Selasa dalam Pekan Biasa I, 12 Januari 2016

1Sam 1: 9-20  +  Mzm   +  Mrk 1: 21-28

 



Lectio

Sewaktu hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar.  Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat.  Pada waktu itu di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak:  "Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah."  Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: "Diam, keluarlah dari padanya!"  Roh jahat itu menggoncang-goncang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring ia keluar dari padanya.  Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya: "Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahat pun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya."  Lalu tersebarlah dengan cepat kabar tentang Dia ke segala penjuru di seluruh Galilea.

 

 

Meditatio

Sewaktu hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar.  Yesus tidak banyak mendapat kesulitan dalam pengajaran di rumah ibadat. Sepertinya memang Yesus sudah mempunyai nama. Yesus mengajar mereka semua.  Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat. Mengapa tidak seperti ahli Taurat? Bukankah mereka itu orang-orang ternama, bukankah mereka itu telah duduk di kursi Musa? Yang jelas, Yesus mempunyai kelebihan dan pengajaran kepada banyak orang, entah teknik pengajaran ataupun materi pengajaranNya. Dia sungguh berkuasa.

Pada waktu itu di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat. Apakah banyak orang sebelumnya tidak mengetahuinya? Apakah memang dia dibiarkan saja masuk dan mendengarkan pengajaran? Apakah dia masuk karena dia tahu bahwa ada Yesus di rumah ibadat itu? Orang itu berteriak:  'apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah'. Hebat kali orang ini, dia tahu dengan baik dan benar siapakah Yesus itu. Dia pun tahu bahwa dirinya adalah musuh Orang Nazaret itu? Tak jarang memang aneka kuasa jahat itu menyatakan kebenaran, bukan karena kepercayaan mereka, tetapi mereka tahu bahwa kebenaran itulah yang dilawan dan dimusuhinya.  Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya:  'diam, keluarlah dari padanya!'. Yesus langsung menghardiknya. Mengapa? Tidak ada tawar-menawar dengan kuasa kegelapan.  Roh jahat itu menggoncang-goncang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring ia keluar dari padanya. Sungguh benar, dia tidak berkuasa dan mampu melawan sang Empunya kehidupan. Dia tidak mampu melawan Yang Kudus dari Allah. Hanya kepada Dialah memang kita harus merunduk dan takluk. 'Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, takutilah Dia!' (Luk 12: 5). Meminta bantuan yang tidak berasal dari Allah adalah suatu kebodohan yang amat luar biasa.

Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya: 'apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahat pun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya'. Semua heran dan kagum terhadap Yesus. Yesus menyatakan diriNya sebagai Orang berkuasa. Dia tidak menyatakan diriNya siapa, melainkan orang-orang yang melihat, merasakan dan mendengarNya.  Lalu tersebarlah dengan cepat kabar tentang Dia ke segala penjuru di seluruh Galilea.

Kalau Yesus segera menanggapi teriakan orang yang kerasukan roh jahat, apakah juga Yesus akan segera menanggapi keluhan Hana, sebagaimana diceritakan dalam kitab pertama Samuel: 'TUHAN semesta alam, jika sungguh-sungguh Engkau memperhatikan sengsara hamba-Mu ini dan mengingat kepadaku dan tidak melupakan hamba-Mu ini, tetapi memberikan kepada hamba-Mu ini seorang anak laki-laki, maka aku akan memberikan dia kepada TUHAN untuk seumur hidupnya dan pisau cukur tidak akan menyentuh kepalanya?' (1: 11).  Bolehkah kita membandingkan kedua peristiwa ini? Roh jahat diusirNya, tentunya orang yang baik tapi bersedih hati pasti akan dihiburNya.  Apakah yang hendak dikatakan Yesus kepada Hana misalnya dia berkeluh kesah di hadapan Yesus?

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, ajarilah kami untuk semakin dapat mengenali Engkau sebagai satu-satunya Penyelamat, yang berkuasa dan mampu memberikan keselamatan bagi kami. Agar kamipun semakin berani bermohon dan berpasrah kepadaMu. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah'.

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening