Sabtu dalam Pekan Prapaskah IV, 12 Maret 2016

Yer 11: 18-20  +  Mzm 7  +  Yoh 7: 40-53

 



Lectio

Suatu hari beberapa orang di antara orang banyak, yang mendengarkan perkataan-perkataan itu, berkata: "Dia ini benar-benar nabi yang akan datang."  Yang lain berkata: "Ia ini Mesias." Tetapi yang lain lagi berkata: "Bukan, Mesias tidak datang dari Galilea!  Karena Kitab Suci mengatakan, bahwa Mesias berasal dari keturunan Daud dan dari kampung Betlehem, tempat Daud dahulu tinggal."  Maka timbullah pertentangan di antara orang banyak karena Dia.  Beberapa orang di antara mereka mau menangkap Dia, tetapi tidak ada seorang pun yang berani menyentuh-Nya.  Maka penjaga-penjaga itu pergi kepada imam-imam kepala dan orang-orang Farisi, yang berkata kepada mereka: "Mengapa kamu tidak membawa-Nya?"  Jawab penjaga-penjaga itu: "Belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu!"  Jawab orang-orang Farisi itu kepada mereka: "Adakah kamu juga disesatkan?  Adakah seorang di antara pemimpin-pemimpin yang percaya kepada-Nya, atau seorang di antara orang-orang Farisi?  Tetapi orang banyak ini yang tidak mengenal hukum Taurat, terkutuklah mereka!"  Nikodemus, seorang dari mereka, yang dahulu telah datang kepada-Nya, berkata kepada mereka:  "Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang, sebelum ia didengar dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dibuat-Nya?"  Jawab mereka: "Apakah engkau juga orang Galilea? Selidikilah Kitab Suci dan engkau akan tahu bahwa tidak ada nabi yang datang dari Galilea."  Lalu mereka pulang, masing-masing ke rumahnya,



Meditatio

Pada waktu itu timbullah pertentangan di antara orang banyak karena Yesus, bahkan beberapa orang di antara mereka mau menangkap Dia, tetapi tidak ada seorang pun yang berani menyentuh-Nya. Pertentangan terjadi karena mereka sendiri penyebabnya. Tidak ada kesatuan kata siapakah Yesus itu. Ada yang mengatakan bahwa 'Dia ini benar-benar nabi yang akan datang. Ia ini Mesias'.namun ada juga yang berkata 'Mesias tidak datang dari Galilea!  Karena Kitab Suci mengatakan, bahwa Mesias berasal dari keturunan Daud dan dari kampung Betlehem, tempat Daud dahulu tinggal'. Pertentangan itu memang sepertinya dikondisikan semenjak Perjanjian Lama, minimal dibiarkan terjadinya pertentangan antar umatNya sendiri berkenaan dengan kehadiran. Pembiaran bahwa Dia dilahirkan di kota Betlehem atau Dia disebut Orang Nazaret telah tersurat dalam Perjanjian Lama. Pemahaman kitab suci tidak secara kasusitik memang akan membantu setiap orang memahami sabda dan kehendak Allah secara benar. Pengutipan ayat-ayat kitab suci sesuai dengan keinginan dan selera pengkotbah akan menjerumuskan umat beragama kepada ketidakbenaran. Ini pesan bagi orang-orang yang mengaku senang membaca kitab suci. Juga sekarang ini pun masih menjadi kesukaan banyak orang tentang kabar angin atau kabar burung, yang mana orang tidak mau bertanya dalam hati dan merenungkannya. Kabar-kabar itu adalah kebohongan di siang hari bagi orang beriman dan dewasa dalam hidupnya.

'Belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu!'. Itulah komentar para tentara dan penjaga-penjaga atas pertanyaan imam-imam kepala dan orang-orang Farisi: 'mengapa kamu tidak membawa-Nya'. Para penjaga sepertinya heran dan terkagum-kagum kepada Yesus. Mereka yang terbiasa dalam dunia militer saja terkagum-kagum, tentunya Yesus menampilkan hal-hal indah dan menakjubkan yang belum mereka rasakan. Seharusnya orang-orang yang belajar kitab suci yang mampu menangkap kehebatan Yesus, tetapi tidaklah terjadi pada waktu itu. Mengapa? Karena mereka egois! Mereka melihat dan berkata-kata, bukan bertitik tolak dari kenyataan, melainkan dari keinginan dan kemauan diri sendiri.

'Adakah kamu juga disesatkan?  Adakah seorang di antara pemimpin-pemimpin yang percaya kepada-Nya, atau seorang di antara orang-orang Farisi? Kalian tidak mengenal hukum Taurat, terkutuklah mereka!', gertak orang-orang Farisi. Mereka semakin gusar dengan dirinya sendiri. 'Selidikilah Kitab Suci dan engkau akan tahu bahwa tidak ada nabi yang datang dari Galilea', tambah mereka, setelah mereka mendengarkan komentar Nikodemus:  'apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang, sebelum ia didengar dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dibuat-Nya?'. Mereka bertambah mengeras, karena maksud mereka hendak membunuh Yesus ditangkap dan dimengerti orang lain. Kemauan mereka untuk membunuh Yesus tentunya melanggar keadilan semakin membuat mereka marah, dan bukannya bertobat.

'TUHAN memberitahukan hal itu kepadaku, maka aku mengetahuinya; pada waktu itu Engkau, TUHAN, memperlihatkan perbuatan mereka kepadaku' (Yer 11: 18). Itulah ucapan nabi Yeremia yang mengingat kasih Tuhan kepada dirinya. Tuhan menyelamatkan segala sesuatu kepada dirinya, sehingga Yeremia bebas dari ancaman yang mematikan. Apakah Yesus juga tahu tentang ancaman yang dilakukan orang-orang sejamanNya? Pasti tahu, dan bahkan karena tahu akan kelemahan dan dosa umatNya itulah maka Dia datang ke dunia hendak menyelamatkannya. Bukan seorang sehat yang memerlukan dokter, tetapi orang sakit, tegas Yesus. Yesus pun tidak takut akan kematian, Dia hanya menghidar untuk dibinasakan oleh umatNya, sebaliknya Dia menyerahkan nyawa menjadi tebusan bagi seluruh umat yang dikasihiNya.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus, kuasai hati dan pikiran kami dengan daya RohMu agar mampu berpikir dan bertindak dengan bijaksana dalam melakukan sesuatu, terlebih dalam memahami dan melakukan kehendakMu. Amin

 

 

Contemplatio

'Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang, sebelum ia didengar dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dibuat-Nya?'.

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening