Selasa dalam Pekan Prapaskah II, 23 Februari 2016

Yes 1: 16-20  +  Mzm 50  +  Mat 23: 1-12

 



Lectio

Pada suatu hari berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya, kata-Nya:  "Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa.  Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya.  Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya.  Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang;  mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat;  mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi.  Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara.  Dan janganlah kamu menyebut siapa pun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga.  Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias.  Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan".

 

 

 

Meditatio

Pada suatu hari berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya, kata-Nya:  'ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa'. Sebuah posisi ataupun kedudukan yang amat tinggi dalam dunia Yahudi. Menduduki kursi Musa berarti mereka mempunyai peran tinggi dalam dunia sosioreligi, dalam hidup bersama sebagai bangsa terpilih.  'Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu', tambah Yesus. Mereka harus dihormati, karena merekalah pemimpin hidup keagamaan. Sebagaimana Musa memimpin umat Israel menuju tanah terjanji, demikian mereka para ahli Taurat dan orang-orng Farisi terpanggil dalam menggembalakan umat Israel.

'Tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya', tegas Yesus. Apakah alasan ini pula yang dipakai Yesus, bahwa mengapa bagi para murid harus lebih baik hidup keagamaan mereka dibanding  orang-orang Farisi dan para ahli Taurat? Benar. Mereka menang hanya karena jabatan dan kedudukan sosial mereka. Mereka hanya menang bungkusnya saja, tetapi tidaklah demikian denga isi hidup mereka. Mengapa  perbuatan mereka tidak perlu ditiru? Mengapa tidak perlu meneladan mereka? Perbuatan dan perilaku mereka tidak perlu diteladani, pertama, karena  'mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya'. Mereka adalah orang-orang yang malas, karena merasa sudah duduk pada posisi penting. Mereka sudah merasa nyaman dalam posisi yang mereka miliki. Kedua, 'semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang, seperti mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang;  mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat. Mereka selalu melakukan pencitraan dan tebar pesona di mana-mana hanya untuk mencari pujian. Benarlah memang kalau mereka disebutNya sebagai kaum munafik. Ketiga, 'mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil rabi, bapa ataupun pemimpin'. Mereka benar-benar mencari penghormatan diri. Mereka benar-benar MP (mohon perhatian). Janganlah kamu mengikuti mereka. Sebab memang  'hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara,  hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga, dan hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias', tegas Yesus. Para murid diminta untuk berani dan tahu menempatkan diri dalam hidup bersama. 

'Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu; dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan'. Orang besar adalah dia mau menjadi pelayan bagi sesama. Kehebatan seseorang semata-mata, bukan bergantung pada jabatan yang dimiliki, melainkan para keberanian seseorang menjadi sesama bagi orang lain. Kalau kita berani malah pelayanan adalah sebuah bentuk pertobatan diri untuk semakin menjadi berani menjadi sesama bagi orang-orang yang ada di sekitar kita. Yesaya dalam kitab bab 1 menegaskan: 'basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang jahat dari depan mata-Ku. Berhentilah berbuat jahat,  belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda!  Jika kamu menurut dan mau mendengar, maka kamu akan memakan hasil baik dari negeri itu. Tetapi jika kamu melawan dan memberontak, maka kamu akan dimakan oleh pedang' (Yes 1: 16-19).

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kami bersyukur kepadaMu, karena Engkau selalu mengingatkan kami untuk berani bertemu denganMu yang hadir dalam diri sesama kami. Ajarilah kami untuk berani melayani Engkau melalui sesama kami

Yesus, ajari kami menjadi sesama bagi orang lain. Amin.

 

 

 

Contemplatio            

'Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu; dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan'.

 

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening