Selasa dalam Pekan Prapaskah I, 16 Februari 2016


Yes 55: 10-11  +  Mzm 34  +  Mat 6: 7-15

 



Lectio

Pada suatu kali Yesus bersabda: 'dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.  Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya. Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,  datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.  Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya  dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;  dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.  Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.  Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."

 

 

 

Meditatio

'Dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah'. Orang yang tidak mengenal Allah pun juga berdoa. Mengapa? Karena memang setiap orang membutuhkan kenyamanan hidup dan keselamatan. Hanya saja dari mereka yang tidak mengenal Allah itu, doanya meraba-raba ke mana-mana, tidak ada tujuan pasti. Itulah maksudnya bertele-tele. 'Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.  Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya'. Bagi kita yang sudah mengenal Allah, tentunya doa-doa kita terarah selalu kepada Dia sang Empunya kehidupan; terlebih-lebih Bapa mengetahui apa yang menjadi kebutuhan hidup ini. 'Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh.  Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi.  Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kauketahui, ya TUHAN' (Mzm 139).

'Karena itu berdoalah demikian', tegas Yesus,  'Bapa kami yang di sorga'. Dia tinggal di surga, karena surga adalah gambaran dan sebutan kita umat manusia, termasuk Yesus sendiri, akan realitas keselamatan.  'Dikuduskanlah nama-Mu', sebab hanya Dialah kudus.  'Datanglah Kerajaan-Mu', sebab dalam dunia ini segalanya akan semakin indah bermakna, bila  kita merasakan penyertaan Tuhan Allah, dan membiarkan Allah sendiri meraja di dunia, dalam hidup kita.  'Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga'. Surge bukanlah realitas di sana nun jauh, tetapi realitas hidup kita, bila memang kita membiarkan Allah meraja dalam hidup kita ini. 

'Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya'.  Kami akan tetap bekerja dan bekerja, ya Tuhan. Namun bantulah kami, sebab hanya dalam tangan kasihMu, kami dapat melakukan segala sesuatu yang menghasilkan banyak buah. Berilah kami makan secukupnya saja, sebab tak jarang adanya banyak makanan membuat kami lupa diri, dan malah hati kami secara sengaja menenggelamkan diri dalam aneka makanan itu. 'Ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami'. Dengan mengampuni sesam kami akan merasakan betapa indahnya hidup bersama itu. Dengan mengampuni, kita juga membuat diri kita ini berbagi kasih Tuhan yang menyelamatkan. Pengampunan Tuhan itu benar-benar kita rasakan maknanya kalau kita juga berani memaafkan kesalahan sesama. Yesus menambahakan 'jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga; tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu'. Penyataan ini hendak menegaskan bahwa rahmat pengampunan yang kita terima hendaknya kita bagi juga terhadap sesama, orang-orang yang ada di sekitar kita, yakni teman dan sahabat pergaulan kita sehari-hari. Malah hendaknya kita tidak hanya tujuh kali memaafkan mereka yang bersalah kepada kita, melainkan tujuhpuluh tujuh kali.

'Janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat'. Doa Yesus sendiri yang disampaikan kepada Bapa untuk melindungi orang-orang yang dikasihiNya. 'Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat' (Yoh 17). Kita berdoa dan bermohon kepada Tuhan Bapa di surga, karena kita yakin Allah Bapa itu itu Mahamurah dan penuh belaskaisih. Kita percaya kepadaNya, 'karena Engkaulah yang Empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin'. Sekali lagi kita berani meminta bantuan dan kehadiranNya, karena kasihNya hanya tercurah kepada orang-orang yang dikasihiNya. Dia tidak akan berhenti berbelaskasih, sebab kekal abadi kasih setiaNya. Itulah yang diungkapkanNya sebagaimana tersurat dalam kita Yesaya: 'seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan,  demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya' (Yes 55).

 

 

 

Oratio

Ya Yesus, rahmatilah kami dengan kasih pengampunanMu, dan buatlah kami berani menikmatinya, sebab hanya dengan demikianlah kami merasakan kasihMu yang menyelamatkan, dan kami menjadi tanda keselamatan bagi sesama. Amin.

 

 

 

Contemplatio            

'Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya'.

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening