Pesta Yesus dipersembahkan di kenisah, 2 Februari 2016

Ibr 2: 14-18  +  Mzm 24  +  Luk 2: 22-32

 



 

Lectio

Ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan,  seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: "Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah",  dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati.

Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya,  dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan.  Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat,  ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya:  "Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu,  sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu,  yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa,  yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel."

 

 

 

Meditatio

Ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan,  seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: 'semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah',  dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati. Yusuf  dan Maria adalah kedua orangtua yang saleh bagi Anak yang baru dilahirkannya. Mereka taat akan aturan hokum Taurat.  Sebab 'Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman' (Mzm 19: 8). Mengamini Taurat berarti mengamini sabda dan kehendak Tuhan sediri. Yesus pun sadar, bahwa kelak Dia datang bukan untuk meniadakan hokum Taurat, melainkan menggenapi dan menyempurnakannya.

Mengapa Yusuf dan Maria tetap mempesembahkan kurban sebagai pengudusan sang Bayi, bukankah Dia itu seorang Mesias? Bukankah Dia itu adalah Yesus yang akan menyelamatkan umat manusia? Spiritualitas inkarnasi adalah cara hidup yang mengikuti aturan dan waktu di mana seseorang berada. Dan lebih lagi, inkarnasi Yesus adalah kemauan Allah untuk 'menjadi sama dengan umatNya dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu iblis, yang berkuasa atas maut;  dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut' (Ibr 2: 14-15).

Segala kebaikan dan anugerah Tuhan tidak dipakai untuk meniadakan dan meremehkan segala yang ada di tengah-tengah umatNya. Segala anugerah yang diterima dari Tuhan seharusnya memang membuat setiap orang semakin rendah hati dan siap melayani siapapun. Itulah spiritualitas inkarnasi. Sebab pelbagai anugerah itu dilimpahkan Tuhan untuk membangun jemaatNya (Rom 12). Kehadiran Tuhan dalam diri Yusuf dan Maria semakin membuat kedua orangtua ini menjadi sesame bagi orang lain, dan mereka menjadi contoh dan teladan dalam menghayati firmanNya. Persembahan bayi Yesus di kenisah adalah tanda kerendahan hati kedua orangtua dalam mendidik putera-puteri yang dipercayakan kepada mereka.

Yesus memang dikuduskan bagi Allah, karena memang selama hidupNya Dia akan melakukan segala yang dikehendaki Bapa yang mengutusNya. Yesus tidak melakukan kemauan dan kehendak diri sendiri, melainkan hanya melakukan kehendak Bapa yang mengutusNya. Aku datang untuk melakukan kehendakMu. Hidup yang dikuduskan dan ditaksdiskan berarti hidup yang dikhususkan untuk Allah.

Ada di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya,  dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. Belum ada rumusan siapak santo dan santa,Simeon telah mendahului semua membawa mahkota orang kudusNya. Dia benar-benar pelaksana sabda dan kehendak Allah.  Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat,  ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah. Dengan mata hatinya dia mampu melihat sang Juruselamat datang. Dia mampu melihat Surya Pagi yang datang menerangi umatNya.  Katanya:  'sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu,  sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu,  yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa,  yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel'. Yesus dipersembahkan di kenisah adalah suatu penyataan bahwa waktuNya telah datang. Dialah sang Mesias.

 

 


Oratio

Ya Yesus Kristus, kami bersyukur atas segala kasih karuniaMu. Ijinkanlah kami untuk menikmatinya dengan penuh syukur sembari semakin menjadi sesama bagi orang-orang yang ada di sekitar kami. Amin.

 

 

 

Contemplatio    

               'Mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu,  yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa,  yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel'.

 

 





Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012