Sabtu dalam Pekan Biasa I, 16 Januari 2016


1Sam 9: 1-4  +  Mzm 21  +  Mrk 2: 13-17

 



Lectio

Suatu hari Yesus pergi lagi ke pantai danau, dan seluruh orang banyak datang kepada-Nya, lalu Ia mengajar mereka.  Kemudian ketika Ia berjalan lewat di situ, Ia melihat Lewi anak Alfeus duduk di rumah cukai lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!" Maka berdirilah Lewi lalu mengikuti Dia.  Kemudian ketika Yesus makan di rumah orang itu, banyak pemungut cukai dan orang berdosa makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya, sebab banyak orang yang mengikuti Dia.  Pada waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa itu, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya: "Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?"  Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."

 

 

 

Meditatio

Suatu hari Yesus pergi lagi ke pantai danau, dan seluruh orang banyak datang kepada-Nya, lalu Ia mengajar mereka.  Di pinggir pantai danau sepertinya banyak orang berkumpul. Di tempat-tempat seperti itulah seringkali dengan mudahnya orang berkumpul. Yesus mencari kesempatan untuk menjumpai mereka dan mengajar. Mengapa tidak ke tengah-tengah pasar? Mungkin pasarnya waktu itu terjadi hanya seminggu sekali.  

Kemudian ketika Ia berjalan lewat di situ, Ia melihat Lewi anak Alfeus duduk di rumah cukai lalu Ia berkata kepadanya: 'ikutlah Aku!'.  Maka berdirilah Lewi lalu mengikuti Dia. Peristiwa panggilan kembali terjadi, dan mereka yang terpanggil segera mengikutiNya. Itulah juga yang dialami Andreas dan Petrus, Yohanes dan Yakobus. Panggilan memang soal rasa iman, dan bukannya pertama-tama nalar. Sebab hanya dengan rasa iman, seseorang dengan indahnya mengabdikan diri dalam karya pelayanan. Ada orang yang begitu banyak mempunyai aneka kegiatan, tetapi dengan mudahnya dia mengatur waktu dan memberikan dirinya dalam karya pelayanan. Dia malah merasakan adanya nilai tambah dalam hidupnya dengan terjun dalam karya pelayanan. Apa yang engkau kerjakan bagi saudaraKu, engkau telah mengerjalan juga bagiKu sepertinya dirasakannya dengan indahnya, walau sulit untuk dikatakan.

Keterpilihan Lewi, demikian juga Petrus dan Andreas, serta Yohanes dan Yakobus berbeda  sungguh dengan Saul.  'TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas umat-Nya Israel? Engkau akan memegang tampuk pemerintahan atas umat TUHAN, dan engkau akan menyelamatkannya dari tangan musuh-musuh di sekitarnya. Inilah tandanya bagimu, bahwa TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas milik-Nya sendiri' (1Sam 10: 1). Panggilan Saul begitu hebat dan menggemparkan, dan tidaklah demikian dengan kelima murid tadi.  Keterpilihan Yohanes Pembaptis pun tidak bisa dibanddingkan dengan Saul. Namun tak dapat disangkal 'di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya' (Mat 11: 11), dan bukan Saul. Keterpilihan menjadi pembesar masyarakat memang sungguh berbeda dengan mereka yang terpilih dalam pelayanan umat Allah.

Kemudian ketika Yesus makan di rumah orang itu, banyak pemungut cukai dan orang berdosa makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya, sebab banyak orang yang mengikuti Dia. Kumpulan orang berdosa adalah orang berdosa. Kesatuan hati orang-orang yang mempunyai mempunyai profesi sama sepertinya lebih memungkinkan terjadinya komunikasih yang amat partispatif.  Pada waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa itu, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya: 'mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?'. Inilah persoalan. Bagi seorang Guru yang kudus dan baik, mengapa harus berkumpul dan makan bersama dengan kaum pendosa, dengan para pemungut cukai? Apakah Yesus telah diangkat menjadi bapa rohani mereka? Apakah sang Guru meng-iya-kan segala sikap dan perbuatan mereka? Apakah makan bersama dengan mereka para pemungut cukai dan kaum pendosa bisamenjadi alasan untuk tangkap tangan, sebagaimana yang banyak kali telah dilakukan oleh KPK belakangan ini?  Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: 'bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa'. Yesus tidak mngkin tertangkap tangan, karena memang yang terjadi bukan  papa minta saham, tetapi malah Dia datang sebagai seorang dikter yang lagi visit kepada sang pasien. Sebagaimana semua orang menginginkan dirinya sehat, demikian juga Allah menghendaki semua orang beroleh selamat.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, ajarilah kami menjadi sesame bagi orang lain, terlebih bagi mereka yang tersisih dan terpinggirkan, sebagaimana yg Engkau lakukan sendiri.  Yesus, berilah kami keberanian untuk menjadi sesame dengan orang lain. Amin.

 

 

 

Contemplatio

'Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa'.

 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening