Selasa dalam Pekan Prapaskah III, 1 Maret 2016

Dan 3: 34-43  +  Mzm 25  +  Mat 18: 21-35

 



Lectio

Pada waktu itu datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?"  Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. 

Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya.  Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta.  Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya.  Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan.  Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.  Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu!  Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan.  Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya.  Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka.  Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku. Bukankah engkau pun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau? Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya.

Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu."

 

 

 

Meditatio

Pada waktu itu datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: 'Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?'. Entah dasar apa Petrus bertanya seperti itu? Apakah tujuh kali melambangkan kesempurnaan, yang semenjak Perjanjian Lama, angka itu mendapat perhatian banyak orang? Keberanian mengampuni atau memaafkan orang lain adalah suatu keluhuran budi yang patut dibanggakan. Yesus berkata kepadanya: 'bukan! Aku berkata kepadamu: bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali'. Orang diajak untuk berani mengampuni dan mengampuni. Setiap orang datang memohon maaf, tentunya kita harus berani memaafkannya. Lalu di mana nilai gertakan bagi dia, agar tidak jatuh dalam kesalahan terus-menerus? Di makanah hukuman yang harus kita kenakan padanya supaya jera? Mengapa sampai tujuh puluh kali tujuh kali? 

'Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya.  Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta.  Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya.  Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan.  Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.  Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: bayar hutangmu!  Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan.  Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya'.  Para murid, dan kita semua harus berani mengampuni sesama sampai tujuhpuluh kali tujuh kali, karena memang rahmat pengampunan telah dilimpahkan dalam hidup kita. Tuhan Allah bahkan telah menebus kita umatNya dari kuasa kegelapan dan memberi hidup baru. Keselamatan yang dilimpahkan kepada setiap orang jauh lebih besar dari segala urusan pergaulan antar kita manusia. Pengampunan dan keselamatan yang dilimpahkan kepada kita itu tak ubahnya sepuluh ribu talenta dan seratus dinar, atau  sepuluh trilyun dan seratus juta. Mengingat kasih besar Allah yang telah kita nikmati dan karena sudah diberikanNya kepada kita, tentunya wajarlah kalau kita juga berani berbagi dengan sesame.

'Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku. Bukankah engkau pun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau? Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya'. Orang yang idak tahu berterima kasih mendapatkan hukuman dari Tuhan. Yesus sendiri menegaskan kepada kita: 'Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu'. Tuhan Allah juga tidak enggan-enggannya menghukum setiap orang yang tidak mau mengampuni sesamanya. Tuhan Yesus meminta kita menjadi orang-orang yang tahu berterima kasih, yakni dengan membagi rahmat pengampunan yang kita terima daripadaNya.

 

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, buatlah kami menjadi orang-orang yang mempunyai jiwa pengampun terhadap sesama, agar kami semakin mewujudkannyatakan bahwa kerahimanMu untuk hendak kami bagikan terhadap sesama, sebagaimana yang telah  Engkau buat terhadap kami. Amin.

 

 

Contemplatio            

Hendaknya kamu mengampuni sesamamu sampai tujuhpuluh tujuh kali.

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening