Sabtu dalam Pekan Biasa II, 23 Januari 2016

2Sam 1: 1-4  +  Mzm 80  +  Mrk 3: 20-21

 



 

Lectio

Pada suatu kali, Yesus masuk ke sebuah rumah. Maka datanglah orang banyak berkerumun pula, sehingga makan pun mereka tidak dapat.  Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka Ia tidak waras lagi.

 

 

Meditatio

Pada suatu kali, Yesus masuk ke sebuah rumah. Rumah siapa yang dimasuki tidak disebutkan. Tentunya rumah orang yang sudah dikenalNya. Maka datanglah orang banyak berkerumun pula, sehingga makan pun mereka tidak dapat.  Mereka dating hendak mendengarkan sabdaNya, dan melihat segala yang indah yang telah banyak didengar orang. Begitu banyaknya Yesus harus melayani, sampai-sampai  tidak sempat makan. Mengapa para murid tidak bertindak sebagai pengatur acara bersama seperti itu? Bukankah mereka berani mengingatkan Yesus sendiri agar banyak orang yang mendengarkanNya itu pulang karena hari hampir malam?  Mengapa para murid tidak berani mengingatkan Yesus dan membatasi orang-orang yang datang kepadaNya, agar Yesus bisa beristirahat sejenak?  Bukankah mereka telah dipercayai Yesus untuk menyertaiNya dalam karya pelayanan, bahkan telah mendapatkan bekal juga?   

Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka Ia tidak waras lagi. Jahat kali banyak orang yang berkata demikian. Mengapa mereka berani mengatakan Yesus tidak waras lagi? Apakah issue itu disebarkan oleh orang-orang yang tidak suka sama Yesus? Atau yang cemburu terhadap karyaNya? Suatu usaha pembunuhan kharakter. Dia yang hidup dan segar dianggap mati atau tidak waras. Ini sungguh kebalikan dengan kematian Saul, Yonatan dari umat Israel,  yang tewas karena peperangan. Daud meratap dan menangis karena mereka kehilangan para pahlawan bangsa, kehilangan orang-orang yang dikasihi (2Sam 1). Mereka meratap dan menangis karena merasa kehilangan orang-orang yang dikasihinya. Kasih yang menyatukan mereka. Kasih yang membakar persatuan dan persaudaraan. Tidaklah demikian dengan orangorang di jaman Yesus yang malah membinasakan sesamanya. Kedatangan Yesus memang kembali hendak membangun kehidupan banyak orang yang tidak mempunyai hati lagi.

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, ajarikah kami selalu untuk selalu mempunyai hati terhadap sesama, sebagaimana yang Engkau lakukan terhadap kami, dan semoga kami semakin berani mengakui kelebihan dan kesuksesan sesama. Amin.

 

 

 

Contemplatio

          Hendaklah engkau membawa damai bagi sesame.

 






Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012