Kamis dalam Pekan Suci, 24 Maret 2016


Yes 61: 1-9  +  Why 1: 5-8  +  Luk 4: 16-21

 



Lectio

Suatu hari Yesus datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.  Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis:  "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku  untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang."  Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya. Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya."

 

 


Meditatio

'Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku  untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang'. Nubuat Yesaya (Yes 61) dibaca secara tegas oleh Yesus. Mengapa? Yesus menunjukkan tugas perutusan yang diembanNya, yang diberikan Bapa di surga, yang mengutusNya. 'Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya', karena memang Dia datang hendak menggenapi segala yang tertulis dalam kitab suci. Segala yang dinubuatkan dalam Perjanjian Lama, sekarang diwujudnyatakan dalam kata-kata, sikap dan tindakanNya.

Kepada Yesaya dikatakan, jikalau dia melakukan semuanya itu, dia 'disebut imam TUHAN dan akan dinamai pelayan Allah kita', dan dia akan 'akan memberi upah dengan tepat, dan Allah akan mengikat perjanjian abadi dengannya' (Yes 61). Apakah hal yang sama dikatakan juga kepada Yesus? Tentunya tidak, karena memang itulah tugas perutusan yang diterima Yesus dan hendak dilaksanakan. Yesus benar-benar ingin menggenapi dan menyempurnakan dalam karya dan tindakanNya, dan tidak berhenti pada nubuat lama. Yesus tidak membatalkan segala yang pernah dinubuatkan oleh para nabi, karena mereka malah berkata-kata tentang diriNya; Yesus melaksanakan segala yang dinubuatkan mereka. Yesuslah kepenuhan nubuat para nabi. Malah olehNya kita semua menikmati segala yang indah dan baik adanya.  Dalam darahNya Yesus 'mengasihi kita dan melepaskan kita dari dosa kita membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya, -- bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin' (Why 1).

Apakah kita berdiam diri saja? Tentunya tidak. Kita ambil bagian dalam karya pengudusanNya. Kalau Yesus memang memberi dan memberi kepada kita, mengapa kita menolakNya? Kalau kita sering mengaku sebagai orang-orang berkekurangan, mungkin bukan dalam soal ekonomi, baiklah kalau kita berani mendengarkan Dia. Dengan tegas Yesus menyatakan diriNya untuk membawa kabar sukacita, dan pembebasan dari tawanan, yang memang bukan kurungan sel mati, melainkan tawanan dan hamba dosa, dan penglihatan untuk menikmati dan merasakan segala yang baik dan indah adanya. Kiranya para imam kita juga semakin berani berbagi kasih pelayanan terhadap umat Allah yang dikasihiNya. Kehebatan dan keunggulan seorang kiranya hanya ditampakkan dalam karya pelayanan dengan setia sampai akhir hidupnya terhadap umatNya, sebagaimana dilakukan sang Guru utama.

Kalau hari ini diberkati aneka minyak: minyak katekuminat untuk para calon baptis agar mereka semakin setia dalam mendalami dan mengenal Kristus, minyak krisma yang meneguhkan dan mengurapi orang-orang yang hendak memberi kesaksian tentang kebenaran, dan minyak infomorum yang memberi kekuatan bagi setiap orang dalam memanggul salib kehidupan ini, semuanya hendak menyatakan bahwa Kristus Tuhan begitu memperhatikan umatNya, orang-orang yang dikasihiNya. Apa pun keberadaan kita, mari kita nikmati bahwa kita ini orang-orang yang diperhatikan dan dikasihiNya; hanya saja memang Dia tidak pernah memanjakan kita.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, kami sungguh bersyukur atas anugerahMu yang begitu besar dalam hidup kami. Kiranya kami semakin diteguhkan, dalam iman dan karya kami, agar di tahun kerahiman ini semakin mencerminkan belaskasihMu. Amin

 

 

 

Contemplatio

'Ia telah mengutus Aku  untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang'.

 

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening