Kamis dalam Pekan Biasa IV, 4 Februari 2016

1Raj 2: 1-10  +  Mzm  +  Mrk 6: 7-13

 



Lectio

Suatu hari Yesus memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat,  dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka, kecuali tongkat, roti pun jangan, bekal pun jangan, uang dalam ikat pinggang pun jangan,  boleh memakai alas kaki, tetapi jangan memakai dua baju.  Kata-Nya selanjutnya kepada mereka: "Kalau di suatu tempat kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu.  Dan kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu, keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang di kakimu sebagai peringatan bagi mereka."

Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat,  dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka.

 

 

Meditatio

Suatu hari Yesus memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. Mau pergi ke mana mereka? Apa sudah ditentukan sebelumnya? Apakah pergi ke kota-kota yang hendak dikunjungiNya? (Luk 10: 1). Tidak diceritakan memang.  Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat. Apakah yang dimaksukan dengan roh-roh jahat? Apakah kuasa kejahatan? Atau aneka penyakit yang pada waktu itu dilihat sebagai gangguan kuasa kegelapan?  Namun tak dapat disangkal, Yesus tidak hanya mengutus mereka, tetapi juga mendampingi mereka dengan kuasa yang dilimpahkanNya. Yesus berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka, kecuali tongkat, roti pun jangan, bekal pun jangan, uang dalam ikat pinggang pun jangan,  boleh memakai alas kaki, tetapi jangan memakai dua baju.  Aneka fasilitas tentunya malah menjadi beban bagi mereka, dan tak jarang aneka perbendaharaan mampu mengalihkan perhatian seseorang dalam tugas perutusan. Tongkat tetap boleh dibawa sepertinya dalam rangka kemana dalam perjalanan. Bukankah aneka jalan di saat itu tidak seperti sekarang ini?

'Kalau di suatu tempat kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu.  Dan kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu, keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang di kakimu sebagai peringatan bagi mereka'. Penyataan ini mengandaikan setiap orang hendaknya rela menerima kehadiran mereka. Mereka telah pergi dengan cuma-cuma dan membawa kabar sukacita tentunya harus mendapatkan tanggapan positif. Bukankah kehendak Tuhan agar setiap orang beroleh selamat? Mereka pun tidak boleh marah, bila mendapatkan penolakan, cukuplah mengingatkan mereka akan keselamatan yang ditawarakan Allah kepada mereka semua. Allah menghendaki semua orang selamat!

Keyakinan bahwa Tuhan itu menyelamatkan dan selalu menepati apa yang telah dijanjikanNya benar-benar diamin Daud. Dia menyampaiakan keyakinannya itu kepada Salomo, anak yang menggantikan dirinya sebagai raja. 'Lakukanlah kewajibanmu dengan setia terhadap TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya, dan dengan tetap mengikuti segala ketetapan, perintah, peraturan dan ketentuan-Nya, seperti yang tertulis dalam hukum Musa, supaya engkau beruntung dalam segala yang kaulakukan dan dalam segala yang kautuju, dan supaya TUHAN menepati janji yang diucapkan-Nya tentang aku, yakni: Jika anak-anakmu laki-laki tetap hidup di hadapan-Ku dengan setia, dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa, maka keturunanmu takkan terputus dari takhta kerajaan Israel' (1Raj 2: 3-4)

Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat,  dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka. Pertobatan memang sungguh penting. Pertobatan adalah tanda bagi seseorang yang berbalik kepada Tuhan, dan kembali kepada jalan keselamatan.

 

 

 


Oratio

Ya Yesus Kristus, kami mbersyukur kepadaMu atas segala rahmat dan berkatMu. Semoga kami siap menggunakan segala anugerah yang Engkau limpahkan kepada kami dalam setiap karya pengabdian dan pekerjaaan kami sehari-hari. Amin.

 

 

 

Contemplatio    

               Lalu pergilah para murid memberitakan bahwa orang harus bertobat,  dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka.

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening