Jumat dalam Pekan Prapaskah II, 26 Februari 2016

Kej 37: 17-28  +  Mzm 105  +  Mat 21: 33-43.45-46

 



Lectio

Pada suatu hari Yesus berkata kepada orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat:  'dengarkanlah suatu perumpamaan ini. Adalah seorang tuan tanah membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga di dalam kebun itu. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain.  Ketika hampir tiba musim petik, ia menyuruh hamba-hambanya kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima hasil yang menjadi bagiannya. Tetapi penggarap-penggarap itu menangkap hamba-hambanya itu: mereka memukul yang seorang, membunuh yang lain dan melempari yang lain pula dengan batu.  Kemudian tuan itu menyuruh pula hamba-hamba yang lain, lebih banyak dari pada yang semula, tetapi mereka pun diperlakukan sama seperti kawan-kawan mereka.  Akhirnya ia menyuruh anaknya kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani. Tetapi ketika penggarap-penggarap itu melihat anaknya itu, mereka berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita. Mereka menangkapnya dan melemparkannya ke luar kebun anggur itu, lalu membunuhnya. Maka apabila tuan kebun anggur itu datang, apakah yang akan dilakukannya dengan penggarap-penggarap itu?"  Kata mereka kepada-Nya: "Ia akan membinasakan orang-orang jahat itu dan kebun anggurnya akan disewakannya kepada penggarap-penggarap lain, yang akan menyerahkan hasilnya kepadanya pada waktunya."  Kata Yesus kepada mereka: "Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita. Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.  Ketika imam-imam kepala dan orang-orang Farisi mendengar perumpamaan-perumpamaan Yesus, mereka mengerti, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya.  Dan mereka berusaha untuk menangkap Dia, tetapi mereka takut kepada orang banyak, karena orang banyak itu menganggap Dia nabi.

 

 

 

Meditatio

'Ketika penggarap-penggarap itu melihat anak sang pemilik kebun anggur itu, mereka berkata seorang kepada yang lain: ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita. Mereka menangkapnya dan melemparkannya ke luar kebun anggur itu, lalu membunuhnya'. Itulah akhir perumpamaan yang diceritakan Yesus. Mereka ingin memiliki, dan bahkan merebut harta benda yang bukan miliknya. Mereka pasti orang-orng yang rakus dan serakah. Orang yang tidak puas diri. Mereka termasuk para koruptor. 'Maka apabila tuan kebun anggur itu datang, apakah yang akan dilakukannya dengan penggarap-penggarap itu?', tanya Yesus kepada mereka semua yang mendengar pengajaranNya.  Kata mereka kepada-Nya: 'ia akan membinasakan orang-orang jahat itu dan kebun anggurnya akan disewakannya kepada penggarap-penggarap lain, yang akan menyerahkan hasilnya kepadanya pada waktunya'. Perumpamaan itu tampaknya mudah dimengerti oleh banyak orang, dan mereka semua dapat menjawabnya dengan tepat. Yesus tentunya bangga dengan mereka yang dapat mengerti perumpamaan yang diberikanNya. 

Kata Yesus kepada mereka: 'belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita. Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu'. Sebuah penyataan yang menegaskan tindak lanjut dari karya Tuhan yang tetap terarah pada umat, orang-orang yang dikasihiNya. Namun tak dapat disangkal, orang-orang yang menjadi pilihanNya semenjak semula, yakni para penggarap kebun anggur yang telah dipercayaiNya itu, tidak mendapatkan apa-apa karena kemalasan diri, dan ketidakmauan dalam mempertangungjawabkan kepercayaan yang diberikan kepada mereka. Para penggarap kebun anggur adalah gambaran orang-orang yang tidak tahu berterimakasih, orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Mereka adalah orang-orang yang tidakmautahu dengan orang lain, karena mau mencari kepuasan diri.  Ketika imam-imam kepala dan orang-orang Farisi mendengar perumpamaan-perumpamaan Yesus, mereka mengerti, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya. Mereka menangkap juga apa yang dimaksudkan Yesus. Sungguh keterlaluan, kalau mereka tidak memamahi sabda dan kehendakNya. Hanya sayangnya, mereka tidak mau bertobat dan berpaling diri kepadaNya. Malu bertobat mendatangkan kebinasaan diri. Sebaliknya, malah mereka berusaha untuk menangkap Dia, tetapi mereka takut kepada orang banyak, karena orang banyak itu menganggap Dia nabi.

Kecemburuan juga pernah menghinggapi keluarga keduabelas anak-anak Yakub, yang memang menjadi keduabelas suku Israel. Mereka irihati dan cemburu terhadap Yusuf, yang mendapatkan kasih perhatian lebih dari Yakub orangtuanya dibanding saudara-saudaranya yang lain (Kej 37). Cemburu yang pada akhirnya berkolaborasi dengan marah dan benci menimbulkan dosa-dosa yang lebib berat lagi. Mereka semua kesebelas saudara hendak membunuh adik kandungnya sendiri. Bukan saja mereka yang membunuh harus dihukum, seseorang yang marah dan irihati pun harus segera ditegur dan dihukum. Akar-akar dosa seharusnya sudah dibersikan semenjak semula, dan tidak dibiarkan tumbuh dan berkembang.

Kasih perhatian yang membedakan memang tak jarang menimbulkan irihati dan dengki. Tidak bolehkah kalau kita lebih mengasihi seseorang daripada yang lain? Atau memang tidak boleh kita cemburu atau marah terhadap orang lain? Kasih yang membedakan atau marah itu wajar dapat tumbuh dalam diri setiap orang. Kita orang-orang sehat, wajarlah kalau semuanya itu terjadi. Namun kita diminta untuk tidak tenggelam dalam dosa-dosa kecil, agar dosa-dosa itu tidak menjadi semak berduri yang dapat mematikan bulir-bulir gandum yang telah ditaburkan  dalam diri kita. Kasih yang membedakan pun itu wajar, tetapi hendaknya kita tidak memanjakan seseorang, yang memang pada akhirnya akan mematikan.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, ampunilah dosa-dosa kami, dan janganlah Kau alihkan perhatianMu dari kami, sebab hanya padaMulah kami percaya. Hanya padaMulah kami berharap. Amin.

 

 

 

Contemplatio              

'Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu'.

 

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening