Rabu dalam Pekan Prapaskah IV, 9 Maret 2016


Yes 49: 8-15  + Mzm 45 + Yoh 5: 17-30



Lectio

Suatu hari Yesus berkata kepada mereka, orang-orang Yahudi: "Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga."  Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah.  Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak. Sebab Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi dari pada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran.  Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya.  Bapa tidak menghakimi siapa pun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak,  supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia.  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup.  Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri.  Dan Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia. Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya,  dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum. Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku".



Meditatio

Suatu hari Yesus berkata kepada mereka, orang-orang Yahudi: 'Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga'. Yesus tidak mau dikalahkan dengan orang-orang sebangsaNya. Tentunya Yesus mengatakan semuanya itu secara sengaja, karena semakin ingin mengetahui sejauhmana reaksi mereka terhadap kehadiranNya. Yesus sengaja menatang mereka bagaimana menghadapi kehadiran sang Penyelamat dunia.  Mendengar hal itu, orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah. Kiranya benar juga menjadi permenungan bagi kita juga, dengan berani kita menyebut Allah sebagai Bapa berarti kita mengakui diri kita sebagai anak-anak Bapa di surga. Konsekuensinya?

'Aku berkata kepadamu', tegas Yesus, pertama 'sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak. Sebab Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi dari pada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran'. Segala yang dilakukan Yesus menjabarkan kasih Bapa sendiri. Segala pekerjaan Yesus telah dikerjakan sendiri oleh Bapa di surga.

Kedua, 'sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya'. Aneka mukjizat yang menghidupkan kembali mereka yang sudah meninggal seperti anak Yairus dan pemuda Nain menunjukkan kuasa Yesus atas kehidupan. Tuhan Allah kita adalah Allah atas orang hidup dan mati.

Ketiga,  'Bapa tidak menghakimi siapa pun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak,  supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia'. Benarlah yang dikatakan Yesus juga barangsiapa memandang diriNya memandang Bapa yang di surga. Sebab Bapa ada dalam Dia, dan Dia ada dalam Bapa. 'Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku'. Yesus benar-benar Pelaksana sabda kehendak Tuhan Bapa di surga.

Keempat,  'barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup'. Mendengarkan sabda Tuhan dan melaksanakannya memang mengkondisikan seseorang menikmati keselamatan ilahi, bukan esok kelak di akhir jaman, sekarang ini pun seseorang boleh menikmati. Tergenapilah teks kitab suci ini, ketika kamu mendengarkannya. Sebab apa? Sebab Dia adalah Tuhan Allah sendiri yang menjadi manusia dan tinggal di tengah-tengah kita. Menerima Dia menerima kehadiran Kerajaan Allah.

Kelima, 'saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup.  Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri', tegas Yesus. Namun tak dapat disangkal, 'semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya,  dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal', sebaliknya 'mereka yang telah berbuat jahat akan dihukum'. Namun kiranya juga semakin kita pahami, bahwasannya Yesus tidak hanya berpangkal pada keadilan dalam karya penyelamatanNya, tetapi pada belaskasih dan kerahimanNya yang kudus. Sebagaimana dikatakan melalui nabi Yesaya hari ini juga: 'dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau' (Yes 49: 14-15). Itulah kasih Tuhan yang mengatasi segala kemampuan inderawi umatNya.



Oratio

Ya Yesus, Engkau menjadi manusia sama seperti kami, kecuali dalam hal dosa. Ajarilah kami semakin membiarkan Engkau tinggal dalam diri kami, agar KerajaanMu semakin meraja dalam hidup kami. Amin.

 

 

Contemplatio

'Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku'.

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening