenapa Yesus tidak tahu sebelumnya? Apakah Yesus masih berada di luar rumah; mungkin lagi omong-omong dengan orang lain di depan rumah? Atau karena rumah ortu Simon Petrus amat luas dan banyak bilik di dalamnya?  Ia pergi ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya Ia membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya.  Tanpa banyak bicara dan tanya-tanya Yesus segera menymbuhkn ibu mertua Simon. Yesus membuat segala-galanya indah adanya.  Kemudian perempuan itu melayani mereka. Ibu mertua Simon benar-benar perempuan yang murah hati, tanpa diminta dia langsung meladeni para tamunya. Entah apa saja yang dihidangkan terhadap para tamunya. Hal yang sama juga pernah dilakukan oleh Marta, tetapi dia mendapatkan teguranNya, karena memang menerima Yesus adalah hanya dengan mendengarkan Dia. 

Menjelang malam, sesudah matahari terbenam, dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan.  Maka berkerumunlah seluruh penduduk kota itu di depan pintu.  Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia. Darimana mereka mendergar dan tahu kalaa Yesus ada di rumah Simon? Di mana pun Yesus berada, banyak orang selalu mencariNya. Orang yang percaya kepada Yesus memang akan selalu mencari dan mencari di mana Dia berada. Orang-orang yang percaya malah merasa selalu berada bersama Yesus. Mereka tidak kesulitan menjumpai Yesus, mereka tidak kesukaran untuk duduk diam mendengarkanNya.

Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana. Mengapa Yesus pergi seorang diri? Mengapa Yesus tidak mengajak para murid untuk doa pagi bersama-sama? Apakah Yesyus menyadari rasa capek yang dialami para muridNya setelah membantu diriNya dalam karya penyembuhan kemarin?   Simon dan kawan-kawannya akhirnya menyusul Dia. Para murid sepertinya tahu kebiasaan Yesus, maka tanpa kesulitan mereka mencari dan menemukan sang Guru.  Waktu menemukan Dia mereka berkata: 'semua orang mencari Engkau'. Menarik sekali. Di pagi hari sudah banyak orang datang mencari Dia. tentunya mereka berasal dari jauh, dan tentunya mereka telah berjalan jauh mengejar waktu untuk segera dapat menjumpai Yesus. Namun Yesus tidak menemui mereka, malah berkata kepada para muridNya:  'marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang'. Yesus tidak mau dikendalikan oleh umatNya. Dia memperhatikan kepentingan dan kebutuhan umatNya, tetapi Dia tidak mau diikat oleh umatNya untuk berada di satu tempat. Dia bukan Penyembuh. Dia bukan Pembuat mukjizat. Yesus adalah Pewarta Injil Kerajaan Allah. 

Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan. Kita tentunya orang-orang yang percaya kepadaNya, dan bahkan kita adalah orang-orang yang terus-menerus ingin bersamaNya. Kita akan selalu berada bersamaNya, bila memang kita adalah orang-orang yang selalu mengamini sabdaNya. Tinggal padaKu, dan Aku akan tinggal bersamaMu. Apa yang dapat kita buat? Tentunya seperti Samuel, hendaknya kita selalu berseru: 'bersabdalah ya Tuhan, hambaMu siap mendengarkan' (1Sam 3: 10).

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, Engkau selalu hadir dalam diri setiap orang, karena Engkau menghendaki. Engkau sang Immanuel. Ajarilah kami ya Yesus, agar kami selalu merasakan kehadiranMu, dan mengamini segala kehendakMu. Sebab hanya dalam diriMu, kami menerima segala kelimpahan. Amin.

 

 

 

Contemplatio

'Semua orang mencari Engkau'.

 

 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening