Rabu sesudah Penampakan Tuhan, 6 Januari 2016

1Yoh 4: 11-18  +  Mzm 72  +  Mrk 6: 46-52

 



Lectio

Suatu hari setelah memperganda roti Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan berangkat lebih dulu ke seberang, ke Betsaida, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang. Setelah Ia berpisah dari mereka, Ia pergi ke bukit untuk berdoa. Ketika hari sudah malam perahu itu sudah di tengah danau, sedang Yesus tinggal sendirian di darat.  Ketika Ia melihat betapa payahnya mereka mendayung karena angin sakal, maka kira-kira jam tiga malam Ia datang kepada mereka berjalan di atas air dan Ia hendak melewati mereka.  Ketika mereka melihat Dia berjalan di atas air, mereka mengira bahwa Ia adalah hantu, lalu mereka berteriak-teriak,  sebab mereka semua melihat Dia dan mereka pun sangat terkejut. Tetapi segera Ia berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!"  Lalu Ia naik ke perahu mendapatkan mereka, dan angin pun redalah. Mereka sangat tercengang dan bingung,  sebab sesudah peristiwa roti itu mereka belum juga mengerti, dan hati mereka tetap degil.

 

 

Meditatio

Suatu hari setelah memperganda roti Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan berangkat lebih dulu ke seberang, ke Betsaida, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang. Yesus pun mengamini kemauan para murid untuk menyuruh banyak orang pulang. Bukan hanya para murid diminta mengamini sabdaNya, Yesus juga mendengarkan dan melaksanakan kemauan baik para muridNya.  Setelah Ia berpisah dari mereka, Ia pergi ke bukit untuk berdoa. Mengapa Yesus tidak meminta para murid berdoa bersama terlebih dulu? Walau tak dapat disangkal, Yesus menegaskan barangsiapa bersatu dalam doa, entah itu hanya dua atau tiga orang dalam namaNya, Ia akan hadir di tengah-tengah umatNya.  

Ketika hari sudah malam perahu itu sudah di tengah danau, sedang Yesus tinggal sendirian di darat.  Dua tempat yang berbeda satu sama lain. Ketika Ia melihat betapa payahnya mereka mendayung karena angin sakal, maka kira-kira jam tiga malam Ia datang kepada mereka berjalan di atas air dan Ia hendak melewati mereka. Mengapa pukul tiga? Apa memang Yesus menunggu mereka sampai pukul tiga baru mengejarnya, atau memang pada waktu tengah pukul tiga? Yesus berjalan di permukaan air. Dia berkuasa atas alam semesta, karena memang segala sesuatu diciptakan di dalam Dia (Yoh 1). Dias berhak dan punya kuasa untuk berjalan di mana saja Dia mau. Bukankah Roh Allah, Yesus Kristus sendiri, tidak terikat pada ruang dan waktru?   Ketika mereka melihat Dia berjalan di atas air, mereka mengira bahwa Ia adalah hantu, lalu mereka berteriak-teriak,  sebab mereka semua melihat Dia dan mereka pun sangat terkejut. Bagaimana mungkin seseorang manusia dapat berjalan di permukaan air, tenpa tenggelam? Akal budi memang tidak mampu menerima keberadaan Yesus apa adaNya. Segala sesuatu yang ditangkap indera manusia hanyalah sebatas kemampuan insani. Mengetahui keadaan mereka, segera Yesus berkata kepada mereka: 'tenanglah! Aku ini, jangan takut!'. Walau tanpa menyebut, aku adalah Guru kalian, atau Aku adalah Yesus, mereka para murid mengenal baik suara sang Guru. Mereka mengenal, karena setiap hari bereka berjumpa dan berjumpa. Perjumpaan dengan Yesus membuat setiap orang mengenal suaraNya, dan mengenal Dia. 

Lalu Yesus naik ke perahu mendapatkan mereka, dan angin pun redalah. Mereka sangat tercengang dan bingung,  sebab sesudah peristiwa roti itu mereka belum juga mengerti, dan hati mereka tetap degil. Pengenalan para murid sepertinya harus dirinci saru per satu supaya mengenal sang Guru. Pergandaan roti sepertinya tidak termasuk pengenalan mereka bahwa Yesus itu berkuasa atas alam semesta. Yohanes dalam suratnya hari ini mengajak kita untuk semakin percaya kepada Tuhan Yesus, yang memang segala sesuatu tercipta dalam Dia. Dia berkuasa atas seluruh alam semesta dan isinya.  Sebab 'barangsiapa percaya dan mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah. Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia' (1Yoh 4: 15-16).

Perayaan Natal kembali mengingatkan kita untuk semakin percaya kepadaNya, Yesus sang Immanuel. Natal bukanlah perayan ulangtahun. Natal adalah peristiwa penjelmaaan Allah menjadi manusia. Sang Pencipta mau turun ke dalam dan tengah-tengah ciptaanNya.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, dengan mendengar segala yang Engkau dapat kerjakan, seharusnya kami semakin percaya kepadaMu. Kami tidaklah demikian, karena kami mudah menoleh ke kanan dan ke kiri, ke mana kami suka. Ajarilah kami, ya Yesus, semakin percaya kepadaMu, bahwa hanya Engkaulah satu-satuNya pedoman hidup kami. Amin.

 

 

 

 

Contemplatio

               'Tenanglah! Aku ini, jangan takut!'.

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening