Selasa sesudah Penampakan Tuhan, 5 Januari 2016

1Yoh 4: 7-10  +  Mzm 72  +  Mrk 6: 34-44

 



Lectio

Ketika Yesus sampai di pantai, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.  Pada waktu hari sudah mulai malam, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya dan berkata: "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam.  Suruhlah mereka pergi, supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa dan di kampung-kampung di sekitar ini."  Tetapi jawab-Nya: "Kamu harus memberi mereka makan!" Kata mereka kepada-Nya: "Jadi haruskah kami membeli roti seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan?"  Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!" Sesudah memeriksanya mereka berkata: "Lima roti dan dua ikan."  Lalu Ia menyuruh orang-orang itu, supaya semua duduk berkelompok-kelompok di atas rumput hijau.  Maka duduklah mereka berkelompok-kelompok, ada yang seratus, ada yang lima puluh orang.  Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, supaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu; begitu juga kedua ikan itu dibagi-bagikan-Nya kepada semua mereka.  Dan mereka semuanya makan sampai kenyang.  Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti dua belas bakul penuh, selain dari pada sisa-sisa ikan.  Yang ikut makan roti itu ada lima ribu orang laki-laki.

 

 

Meditatio

Ketika Yesus sampai di pantai, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Hati Yesus memang penuh belaskasih. Kristus Yesus memang benar-benar menunjukkan Wajah Kerahiman Allah, sebagaimana dinyatakan Paus Fransiskus dalam surat Misericordiae Vultus.  Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka. Yesus mengajar dan mengajar. Apa yang diajarkan tidaklah diceritakan oleh Markus, tentunya tentang Injil Kerajaan Allah, tentang hukum cinta kasih.

Ketika Yesus sedang mengajar  dan  pada waktu hari itu sudah mulai malam, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya dan berkata: 'tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam.  Suruhlah mereka pergi, supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa dan di kampung-kampung di sekitar ini'. Sebuah usulan yang baik. Mengapa para murid mengusulkan hal itu?  Bukankah mereka telah melihat sebelumnya beberapa mukjizat yang telah dilakukan oleh sang Guru?  Mengapa mereka tidak bertanya apa yang kita buat dengan mereka karena hari sudah malam? Apakah mereka tidak sadar juga bahwa sebagian dari mereka berasal dari daerah yang cukup jauh?  Tetapi jawab-Nya: 'kamu harus memberi mereka makan!'.  Para murid harus memberi mereka semua makan, dan bukannya menyuruh mereka pulang. Kata mereka kepada-Nya: 'jadi haruskah kami membeli roti seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan?'. Apakah dengan jawaban itu mengandaikan bahwa para murid sudah menghitung seberapa kebutuhan yang harus dikeluarkan untuk memberi makan orang sebanyak itu? Mereka memperkirakan ada lima ribu orang laki-laki, tentunya tidak terhitung jumlah kaum perempuan dan anak-anak. Apakah karena ketidak mampuan mereka, maka mereka meminta kepada Yesus supaya menyuruh orang banyak itu pulang? Kalau tokh ada uang sebanyak itu, bisakah membuat jumlah roti sebanyak itu dalam waktu yang amat mendesak? Bukankah belum ada peralatan yang secanggih sekarang ini? Mengapa para murid tidak minta tolong langsung kepada Yesus mengingat keberadaan dan keterbatasan diri mereka? Kemauan baik mereka untuk menyuruh orang banyak pulang sepertinya memang sebagai ungkapan hendak melarikan diri dari tugas dan tanggungjawab, dan tidak mau tahu urusan yang harus dilakukan.

'Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!', kata Yesus yang tahu keadaan para muridNya.  'Lima roti dan dua ikan', sahut mereka.  Lalu Yesus menyuruh orang-orang itu, supaya semua duduk berkelompok-kelompok di atas rumput hijau.  Maka duduklah mereka berkelompok-kelompok, ada yang seratus, ada yang lima puluh orang. Rapi dan teratur juga mereka duduk berkelompok. Apakah semuanya itu menandakan bahwa mereka terbiasa dalam dinamika kelompok? Atau memang mereka sudah datang secara berkelompok?  Setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit dan mengucap berkat. Yesus berdoa dan berdoa demi kesejahteraan umatNya. Doa akan membuat segalanya menjadi indah dan baik adanya.  Lalu Yesus memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, supaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu; begitu juga kedua ikan itu dibagi-bagikan-Nya kepada semua mereka.  Dan mereka semuanya makan sampai kenyang.  Segalanya terjadi dengan indahnya pada waktunya. Apa yang disabdakan Yesus bahwa para murid harus memberi orang banyak itu makan, kini benar-benar terjadi. Semuanya itu hanya bisa terjadi karena kehendak dan kemauan Tuhan Yesus. Mereka malah dapat memberi makan secara berkelimpahan.  Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti dua belas bakul penuh, selain dari pada sisa-sisa ikan.

'Kamu harus memberi mereka makan!'.  Kemauan Yesus ini benar-benar terjadi, yakni para murid akhirnya mampu memberi banyak orang itu makan. Namun kiranya kita pahami bersama, bukan karena jasa para murid, tetapi Yesus sendiri yang telah mempergandakan lima roti dan dua ekor ikan. Yesus telah mempergandakan roti dan para murid membagikannya. Demikian pula, kalau Yohanes dalam suratnya yang pertama meminta kita untuk saling mengasihi, karena memang kita telah menerima kasih terlebih dahulu dari Tuhan kita Yesus Kristus (1Yoh 4: 7-10). Keberanian kita saling mengasihi sesama tak ubahnya para murid yang membagi roti yang telah dipergandakan Yesus. Tentunya keberbagian kasih lebih bermakna dan indah daripada hanya berbagi roti, sebab roti hanya mengenyangkan perut dan bersifat sesaat, tidaklah demikian dengan berbagi kasih, yang menjadi bekal hidup bagi setiap orang yang menikmatinya. Kesempatan berbuat baik lebih bisa kita nikmati daripada para murid.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kami bersyukur karena telah lebih dahulu menikmati kasihMu, kiranya kami semakin memahami makna daripada hidup dengan berbagi kepada sesama, khususnya berbagi kasih bagi setiap orang yang kami jumpai. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Kamu harus memberi mereka makan!'.

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening