Rabu dalam Pekan Suci, 23 Maret 2016


Yes 50: 4-9  +  Mzm 69  +  Mat 26: 14-25

 



Lectio

Malam itu pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala.  Ia berkata: "Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?" Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya.  Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus. 

Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata: "Di mana Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?"  Jawab Yesus: "Pergilah ke kota kepada si Anu dan katakan kepadanya: Pesan Guru: waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku."  Lalu murid-murid-Nya melakukan seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka dan mempersiapkan Paskah.  Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu.  Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku."  Dan dengan hati yang sangat sedih berkatalah mereka seorang demi seorang kepada-Nya: "Bukan aku, ya Tuhan?"  Ia menjawab: "Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku.  Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan." Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: "Bukan aku, ya Rabi?" Kata Yesus kepadanya: "Engkau telah mengatakannya."

 

 


Meditatio

'Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?'. Tawaran seorang Yudas Iskariot yang memang sudah kemasukan roh kegelapan, sehingga berani menjual sang Guru. Seorang murid yang berkhianat. Seorang yang amat egois, rakus dan asal kenyang. Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya. Tanpa tawar menawar, Yudas langsung menyetujui harga seorang Guru yang dipercayainya selama ini. Dia ini adalah seorang yang beragama tetapi sekaligus seorang penjahat. Semua orang diajak bertobat, malah dia keluar dari keselamatan. Mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus.

'Waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku'. Dengan sadar Yesus mengatakan semuanya itu. Sebab Dia tahu kapan dan di mana semuanya akan terjadi. Semua terjadi di hari Paskah, hari raya orang Yahudi, dan terjadi di kota Yerusalem, kota raja agung.

Ketika mereka sedang makan, Ia berkata: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku'. Yesus sudah tahu siapa yang akan menjual diriNya, tetapi Dia tidak mengatakan kepada siapapun siapakah yang dimaksudkanNya itu. 'Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku'. Apakah para murid kemudian saling memperhatikan siapa yang hendak mencelup tangannya bersama-sama sang Guru. Yesus pun tidak melarangnya. 'Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan'. Kalau memang itu harus terjadi, mengapa Yesus masih menyesalkan keberadaan Yudas Iskariot? Bukankah Dia juga sudah tahu akan segala yang terjadi pada diriNya? Sekali lagi, memang celakalah Yudas yang berkhianat itu, tetapi  adakah gunanya kita sesalkan keberadaannya. Yesus sepertinya menyesalkan keberadaan Yudas Iskariot yang berikhianat kepada diriNya. Berbuat baik atau berbuat jahat adalah hak setiap orang untuk melakukannya, tetapi hendaknya kita berani memilih yang terbaik bagi hidup ini, yakni yang mendatangkan keselamatan. Seindah apapun yang dapat kita lakukan tetapi bila tidak mendatangkan keselamatan, malahan membawa kegelisahan hati dan budi, akan semuanya itu sia-sia belaka.

Apakah boleh disebut sebuah pengkhianatan dalam dunia politik, di mana hari ini kita bisa berkawan tetapi esok bisa langsung berseberangan dan saling melawan bila memang kita tidak sependapat dalam mengejar keuntungan? Bukankah seorang pengkhianat adalah dia yang mencari kepuasan diri, yang dengan enaknya melarikan diri dari kesatuan indah yang telah dibina bersama?

Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: 'bukan aku, ya Guru?'. Yudas pun masih bertanya demikian; apa maksudnya?  Kata Yesus kepadanya:  'engkau telah mengatakannya'.

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, mampukan kami agar tidak egois dan hanya mencari keuntungan diri, tetapi mampu mengampuni setiap mereka yang bersalah kepada kami. Setia dan tulus dalam tugas panggilan kami masing-masing. Amin.

 

 

Contemplatio

'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku'.

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening