Senin dalam Pekan Biasa I, 11 Januari 2016


1Sam 1: 1-8  +  Mzm 116  +  Mrk 1: 14-20

 



Lectio

Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah,  kata-Nya: "Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!"  Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.  Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."  Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.  Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu.  Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia.

 

 

Meditatio

Sesudah Yohanes ditangkap, datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah. Apakah sebelum Yohanes ditangkap Yesus tidak memberitakan Injil Allah? Apakah Dia hanya membaptis sebagaimana diceritakan Injil Yohanes (Yoh 3: 22-30), sebagaimana kita renungkan di hari Sabtu kemarin? Namun tak dapat disangkal,  'waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!' terus dikumandangkan Yesus. Kerajaan Allah sudah dekat, karena memang Dia sudah dekat, tetapi belum menjadi kesadaran banyak orang. Hanya dengan bertobat dan percaya kepada Injil setiap orang dapat menikmati kehadiran Kerajaan Allah, walau mereka tidak melihat dengan mata kepalanya sendiri. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, tetapi percaya.  

Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus hadir di tengah-tengah kesibukan setiap orang. Mereka berdiam saja, karena mereka tidak merasakan kehadiranNya. Namun justru dalam kesibukan mereka Yesus menyerukan suaraNya. 'Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia'. Yesus memanggil mereka, dan memberi tugas yang sesuai dengan kemampuan dan kelihaian mereka. Pembawa sabda tidak harus mengubah cara hidup keseharian mereka, malah cara keseharian dapat memperdalam pengalaman mereka akan Allah, yang hadir selalu dalam diri umatNya.  Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. Tanpa banyak komentar mereka segera mengikuti Yesus. Apakah mereka semua mengerti apa yang dimaksudkan penjala manusia? Tentunya tidak! Iman kepercayaan tidaklah harus banyak bertanya-tanya. Iman malah harus dikonkritkan dalam perbuatan hidup. Kedua orang mendengar suaraNya, dan segera mengikutiNya.  

Setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu. Apakah sebelum mereka berdua ini Yesus tidak melihat orang lain? Tentunya ada banyak orang yang dilihatNya. Ada banyak yang dilihat tetapi tidak mendapatkan perhatianNya sepertinya.  Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia. Mengikuti Yesus berarti meninggalkan segala-galanya.  Apakah tindakan kedua orang ini yang seperti dikatakan Yesus, yakni 'jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku?' (luk 14: 26)

          Apakah pada waktu itu Zebedeus tidak bertanya atau bahkan melarang kedua anaknya  meninggalkan dirinya? Bukankah anak itu seumpama keberhasilan seorang ibu atau bapa dalam menjalani panggilan hidupnya? Bukankah Hana seperti menjadi gusar dan pedih hatinya ketika dipersoalkan tidak adanya keturunan dalam dirinya? Bukankah keberadaan suami tidak menjadi hiburan dan sukacita bagi diri Hana yang tidak mempunyai keturunan?  Kebenaran yang disampaikan Elkana pun, yakni 'mengapa engkau menangis dan mengapa engkau tidak mau makan? Mengapa hatimu sedih? Bukankah aku lebih berharga bagimu dari pada sepuluh anak laki-laki?' (1Sam 1: 8) tidak juga mengobatinya? Mengikuti Yesus memang tidak mengenakkan dan tidak menguntungkan bagi orang-orang yang berpikir logis. Demikian juga yang mengandalkan perasaan; atau sebaliknya memang?

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, dampingi dan kuatkanlah kami ketika mengalami hambatan dan tantangan dalam tugas perutusan kami masing-masing, agar tetap teguh dalam mengikut Engkau. Amin

 

 

Contemplatio

'Mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia'.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening