Selasa dalam Pekan Biasa II, 19 Januari 2016

1Sam 16: 1-13  +  Mzm 89  +  Mrk 2: 23-22

 



Lectio

Pada suatu kali, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum, dan sementara berjalan murid-murid-Nya memetik bulir gandum.  Maka kata orang-orang Farisi kepada-Nya: "Lihat! Mengapa mereka berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?"  Jawab-Nya kepada mereka: "Belum pernahkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya kekurangan dan kelaparan,  bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah waktu Abyatar menjabat sebagai Imam Besar lalu makan roti sajian itu -- yang tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam -- dan memberinya juga kepada pengikut-pengikutnya?"  Lalu kata Yesus kepada mereka: "Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat,  jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat."

 

 

 

Meditatio

Pada suatu kali, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum, dan sementara berjalan murid-murid-Nya memetik bulir gandum.  Mengapa mereka memetik bulir gandum? Apakah mereka lapar? Apakah sekedar iseng? Pasti perbuatan mereka bukanlah sebuah pekerjaan, karena memang mereka tidak bekerja di kebun gandum. Mereka melakukan semua itu dalam batas asal petik, dan bukannya bekerja. Namun semua itu sepertinya menjadi batu sandungan bagi orng-orang Farisi. Atau memang mereka hanya ingin mencari-cari persoalan dengan peristiwa itu.  Kata orang-orang Farisi kepada-Nya: 'lihat! Mengapa mereka berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?'. Kembali Yesus dimintai pertanggunganjawab atas tindakan para muridNya. Komunitas Yesus mendapatkan sorotan yang luar biasa dalam kehidupan sehari-hari. 

Jawab-Nya kepada mereka: 'belum pernahkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya kekurangan dan kelaparan,  bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah waktu Abyatar menjabat sebagai Imam Besar lalu makan roti sajian itu -- yang tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam -- dan memberinya juga kepada pengikut-pengikutnya?'.  Sebuah jawaban yang meminta mereka untuk memahami situasi. Perlawanan terhadap suatu aturan memang kiranya dimengerti mengapa peristiwa harus terjadi, terlebih bila aturan yang dilanggar itu tidak mendatangkan maut atau merugikan banyak orang, terlebih bila masuk dalam wilayah darurat dan perlu penanganan segera. Dibenarkankah kita membiarkan seseorang kelaparan, sedangkan di samping orang itu ada sebungkus makanan yang memang bukan milik dia, tetapi milik orang lain yang sedang berpergian? Hati harus berbicara dari pada aturan yang ada. Apakah terjadi pelanggaran bila Yesus ada di situ? Adakah Yesus membiarkan para muridNya melanggar aturan? Adakah peristiwa di mana Yesus membiarkan umatNya jatuh dalam dosa?

Peraruran hari Sabat tentunya harus dijunjung tinggi bagi setiap orang, dan tentunya kasih harus mengatasi segala-galanya. Hari Minggu pun harus dijunjung tinggi, lebih-lebih bila kita ingat Minggu adalah hari Tuhan membebaskan manusia dari kuasa dosa. Merayakan hari Minggu berarti merayakan kemenangan Tuhan Yesus atas kuasa kegelapan. Merayakan hari Minggu berarti merayakan kemenangan kita semua dari kuasa dosa, sebagaimana telah dilakukan oleh Yesus Kristus sendiri. Kalau kita malah tidak mau memperhatikan hari Minggu dengan mengedepankan kesibukan diri dengan alasan apapun berarti kita memang kurang menaruh perhatian pada iman kepercayaan kita. Kita hanya mengutamakan kecenderungan insani melulu. Kita begitu mudah menggampangkan segala sesuatu daripada mengikuti tata kehidupan yang telah tersusun bersama. Kita mudah mencari pembenaran diri. Kalau Samuel dengan mudah tertarik pada anak sulung Isai, karena Samuel tidak memandang sesame dengan hati, melainkan hanya mata telanjang (1Sam 16: 1-13). Orang yang menggampangkan aturan hidup bersama tak ubahnya bertindak seperti Samuel yang amat kasat mata.

'Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat,  jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat'. Tak mungkin Yesus membiarkan kita jatuh dalam dosa. Dia menyelamatkan semua orang, karena kita semua adalah saudara dan saudariNya.

 

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, ajarilah kami semua berani memahami bagaimana segala aturan itu dibentuk dan ditata. Ajarilah kami untuk mentaati hidup bersama, dan tidak mencari kepuasan diri, yang malah melemahkan kami dalam berusaha dan berjuang. Amin.

 

 

 

Contemplatio

               'Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat,  jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat'.

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening