Kamis sesudah Rabu Abu, 11 Februari 2016

Ul 30: 15-20  +  Mzm 1  +  Luk 9: 22-25

 

 



Lectio

Pada suatu kali bersabdalah Yesus: 'Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga."  Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.  Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya.  Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?".

 

 

 

Meditatio

Pada suatu kali bersabdalah Yesus: 'Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga'. Sebuah penyataan yang amat merendahkan, tetapi sekaligus meninggikan. Merendahkan karena Dia harus menderita dan ditolak bukan oleh orang-orang yang datang dari jauh di sana, melainkan oleh tua-tua bangsa, para imam, dan bahkan para ahli kitab. Dia akan dibunuh. Mengapa para ahli kitab juga ambil bagian dalam penderaan itu? Apakah mereka merasakan bahwa yang mereka lakukan itu menggenapi apa yang tertulis dalam kitab suci? Mengapa yang mendera dan membunuh Dia bukan para serdadu, atau para pemberontak, orang-orang yang tak mengenal Allah, atau bahkan teroris? Yesus direndahkan di hadapan  tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat.  Namun kematian bukanlah akhir dari hidup Yesus. Karena memang Dia bukan dibunuh sebenarnya. Dia menyerahkan diriNya menjadi kurban tebusan, dan karena itulah Dia akan dibangkitkan pada hari ketiga. Dia menjadi kurban tebusan bagi umat manusia.

Karena itu, tegas Yesus: 'setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku'. Segala yang dilakukan oleh sang Guru hendaknya diikuti oleh orang-orang yang hendak mengikutiNya, yang hendak menjadi murid-muridNya. Mengikuti Yesus berarti melakukan segala yang dilakukan Yesus. Sebaliknya, 'barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya'. Mengapa? Karena memang tidak ada orang yang mampu menyelamatkan dirinya sendiri. Keselamatan hanya datang dan berasal dari Tuhan Allah, yang telah menjadi manusia sebagaimana kita rayakan kedatanganNya di hari Natal kali lalu. Yesus adalah Tuhan Allah yang menjadi manusia.  'Barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya'. Hidup hanya demi Yesus Kristus yang mendatangkan keselamatan. Hidup demi diri sendiri membawa kebinasaan. Hidup yang bermakna dan kekal adalah bila diabdikan kepada Tuhan Allah, atau membiarkan Allah tinggal dalam setiap peristiwa hidup ini. 'Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?'. Lebih baik kita menyimpan segala milik kita di dalam surga, di mana ngengat dan karat tidak memakannya. Lebih baik menjadi orang kaya di hadapan Tuhan (Luk 12: 21).

Tentunya kita dapat memilih dengan tepat dalam hidup ini.  Kita bahkan harus berani berakit-rakit dahulu berenang-renang ke tepian. Kita harus berani memilih yang terbaik dan mendatangkan keselamatan. Musa dalam kitab Ulangan telah jauh-jauh mengingatkan kita umatNya dengan berkata: 'ingatlah, aku menghadapkan kepadamu pada hari ini kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan,  karena pada hari ini aku memerintahkan kepadamu untuk mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada perintah, ketetapan dan peraturan-Nya, supaya engkau hidup dan bertambah banyak dan diberkati oleh TUHAN, Allahmu, di negeri ke mana engkau masuk untuk mendudukinya.  Tetapi jika hatimu berpaling dan engkau tidak mau mendengar, bahkan engkau mau disesatkan untuk sujud menyembah kepada allah lain dan beribadah kepadanya,  maka aku memberitahukan kepadamu pada hari ini, bahwa pastilah kamu akan binasa; tidak akan lanjut umurmu di tanah, ke mana engkau pergi, menyeberangi sungai Yordan untuk mendudukinya' (Ul 30: 15-20).

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Tuhan,  ajarilah kami untuk berani memilih yang terbaik dalam hidup kami, di mana ngengat dan karat tidak dapat memakannya. Tetapi berani membuka diri dan membiarkan Engkau tinggal di dalamnya, yang akan mendatangkan keselamatan bagi kami. Amin

 

 

Contemplatio              

'Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?'.

 

 

 

 

 


Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012