Rabu dalam Pekan Prapaskah V, 16 Maret 2016


Dan 3: 14-20  +  Mzm  +  Yoh 8: 31-42

 



Lectio

Pada waktu itu Yesus berkata pula kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku  dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."  Jawab mereka: "Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapa pun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?"  Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa.  Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah. Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka. Aku tahu, bahwa kamu adalah keturunan Abraham, tetapi kamu berusaha untuk membunuh Aku karena firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu.  Apa yang Kulihat pada Bapa, itulah yang Kukatakan, dan demikian juga kamu perbuat tentang apa yang kamu dengar dari bapamu."  Jawab mereka kepada-Nya: "Bapa kami ialah Abraham." Kata Yesus kepada mereka: "Jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham. Tetapi yang kamu kerjakan ialah berusaha membunuh Aku; Aku, seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah; pekerjaan yang demikian tidak dikerjakan oleh Abraham.  Kamu mengerjakan pekerjaan bapamu sendiri." Jawab mereka: "Kami tidak dilahirkan dari zinah. Bapa kami satu, yaitu Allah."  Kata Yesus kepada mereka: "Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku.

 


Meditatio

'Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku  dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu'. Penegasan Yesus ini benar-benar mengingatkan kita akan penyataan Bapa ketika Yesus dibaptis, bahwa hanya kepada Yesuslah Bapa berkenan; demikian juga ketika Yesus menampakkan diri dalam kemuliaan di atas gunung, Bapa tetap sama menegaskan agar para murid berani mendengarkan sabdaNya. Tenyata Yesus sendiri pernah menegaskan juga barangsiapa berani melakukan sabda dan kehendak Bapa di surge, dialah saudaraNya laki-laki, dialah saudaraNya perempuan. Tinggal dalam Yesus berarti memang tinggal dalam kebenaran, karena memang Yesus sendirilah Jalan, Kebenaran dan Hidup. 

'Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapa pun. Bagaimana Engkau dapat berkata: kamu akan merdeka?' protes para murid ketika Ysus mengatakan tentang kebenaran yang memerdekan. 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa'. Yesus berkata demikian, karena memang banyak orang terkungkung dalam dosa. Mereka tidak bebas lagi. Mereka ingin dan ingin terus memenuhi kepuasan dirinya.  'Hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi Anak tetap tinggal dalam rumah'. Hanya anak-anak Allah yang boleh menikmati keselamatan, dan bukan mereka hamba-hamba dosa.  'Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka'. Yesus datang menyapa secara khusus orang-orang berdosa, karena ingin membebaskan mereka dari belenggu dosa agar mereka menikmati sukacita ilahi.

'Aku tahu, bahwa kamu adalah keturunan Abraham, tetapi kamu berusaha untuk membunuh Aku karena firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu'. Firman Tuhan itu menyatukan. Ketidakpercayaan mereka kepada sabdaNya pasti membuat mereka akan melawan Tuhan Allah sendiri. Padahal segala yang dilakukan Yesus adalah segala pekerjaan Bapa, segala yang didengarNya itulah yang diwartakanNya. 'Apa yang Kulihat pada Bapa, itulah yang Kukatakan, dan demikian juga kamu perbuat tentang apa yang kamu dengar dari bapamu'. 

'Bapa kami ialah Abraham', tegas mereka membela diri. Mereka merasa bangsa Israel adalah bangsa pilihan, dibenarkan oleh iman Abraham. Namun sahut Yesus kepada mereka: 'jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham. Tetapi yang kamu kerjakan ialah berusaha membunuh Aku; Aku, seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah; pekerjaan yang demikian, yakni hendak membunuh Yesus, dan meniadakan Dia, tidak dikerjakan oleh Abraham.  Kamu mengerjakan pekerjaan bapamu sendiri'.

'Kami tidak dilahirkan dari zinah. Bapa kami satu, yaitu Allah'. Bukankah Allah kita itu satu dan sama, yakni  Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub?  Kata Yesus kepada mereka: 'jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku'. PenegasanYesus ini kembali mengingatkan kita akan kemunafikan hidup yang memang sering terjadi dalam diri kita. Kita mangatakan anak-anak Allah, tetapi banyak hal yang dikehendakiNya tidak kita lakukan, dan bahkan kita menceburkan diri dalam dosa. Kita bahkan mempunyai pelbagai anugerah indah, tetapi semuanya itu kita nikmati sembari melakukan kejahatan. Kita berani menyebut Tuhan, Tuhan,  tetapi kita sekaligus melakukan kejahatan yang tidak dikehendakiNya. Semuanya terjadi karena kita bukan pelaksana-pelaksana sabda.

 

 

Oratio

Ya Yesus, bantulah kami dengan rahmat dan kasihMu, agar kami semakin setia melakukan sabda dan kehendakMu, sebab memang hanya dalam sabdaMu, dalam kehadiranMu sendiri yang nyata dan ditangkap indera itu, kami menikmati kasihMu yang menyelamatkan. Amin.

 

 

 

Contemplatio

'Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku'.

 

 

 



Komentar

Pos populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 12 Agustus 2012