Hari Raya Santo Yusuf, 19 Maret 2016


Sam 7: 4-5  +  Rom 4: 16-18  +  Mat 1: 16-21

 



Lectio

Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.   Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.  Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.  Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."

 


Meditatio

          Dalam dunia patriakal, tak dapat disangkal perempuan yang sudah menikah, bahkan bertunangan adalah milik seorang suami yang mencintainya. Malah lebih tajam lagi, perempuan itu adalah termasuk kekayaan yang dimiliki oleh seorang suami. Semakin banyak isteri, semakin menampakkan kekuatan yang dimilikinya. Yesus secara sadarpun mengakui keberadaan dunia patriakhal ini, maka tak segan segan Dia pernah mengatakan barangsiapa mau mengikuti dirinya, seseorang harus berani meninggalkan segala sesuatu, bahkan isterinya, guna mengikuti diriNya.

Pandangan inilah juga yang tentunya melekat dalam diri Yusuf, yang ternyata secara kasad mata dia mengetahui bahwa Maria, calon isterinya itu telah berbadan dua. Maka sungguh wajarlah kalau dia, bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. Predikat sebagai seorang laki-laki yang tulus hati tidak mampu mengalahkan tantangan budaya. Keputusan Yusuf adalah sebuah jawaban untuk tidak mau menerima resiko social.

'Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka'. Jaminan inilah yang membuat Yusuf berani mengambil keputusan dalam menghadapi kenyataan yang tidak sesuai dengan impian. Kenyataan yang berlawanan dengan budaya pun berani dilakukan oleh seorang Yusuf karena pengenalan akan sabda dan kehendak Tuhan. Pikiran Yusuf yang tidak mampu menguasai sabda dan kehendak Allah malah berani mengikutiNya. Inilah yang berbeda dengan dunia sekarang ini. Banyak orang enggan dan bahkan tidak mau membaca kitab suci, atau aneka pendalaman kitab suci, mengingat kitab suci yang dibacanya tidak dimengertinya, dan bahkan tidak mendapatkan jawaban dari perihal yang tidak dimengertinya itu. Sabda dan kehendak Tuhan sebagaimana tersurat dalam kitab suci harus merunduk mengikuti kemauan diri seseorang, dan bukannya seperti yang dilakukan Yusuf. Ketidakmampuan seseorang memahami sabda dan kehendakNya malah mendorong setiap orang untuk berani merenungkan dan mempelajarinya.

Apakah Yusuf sebelumnya tidak pernah membaca kitab suci, terlebih bahwa seorang Anak Manusia akan dilahirkan di Betlehem, dan Dia adalah keturunan dari raja Daud, sebagaimana tersurat dalam kitab kedua Samuel? Ku akan membangkitkan keturunanmu. 'Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya' (2Sam 7: 16). Apakah tidak pernah terpikir bahwa dalam dirinya akan tersalurkan rahmat Roh kudus yang melanjutkan takhta Daud bapa leluhurnya?

Merayakan pesta santo Yusuf mempunyai makna yang mendalam yakni agar kita mempunyai iman yang teguh. Iman seperti santo Yusuf, sebenarnya tak jauh dari iman Abraham, yang 'sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun ia berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa' (Rom 4: 17). Tantangan iman seperti Yusuf dan Abraham memang akan selalu dialami oleh banyak orang, khususnya kaum laki-laki mengingat ratio yang selalu mendapatkan tempat utama dalam perjalanan hidupnya. Namun untuk mendapatkan Sesuatu yang  indah dan bermakna bagi hidup, entah bagi diri sendiri atau orang lain, setiap orang diminta untuk berani mengamini sabda dan kehendak Tuhan. Tuhan selalu memberikan yang terbaik bagi umatNya.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus, teguhkanlah iman kami kepadaMu, agar semakin hari semakin tekun merenungkan sabdaMu dan berani melakukan kehendakMu.

Santo Yusuf, doakanlah kami. Amin

 

 

Contemplatio

'Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka'.

 

 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening