Senin dalam Pekan Prapaskah I, 15 Februari 2016


Im 19: 11-18  +  Mzm 19  +  Mat 25: 31-46

 



Lectio

Pada suatu kali Yesus bersabda: 'apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing,  dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.  Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.  Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan;  ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.  Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum?  Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian?  Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau?  Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.  Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.  Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum;  ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku.  Lalu mereka pun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau?  Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku.  Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal."

 

 

 

Meditatio

Pada suatu kali Yesus bersabda: 'apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya'. Anak Manusia, yang tak lain dan tak bukan adalah Yesus sendiri memang Pewaris takhta kemuliaan surgawi. Sebab hanya kepadaNyalah Bapa berkenan. Sebab segala sesuatu tercipta dalam Dia; dan karena Dialah Allah yang menjadi manusia dan tinggal di tengah-tengah umatNya.  Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing,  dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya. Di akhir jaman sepertinya memang terjadi pemisahan satu dengan lainnya. Apakah semua itu memang kehendak Anak Manusia sendiri yang bertakhta? Namun tak dapat disangkal, memang di antara kita akan terjadi pemisahan. Apakah saya akan berpisah dengan anda? Apakah kita yang selama ini akrab dan saling meneguhkan harus terpaksa berpisah, bagaikan  domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya?  

'Dan Raja itu', tegas Yesus, yang dengan terang-terangan menyatakan diriNya adalah sang Raja Kemuliaan,  'akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.  Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan;  ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku'. Jaminan Kerajaan ilahi diterima oleh mereka yang memang selalu memperhatikan sang Raja sendiri, yakni ketika Dia diberi makan, minum, tumpangan,  dan pakaian, dan ketika Dia merasa dikunjungi mereka semua. Kapan itu terjadi?  'Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku'. Sebuah penegasan yang sungguh-sungguh indah. Apa yang telah kita lakukan terhadap saudara dan saudari kita yang miskin dan berkekurangan ternyata kita lakukan bagi Tuhan Allah sendiri, yang hadir dalam diri mereka. Yesus, sang Raja, hadir secara nyata dalam diri orang-orang yang dikasihiNya. Hal yang sama itulah yang pernah disampaikan Yesus kepada Saulus ketika dia mengejar-ngejar orang-orang yang percaya kepada Kristus Yesus. 'Akulah Yesus yang kauaniaya itu' (Kis 9: 5).

Sebaliknya, sang Raja akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: 'enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya'. Mengapa?  Karena  'sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku'. Bagaimana juga kita dapat mengasihi Tuhan Allah yang tidak kelihatan, kalau terhadap saudara dan saudari kita yang ada di sekitar saja kita tidak mau menaruh perhatian kepada mereka (1Yoh).

Perhatian terhadap sesama sepertinya menjadi tuntutan dalam mengenal Allah, dalam mendapatkan kasihNya yang menyelamatkan. Perhatian sesama apakah harus kita lakukan dengan melakukan aksi social di mana-mana, terlebih-lebih tentunya bagi mereka yang berkekurangan?  Minimal hendaknya kita melakukan sebagaimana yang disabdakan Tuhan Allah sendiri sebagaimana tersurat dalam kitab Imamat:  'janganlah kamu mencuri, janganlah kamu berbohong dan janganlah kamu berdusta seorang kepada sesamanya.  Janganlah engkau memeras sesamamu manusia dan janganlah engkau merampas; janganlah kautahan upah seorang pekerja harian sampai besok harinya. Janganlah kaukutuki orang tuli dan di depan orang buta janganlah kautaruh batu sandungan.  Janganlah kamu berbuat curang dalam peradilan; janganlah engkau membela orang kecil dengan tidak sewajarnya dan janganlah engkau terpengaruh oleh orang-orang besar, tetapi engkau harus mengadili orang sesamamu dengan kebenaran' (Im 19). Sikap-sikap seperti inilah yang memang mendasari kita dalam mengunjungi orang sakit, memberi pakaian kepada yang telanjang, dan memberi makan kepada mereka yang lapar.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus, bantulah kami untuk semakin berani dalam mengasihi sesama yang berkekurangan dengan tulus hati, agar kelak kamipun dapat menikmati kerajaan surgawi bersamaMu. Amin

 

 

 

Contemplatio            

'Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku'.

 

 




Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012