Senin dalam Oktaf Paskah, 28 Maret 2016


Kis 2: 22-32  +  Mzm 16  +  Mat 28: 8-15

 

 

 

Lectio

Pada waktu itu mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus.  Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: "Salam bagimu." Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya. Maka kata Yesus kepada mereka: "Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku."

Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.  Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur. Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."  Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini.

 


Meditatio

Akhirnya perempuan-perempuan itu segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus.  Mereka bergembira tentunya karena telah melihat malaikat, dan terlebih-lebih kabar tentang Yesus itu sendiri. 'Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring. Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia' (Mat 28: 5-7). Kata-kata malaikat inilah membuat hati mereka bersukaria; dan kabar sukacita inilah yang menyemangati mereka melaksanakan perintah yang disampaikan malaikat tadi.

Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: 'salam bagimu'. Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya. Sukacita semakin sempurna karena mereka melihat dan berjumpa sendiri dengan Dia yang dicariNya. Dia Yesus Kristus benar-benar hidup. Namun mengapa Yesus baru sekarang menampakkan diri? Mengapa Dia tidak sendiri menyatakan diriNya di makam dan memberitahukan kepada mereka? Mengapa harus seorang malaikat dahulu menampakkan diri kepada mereka? Bukankah yang disampaikanNya juga sama? 'Jangan takut' tegas Yesus kepada para perempuan itu. 'Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku'. Galilea tetap menjadi perhatian Yesus, karena memang Dia selama ini berkarya di sana, dan bahkan orang banyak menyebut Dia 'nabi Yesus dari Nazaret di Galilea' (Mat 21: 11); walau pun Dia tidak lahir dan berasal dari Galilea. 'Mesias tidak datang dari Galilea' (Yoh 7: 41), Dia harus dari Betlehem, karena memang Dia keturunan Daud. Yesus sepertinya ingin melanjutkan cerita hidupNya setelah kebangkitan itu tetap dalam atmosfir Galilea, sekaligus hendak menegaskan bahwa Dia Yesus yang dahulu dan sekarang itu sama, karena memang Dia 'sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya' (Ibr 13: 8). Dia itu 'yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa' (Why 1: 8).

Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.  Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu dan berkata: 'kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur. Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa'. Inilah gaya orang-orang yang mempunyai kedudukan dan jabatan. Mereka ingin segala-galanya tampak indah dan beres, padahal di dalamnya tertimbun aneka persoalan yang tak segera diselesaikan. Mereka pun selalu berprinsip ABS asal bapak senang.  Mereka, para penjaga kota itu, menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini. Yesus, yang diawali oleh  malaikat, memberi kabar tentang sukacita yang sejati, sebaliknya para imam kepala dan orang-orang upahan mewartakan kabar kegembiraan yang menipu diri dan orang lain, dan sepertinya yang memberi kepuasan sesaat itu lebih menarik daripada yang sejati. Itulah makanya ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini.

Kita bukanlah orang-orang Yahudi. Kita adalah orang-orang yang percaya akan pewartaan Kristus sendiri, bahwa Dia hidup. Yang kiranya tetap menjadi tantangan kita adalah tetap bersuara lantang seperti yang diserukan Petrus: 'Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi' (Kis 2: 32), sebagaimana kita renungkan dalam bacaan hari ini. Yesus akan dikenal banyak orang, dan kitapun merasakan semakin teguh percaya kepadaNya, kalau kita selalu siap sedia menjadi saksi-saksiNya.

 

 

Oratio

Ya Yesus Kristus, mampukan kami untuk berkata benar dalam setiap hal, terutama kebenaran dalam mewartakan sabdaMu. Bahwa Engkaulah Allah yang hidup, dan yang mendatangkan keselamatan bagi setiap orang yang percaya kepadaMu. Amin

 

 

Contemplatio

'Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku'.

 

 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selasa XXX, 26 Oktober 2010

Selasa dalam Pekan Paskah VI, 30 Mei 2017

Sabtu Hening