Selasa dalam Pekan Prapaskah IV, 8 Maret 2016

Yeh.47:1-9,12 + Mzm.46 + Yoh.5:1-16



Lectio

Sesudah itu ada hari raya orang Yahudi, dan Yesus berangkat ke Yerusalem. Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh, yang menantikan goncangan air kolam itu.
Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu; barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apapun juga penyakitnya.

Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit. Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: "Maukah engkau sembuh?" Jawab orang sakit itu kepadaNya: "Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku." Kata Yesus kepadanya: "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah." Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan.

Tetapi hari itu hari Sabat. Karena itu orang-orang Yahudi berkata kepada orang yang baru sembuh itu: "Hari ini hari Sabat dan tidak boleh engkau memikul tilammu." Akan tetapi ia menjawab mereka: "Orang yang telah menyembuhkan aku, dia yang mengatakan kepadaku: Angkatlah tilammu dan berjalanlah." Mereka bertanya kepadanya: "Siapakah orang itu yang berkata kepadamu: Angkatlah tilammu dan berjalanlah?" Tetapi orang yang baru sembuh itu tidak tahu siapa orang itu, sebab Yesus telah menghilang ke tengah-tengah orang banyak di tempat itu.

Kemudian Yesus bertemu dengan dia dalam Bait Allah lalu berkata kepadanya: "Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk."
Orang itu keluar, lalu menceriterakan kepada orang-orang Yahudi, bahwa Yesuslah yang telah menyembuhkan dia. Dan karena itu orang-orang Yahudi berusaha menganiaya Yesus, karena Ia melakukan hal-hal itu pada hari Sabat.



Meditatio

Sesudah itu ada hari raya orang Yahudi, dan Yesus berangkat ke Yerusalem. Hari raya apa tidak disebut, tetapi yang pasti hari besar bagi orang Yahudi, sehingga Yesus yang sedang ada di Galilea berangkat menuju Yerusalem. Kemungkinan besar hari raya Pondok Daun, yang memang mengundang banyak orang untuk ambil bagian di dalamnya.

Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya.  ada juga yang menyebutnya dengan nama kolam Siloam, yang lain dengan sebutan Mata Air Gadis.  Mengapa serambinya berjumlah 5, apakah yang membangun itu adalah orang Indonesia, yang berjiwa pancasilais? Ada baiknya kita renungkan juga.  Di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh. Mereka orang-orang sakit ini menurut kepercayaan bangsa Yahudi adalah akibat dosa. Berarti tempat tersebut merupakan tempat kumpulan orang-orang berdosa.  Kalau begitu kita dapat menarik kesimpulan mengapa Yesus berada di situ. Yesus selalu mencari orang sakit atau mereka yang berdosa untuk diselamatkan. Mereka di situ menantikan goncangan air kolam itu. Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu; barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apapun juga penyakitnya. Apakah goncangan air itu bukan karena di bawah kolam ada pusaran air yang menyebabkan permukaan air bergelombang? Apapun yang terjadi, masyarakat pada saat itu percaya bahwa yang pertama masuk ke dalam kolam akan mendapatkan kesembuhan.

Demikian ketika Yesus sedang berkeliling di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit. Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: 'maukah engkau sembuh?'. Yesus tahu bahwa orang tersebut telah sekian lama menderita sakit. Yesu itu Mahatahu. Namun aneh Yesus bertanya apa mau dia sembuh? Apa kira-kira ada orang yang tidak mau disembuhkan? Atau memang hendak mencobai orang itu, mungkin dia masih bersikeras untuk mendapatkan kesempatan datang ke kolam ketika air bergoncang? Apakah hanya basa-basi supaya terjadi komunikasi ataukah Yesus ingin tahu reaksi orang tersebut? Karena ada juga kemungkinan seseorang itu sudah merasa nyaman dengan keadaannya dan tidak mau move on dari comfort zone-nya, walaupun sebenarnya mereka menderita dengan kondisi itu sendiri, yang harus minta bantuan orang lain untuk melakukan sesuatu.

'Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku'.  Yesus selalu menjadi Penolong bagi orang yang tidak punya siapa-siapa. Mengapa tidak ada seorang pun yang mau menolong dia? Apakah dia itu keras hati, sehingga tidak ada seorang pun yang mau mendekatinya? Bukankah kebiasaan mendoakan orang sakit itu sudah membudaya? Yairus mendoakan anaknya, demikian juga kepala rumah ibadat. Bahkan beberapa orang  dengan tulus hati dan rela membopong dan membawa orang lumpuh kepada Yesus; malahan mereka nekat membongkar atas rumah.  'Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah', kata Yesus kepada orang itu,  dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Keselamatan selalu menyertai setiap mereka yang taat dan percaya kepadaNya , demikian juga dengan orang sakit ini, ia mendapat rahmat kesembuhan karena menaati perintah Yesus.

Hari itu hari Sabat. Orang-orang Yahudi berkata kepada orang yang baru sembuh itu: 'hari ini hari Sabat dan tidak boleh engkau memikul tilammu'. Orang-orang Yahudi mereka lebih mementingkan hukum dan aturan daripada tindakan kasih terhadap sesama. Mereka tidak bertanya-tanya dahulu, melainkan langsung menegur keras orang itu.  Akan tetapi ia menjawab mereka:  'orang yang telah menyembuhkan aku, dia yang mengatakan kepadaku: angkatlah tilammu dan berjalanlah'. Orang ini sungguh luar biasa, dia tidak kenal Siapa orang yang telah menyembuhkannya, tetapi dia mau mengikuti apa yang diperintahkan Orang itu kepadanya. Apakah dia tidak sempat mengucapkan terima kasih kepadaNya. Dia mendapatkan sesuatu yang indah tetapi lupa untuk berkata-kata terima kasih. Apakah memang dia juga tidak mau tahu dengan orang lain? Memang tak dapat disangkal Yesus cepat-cepat menghilang ke tengah-tengah orang banyak di tempat itu.

Ketika Yesus bertemu dengan dia dalam Bait Allah lalu berkata kepadanya: 'engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk'.  Mengapa Yesus berkata seperti itu? Apakah berarti orang lumpuh itu dulu telah memang banyak berbuat dosa? Atau Yesus mau mengatakan bahwa sekarang orang tersebut telah mendapat kesembuhan jasmani. Janganlah kesembuhan jasmani ini membuatnya jatuh dalam dosa yang akhirnya akan semakin memperburuk keadaannya. Orang memang harus telah berjaga bila tidak kuasa kegelapan itu akan 'mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya dan mereka masuk dan berdiam di situ, dan akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula' (Mat 12: 44-45).

Orang itu keluar, lalu menceriterakan kepada orang-orang Yahudi, bahwa Yesuslah yang telah menyembuhkan dia. Dan orang-orang Yahudi berusaha menganiaya Yesus, karena Ia melakukan hal-hal itu pada hari Sabat.  Orang-orang Yahudi memang lebih mengutamakan peraturan dan hokum daripada cinta dan belaskasih kepada sesame. Mereka itu orang-orang Yahudi, dan bukan kita orang-orang yang percaya kepada Kristus Tuhan. Kiranya kita semakin mempercayai belaskasihNya yang menyelamatkan, yang oleh Yeheskiel digambarkan bagaikan aliran sungai yang keluar dari bait Allah yang kudus, yang alirannya menjadi kehidupan di sekitarnya dan bahkan membuat laut mati menjadi tawar airnya (Yeh 47).



 

Oratio

Ya Yesus, buatlah kami semakin mengerti akan kehendakMu dan mengutamakan kasih dan mewujudkannya dalam hidup kami sehari-hari. Kuduskan hati dan budi kami ya Yesus, agar kami layak di hadapanMu. Amin

 

 

Contemplatio

'Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk'.   

 

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening