Selasa dalam Pekan Suci, 22 Maret 2016

Yes 49: 1-6  +  Mzm 71  +  Yoh 13: 21-38

 



Lectio

Dalam perjamuan malam Yesus berkata demikian Ia sangat terharu, lalu bersaksi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku."  Murid-murid itu memandang seorang kepada yang lain, mereka ragu-ragu siapa yang dimaksudkan-Nya.  Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya.  Kepada murid itu Simon Petrus memberi isyarat dan berkata: "Tanyalah siapa yang dimaksudkan-Nya!"  Murid yang duduk dekat Yesus itu berpaling dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, siapakah itu?"  Jawab Yesus: "Dialah itu, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya." Sesudah berkata demikian Ia mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot.  Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: "Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera."  Tetapi tidak ada seorang pun dari antara mereka yang duduk makan itu mengerti, apa maksud Yesus mengatakan itu kepada Yudas. Karena Yudas memegang kas ada yang menyangka, bahwa Yesus menyuruh dia membeli apa-apa yang perlu untuk perayaan itu, atau memberi apa-apa kepada orang miskin.  Yudas menerima roti itu lalu segera pergi. Pada waktu itu hari sudah malam. 

Sesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus: "Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia.  Jikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia, Allah akan mempermuliakan Dia juga di dalam diri-Nya, dan akan mempermuliakan Dia dengan segera. Hai anak-anak-Ku, hanya seketika saja lagi Aku ada bersama kamu. Kamu akan mencari Aku, dan seperti yang telah Kukatakan kepada orang-orang Yahudi: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang, demikian pula Aku mengatakannya sekarang juga kepada kamu. Simon Petrus berkata kepada Yesus: "Tuhan, ke manakah Engkau pergi?" Jawab Yesus: "Ke tempat Aku pergi, engkau tidak dapat mengikuti Aku sekarang, tetapi kelak engkau akan mengikuti Aku."  Kata Petrus kepada-Nya: "Tuhan, mengapa aku tidak dapat mengikuti Engkau sekarang? Aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu!"  Jawab Yesus: "Nyawamu akan kauberikan bagi-Ku? Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali."

 

 


Meditatio

'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku', tegas Yesus kepada para muridNya ketika mereka mengadakan perjamuan Paskah. Siapakah yang dimaksudkan tidak seorang pun yang mengetahui. Mereka saling bertanya satu sama lain. 'Dialah itu, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya', jawab Yesus setelah Yohanes bertanya: 'Tuhan, siapakah itu?'. Mengapa Yesus tidak menyebut langsung nama murid yang dimaksudkan? Apakah Dia menjaga privacy seseorang?  Sesudah berkata demikian Ia mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot.  Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan iblis. Sepertinya para murid tetap tidak mengerti. Kuasa kegelapan baru saat itu juga memasuki pribadi Yudas Iskariot, dan bukannya jauh-jauh sebelumnya. Kelemahan pribadi yang tidak mau dimatikan, dan dibiarkan hidup, akan memungkinkan seseorang mengalami gangguan kejahatan yang semakin membesar. Dia yang marah pun harus dihukum, dan bukan saja mereka yang membunuh.

'Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera', kata Yesus. Mengapa Yesus membiarkan semuanya itu terjadi? Yesus membiarkan kuasa itu bergerak, karena memang sebentar lagi hendak dibinasakanNya demi keselamatan seluruh umatNya. Apa boleh pembiaran ini sebagai teknik penyelamatan Allah atas umatNya? Yudas menerima roti itu lalu segera pergi. Pada waktu itu hari sudah malam.

'Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia.  Jikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia, Allah akan mempermuliakan Dia juga di dalam diri-Nya, dan akan mempermuliakan Dia dengan segera'. Anak Manusia ada dalam Bapa, dan Bapa ada dalam Dia. Anak Manusia dimuliakan ketika Dia ditinggikan di kayu salib.

'Hai anak-anak-Ku, hanya seketika saja lagi Aku ada bersama kamu. Kamu akan mencari Aku, dan seperti yang telah Kukatakan kepada orang-orang Yahudi: ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang, demikian pula Aku mengatakannya sekarang juga kepada kamu', tegas Yesus. Karena apa? Karena memang Dia berasal dari atas, dan kita dari bawah. Namun tak dapat disangkal, 'ke tempat Aku pergi, engkau tidak dapat mengikuti Aku sekarang, tetapi kelak engkau akan mengikuti Aku'. Kapan itu kelak? Tentunya setelah karya penebusan sang anak Manusia; pastinya setelah kita menikmati kebangkitan badan dan jiwa. Masa Prapaskah adalah kesempatan kita untuk semakin berani menaruh harapan, bahwa kita kelak akan bersatu dalam kemuliaan bersamaNya, sebagaimana Yesus sendiri menghendaki  di mana aku berada, hendaknya kamu pun berada (Yoh 11). Saat 'untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara, dan membuat Engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi' (Yes 49: 6) sebagaimana dinubuatkan dalam ramalan nabi Yesaya segera terwujud. Masa Prapaskah mengajak kita untuk ambil bagian di dalamnya.

 


Oratio

Ya Yesus, berilah kami kesetiaan dalam mengikut Engkau dan hati yang tidak mendendam, tetapi mengasihi dengan tulus kepada sesama. Jadikanlah kami pembawa damai. Amin

 

 

Contemplatio

'Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia.  Jikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia, Allah akan mempermuliakan Dia juga di dalam diri-Nya, dan akan mempermuliakan Dia dengan segera'.

 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening