Rabu dalam Pekan Prapaskah III, 2 Maret 2016

Ul 4: 5-9  +  Mzm 147  +  Mat 5: 17-19

 



Lectio

Pada waktu bersabdalah Yesus: 'janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.  Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.  Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga'.

 

 

 

Meditatio

Pada waktu itu bersabdalah Yesus: 'janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya'. Yesus berkata demikian, yang memang karena kemungkinan  banyak orang mengeluh dengan sikap dan tindakan Yesus selama ini. Yesus tak dapat disangkal sering melanggar hari Sabat dengan aneka mukjizat yang dilakukanNya. Yesus membiarkan para muridNya tidak berpuasa ketika semua murid orang Farisi dan Yohanes Pembaptis berpuasa, dan membiarkan para muridNya makan dengan tangan najis. Dia pun tentunya menantang orang, bukan saja menghukum orang yang membunuh, tetapi orang marah pun harus dihukum. Inilah alasan-alasan yang membuat mereka bertanya-tanya tentang sikap Yesus terhadap hukum Taurat dan kitab para nabi. Yesus tidak meniadakan melainkan menggenapi dan menyempurnakannya.  Yesus menggenapi hukum Taurat dan kitab para Nabi, karena segala yang dinubuatkan dalam kedua kitab itu sekarang dilaksanakan dan diwujudnyatakan oleh kehadiranNya. Dahulu yang hanya sebatas nubuat, kini dikonkritkan oleh Yesus dengan sikap dan tindakanNya. Mana yang diperbolehkan di hari Sabat, menghidupkan atau mematikan?   'Karena Aku berkata kepadamu: sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi'. Aturan hukum Sabat memang tidak digunakan lagi bila memang seseorang telah menikmati surgawi, bila seseorang mengalami kehadiran Allah dalam setiap langkah hidupnya.

'Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga'. Mengapa? Karena memang hukum Taurat adalah kehendak Tuhan Allah sendiri. 'Ingatlah, aku telah mengajarkan ketetapan dan peraturan kepadamu, seperti yang diperintahkan kepadaku oleh TUHAN, Allahku. Hai orang Israel, dengarlah ketetapan dan peraturan yang kuajarkan kepadamu untuk dilakukan, supaya kamu hidup. Lakukanlah itu dengan setia, sebab itulah yang akan menjadi kebijaksanaanmu dan akal budimu. Beritahukanlah kepada anak-anakmu dan kepada cucu cicitmu semuanya itu' (Ul 5: 5.9). Inilah penegasan Musa kepada umat Israel, bangsa milik Allah. Seluruh umat akan menikmati kasihNya yang menyelamatkan, bila memang berani mengamini segala peraturan-peraturanNya. Inilah pertobatan sejati, yakni mendengarkan sabda dan melakukannya, sebagaimana Kristus sendiri yang taat kepada sabda kehendak Bapa yang mengutusNya.

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, lewat sabdaMu ini kiranya kami semakin berani mengutamakan kasih dan menjadi pelaku sabda terhadap sesama dalam hidup kami. Amin

 

 

Contemplatio              

'Siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga'.

 

 

 

 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening