Jumat dalam Pekan Prapaskah IV, 11 Maret 2016

Keb 2: 12-22  + Mzm 34 + Yoh 7: 1-2.10.25-30



Lectio

Suatu hari Yesus berjalan keliling Galilea, sebab Ia tidak mau tetap tinggal di Yudea, karena di sana orang-orang Yahudi berusaha untuk membunuh-Nya.  Ketika itu sudah dekat hari raya orang Yahudi, yaitu hari raya Pondok Daun. Yesus berangkat ke pesta itu, Ia pun pergi juga ke situ, tidak terang-terangan tetapi diam-diam. Beberapa orang Yerusalem berkata: "Bukankah Dia ini yang mereka mau bunuh?  Dan lihatlah, Ia berbicara dengan leluasa dan mereka tidak mengatakan apa-apa kepada-Nya. Mungkinkah pemimpin kita benar-benar sudah tahu, bahwa Ia adalah Kristus?  Tetapi tentang orang ini kita tahu dari mana asal-Nya, tetapi bilamana Kristus datang, tidak ada seorang pun yang tahu dari mana asal-Nya."  Waktu Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berseru: "Memang Aku kamu kenal dan kamu tahu dari mana asal-Ku; namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal.  Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku." Mereka berusaha menangkap Dia, tetapi tidak ada seorang pun yang menyentuh Dia, sebab saat-Nya belum tiba.



Meditatio

Suatu hari Yesus berjalan keliling Galilea, sebab Ia tidak mau tetap tinggal di Yudea, karena di sana orang-orang Yahudi berusaha untuk membunuh-Nya.  Ketika itu sudah dekat hari raya orang Yahudi, yaitu hari raya Pondok Daun. Yesus berangkat ke pesta itu, Ia pun pergi juga ke situ, tidak terang-terangan tetapi diam-diam. Apakah Yesus takut terhadap mereka? Mengapa seorang Guru harus takut kepada para muridNya? Mengapa seorang Tuhan harus takut kepada umatNya? Yesus tidak takut, sebab memang Dia datang untuk dibinasakan oleh manusia. Namun adakah rasa takut terhadap kematian? Sebagai manusia pasti mempunyai juga; bukankah Yesus pernah meminta agar cawan yang harus diminumNya itu diambil daripadaNya? Dia mau secara sukarela menyerahkan nyawaNya menjadi tebusan bagi umat manusia.

'Bukankah Dia ini yang mereka mau bunuh?  Dan lihatlah, Ia berbicara dengan leluasa dan mereka tidak mengatakan apa-apa kepada-Nya. Mungkinkah pemimpin kita benar-benar sudah tahu, bahwa Ia adalah Kristus?  Tetapi tentang Orang ini kita tahu dari mana asal-Nya, tetapi bilamana Kristus datang, tidak ada seorang pun yang tahu dari mana asal-Nya', kata orang-orang yang datang dari Yerusalem dengan nada  meremehkan memang. Yesus yang sepertinya ingin datang sembunyi-sembunyi, ternyata banyak diketahui orang-orang, dan mereka tentunya meminta memberikan pengajaran kepada mereka tentang Jalan Tuhan. Yesus memang dikenal banyak orang sebagai Orang Nazaret, anak tukan kayu, dan Maria nama ibuNya. Karena dibesarkan di kota itu, dan bukanlah Orang Betlehem, tempat di mana Dia dilahirkan, tempat keturunan Daud harus mendaftarkan diri. Walau tak dapat disangkal memang, Kristus itu seharusnya dan memang tidak diketahui asal muasalNya, sebab Dia dilahirkan tetapi tidak dijadikan. Dia sehakekat dengan Bapa. Terang dari Terang, dan Allah Benar dari Allah Benar. Mereka tidak mengenal Yesus sebagaimana sesungguhnya. Bagaimana mungkin ciptaan mengetahui dari mana asal sang Pencipta?  

Waktu Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berseru: 'memang Aku kamu kenal dan kamu tahu dari mana asal-Ku', yakni dari Nazaret, dan kedua orangtuaKu adalah Yusuf dan Maria, 'namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal.  Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku'. Yesus benar-benar menyatakan  siapakah diriNya. Yesus malah menantang mereka untuk berani mengakui diriNya, karena memang diriNya lebih hebat dari mereka. Yesus menyatakan bahwa memang diriNya berasal dari Allah. Dialah Allah dari Allah. Yesus berkata demikian karena memang banyak orang tidak mengenal siapakah diriNya.  Bila mereka mengenal, tentunya mereka tidak akan menyalibkan Yesus sang al Masih.

Namun anehnya semakin Yesus memperkenalkan dirinya, semakin mereka berusaha menangkap Dia, tetapi tidak ada seorang pun yang menyentuh Dia, sebab saat-Nya belum tiba. Inilah misteri kehidupan manusia.


 

Oratio

Ya Yesus, teguhkanlah iman kami kepadaMu, agar tetap setia dalam menghadapi godaan dan tantangan hidup ini dan semakin berani melakukan kehendakMu. Amin

 


Contemplatio

"Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal".

 

 

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening